Pengaruh Kurangnya Jam Tidur Terhadap Kesehatan Remaja

Remaja masa kini semakin sibuk dengan aktivitas sekolah maupun ekstrakurikuler. Banyaknya tugas, tidak jarang membuat kaum remaja harus terjaga semalaman untuk menyelesaikan semua tugas sekolah atau kuliah. Padahal, kurangnya jam tidur remaja ini sangat berdampak pada kesehatan jantung mereka di masa depan.

Selama 20 tahun terakhir, hanya setengah jumlah remaja yang memiliki jam tidur normal, yaitu selama 8 jam setiap malam. Lalu, apa pengaruh kurangnya jam tidur terhadap kesehatan remaja kita? Berikut ini ulasannya untuk Anda.

1. Mengganggu Kesehatan Mental dan Perilaku

Tubuh bukan mesin atau robot yang bisa bekerja terus- menerus. Bagaikan ponsel yang memerlukan pengisian daya ulang baterai, tubuh kita juga butuh tidur. Jika tubuh kurang tidur, tidak hanya muncul berbagai penyakit, tetapi konsentrasi belajar sekolah pun terganggu. Bahkan, kesehatan mental atau perilaku akan mengalami persoalan.

2. Gangguan Metabolisme

Yang paling mencengangkan, penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics menyebutkan bahwa hampir 50 persen kebiasaan tidur peserta studi (829 remaja berusia 12-16 tahun) masih kurang dari 7 jam setiap malam.

Hal ini cukup mengkhawatirkan para peneliti, karena kurang tidur dapat mengganggu sistem metabolisme tubuh remaja yang sedang berkembang pesat. Mereka akan cenderung mengalami masalah kesehatan seperti menumpuknya lemak perut, tekanan darah tinggi, lipid darah yang tidak normal, serta meningkatkan risiko diabetes.

3. Berisiko Terlibat Tawuran atau Bersikap Temperamental

Seberapa sering Anda mendengar berita remaja atau pelajar yang terlibat tawuran di perkotaan? Rupanya hal ini masih berkaitan dengan pengaruh kurangnya jam tidur pada remaja. Jika remaja kurang tidur, mereka cenderung berperilaku buruk di sekolah karena cepat tersinggung atau mudah tersulut amarahnya. Selain itu, mereka mudah stres, depresi dan termasuk rentan terlibat kecelakaan kendaraan. Bahkan yang terburuk, mereka berpotensi besar memiliki penyakit jantung ketika dewasa.

4.Terpapar Cahaya Biru (Blue Screen) dari Gadget

Satu hal yang sangat mungkin dilakukan kaum remaja jika tidak bisa tidur atau tidak mengantuk adalah beraktivitas dengan smartphone, tablet, laptop atau bermain video game hingga larut malam.

Cahaya biru (blue screen) yang dipancarkan layar gadget semakin memperburuk kondisi otak, yang menyebabkan sulit tidur atau insomnia.

Langkah Pencegahan dari Orangtua

Melihat kasus kurangnya jam tidur remaja yang semakin memprihatinkan, orangtua tidak bisa hanya tinggal diam. Kesehatan remaja di masa depan terancam. Jadi, inilah yang bisa dilakukan orangtua untuk membantu remaja.

1. Membuat Aturan

Aturan yang harus ditaati remaja usia sekolah adalah harus mematikan perangkat elektronik atau gadget satu jam sebelum waktu tidur. Tempatkan smartphone di kamar yang berbeda agar tidak tergoda membuka HP. Selain itu, ganti pengingat atau alarm HP dengan jam waker atau jam alarm biasa.

2. Prioritaskan tidur

Duduk dan diskusikan dengan anak remaja Anda tentang cara yang lebih baik dalam mengatur jadwal kegiatan. Manajemen waktu sangat penting, agar mereka bisa tidur lebih awal atau tepat waktu.

Jika ada pekerjaan rumah atau kegiatan ekstrakurikuler, sebaiknya bisa diatur lagi, agar tidak membuat remaja terlalu sibuk hingga lupa beristirahat. Alangkah baiknya jika orangtua lebih mengutamakan kesehatan fisik dan mental buah hati, ketimbang hanya nilai akademik yang justru membuat remaja merasa tertekan dan stres.

Inilah Penyebab Sakit Tenggorokan yang Perlu Anda Tahu

Sakit tenggorokan bisa disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya karena adanya infeksi. Biasanya rasa sakit pada tenggorokan diikuti dengan pembengkakan, sulit menelan, atau bahkan suara menjadi serak dan berat. Penyebab sakit tenggorokan lainnya bisa saja dipicu oleh udara kering, polusi, atau asap rokok. Sebagai tindakan preventif, ketahui beberapa penyebab umum sakit tenggorokan berikut ini!

Apa Penyebab Sakit Tenggorokan?

Penyebab sakit tenggorokan paling umum adalah pilek atau flu. Apabila Anda batuk, suara serak, atau hidung berair, pilek adalah penyebab yang paling mungkin. Pilek biasanya lebih ringan daripada flu, yang lebih menyerang hidung, tenggorokan, dan paru-paru. Bisa jadi Anda mendapat gejala yang lebih intens, termasuk demam, nyeri tubuh, dan sakit kepala saat terserang flu.

Adapun penyebab sakit tenggorokan lainnya, yaitu

  • Polusi: Merokok atau bahan kimia di dalam rumah dapat menyebabkan sakit tenggorokan. Selain itu, polusi udara yang buruk juga dapat membuat iritasi.
  • Berteriak: Berteriak atau berbicara terlalu keras dan sering dapat menyaring otot-otot tenggorokan.
  • Alergi: Anda bisa saja alergi terhadap hal-hal seperti jamur, debu, serbuk sari dan bulu hewan peliharaan. Hal ini juga bisa menjadi salah satu pemicu sakit tenggorokan.
  • Strep Throat: Rasa sakit akibat strep throat akan sangat menyakitkan apalagi ketika menelan. Anda mungkin juga melihat bercak putih atau kuning pada amandel, yang merupakan dua jaringan di belakang tenggorokan.
  • Tonsilitis: Amandel yang meradang juga bisa membuat sakit tenggorokan dan sulit menelan.
  • Mononukleosis: Merupakan virus yang dapat menyebabkan mono dan menyebar melalui air liur. Gejala lainnya termasuk kelelahan, demam, sakit kepala, dan bengkak di amandel, leher, atau ketiak.

Gejala Sakit Tenggorokan

Selain tenggorokan terasa kering, gatal, sakit, dan suara Anda mungkin terdengar serak. Gejala yang Anda dapatkan mungkin bisa bervariasi, dari ringan sampai berat, tergantung pada sumber masalahnya. Beberapa gejala tersebut, di antaranya

  • Kesulitan menelan
  • Suara serak
  • Pembengkakan di leher atau rahang
  • Batuk
  • Amandel membengkak atau merah
  • Adanya bintik-bintik putih atau nanah di belakang tenggorokan

Ada juga beberapa gejala lain di luar sakit pada tenggorokan, yaitu

  • Pegal-pegal
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Mual atau muntah
  • Hidung berair dan bersin
  • Nyeri perut

Cara Penyembuhan Sakit Tenggorokan

Apabila Anda mengalami gejala-gejala sakit tenggorokan tersebut. Berikut ini beberapa cara untuk mengatasi penyakit tersebut.

  1. Banyak istirahat. Tidur merupakan hal penting yang harus Anda lakukan untuk melawan infeksi dan memulihkan tenaga. Istirahatkan juga tenggorokan Anda jika telah merasa kesal karena berbicara terlalu lama.
  2. Jaga tenggorokan tetap basah. Semakin kering tenggorokan akan semakin sakit dan sulit sembuhnya. Jadi sebaiknya minum banyak air atau makan sepotong permen untuk mendapatkan lebih banyak air liur. Anda juga bisa menghisap permen atau tablet kecil yang dapat menenangkan tenggorokan Anda.
  3. Memilih camilan yang tepat. Hindari memberikan permen keras untuk anak-anak. Cobalah memberi mereka cairan dingin.
  4. Perhatikan kelembapan. Gunakan humidifier di ruangan tempat Anda menghabiskan banyak waktu. Ini membantu menjaga kelembaban udara.
  5. Jauhi asap rokok dan alergen
  6. Berkumurlah dengan air garam. Campurkan satu hingga empat sendok teh garam meja dengan segelas air hangat. Berkumurlah dan keluarkan.
  7. Meminum penghilang rasa sakit.