Rekomendasi Deker Lutut Terbaik

Deker lutut juga berfungsi untuk meminimalisir gesekan pada lutut

Disebut juga dengan nama kneepad, deker lutut mempunyai fungsi sebagai alat untuk memperkencang otot yang terdapat di sekitar lutut. Beberapa aktivitas yang berhubungan dengan fisik, biasanya seseorang menggunakan deker ini. Seperti misalnya naik gunung, bermain tenis, voli dan lain sebagainya, deker bisa memberikan perlindungan dengan menurunkan beban ke lutut.

Memilih deker disesuaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan, hal ini dikarenakan penggunaan deker untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami seseorang ketika melakukan aktivitas cukup berat. Seperti mengurangi risiko cedera hingga menjadi pereda nyeri yang menyerang otot dan juga sendi di kaki.

Deker Lutut Terbaik

  • Waldos Protector

Deker Waldos Protector merupakan deker dengan strap untuk mengatur ukuran agar pas ketika dipakai di lutut. Produk yang satu ini dapat difungsikan untuk melindungi lutut dari cedera ketika digunakan untuk berolahraga. Bahan yang digunakan pada deker ini sangat stretchy sehingga aman sekaligus nyaman digunakan.

  • Kneepad Ninja

Bagi seseorang yang memiliki hobi futsal dan voli, deker jenis ini sangat cocok untuk digunakan. Deker Knee Pad dijual sepasang, memiliki bantalan empuk yang berfungsi untuk mencegah seseorang terkena cedera di area dengkul dan lutut.

  • Pavis 041 Patella

Satu hal yang menarik dari deker ini adalah dilengkapi dengan alat yang fungsinya digunakan untuk menstabilkan dan menyeimbangkan pergerakan sendi. Tujuannya adalah agar lutut nyaman ketika diajak untuk berolahraga. Pavis 04 Patella memiliki banyak pilihan ukuran, semua ukuran bisa disesuaikan dengan kebutuhan, bisa ketat dan longgar.

  • Zamst Knee Brace Support

Merupakan deker untuk lutut yang dibuat dengan bahan nylon, ringan dan tipis serta terasa seperti kulit kuda. Zams Knee Brace Support mempunyai dukungan ligamen tiga arah dengan resin tetap, fungsinya mendukung stabilitas medial dan juga lateral, serta tali x dan tali paralel sebagai penyeimbang anterior dan posterior yang tetap efektif terhadap ACL / PCL.

  • Wolfbike Extreme Sports Protective Knee Pads

Deker untuk lutut jenis ini sudah dilengkapi dengan EVA foam padding yang berfungsi sebagai pemberi perlindungan maksimal pada lutut. EVA foam padding mampu meredam benturan sehingga risiko seseorang terkena cedera lutut sangat minim ketika berolahraga. 

Bahan yang dipakai untuk membuat deker ini mampu menyimpan panas, sehingga dapat dipakai pada suhu yang rendah. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa deker jenis ini sangat cocok digunakan.

  • Mueller Jumpers Knee Straps

Deker ini sangat cocok digunakan bagi seseorang yang memiliki hobi berlari atau melakukan gerakan melompat. Mueller Jumpers Knee Straps dirancang agar dapat melindungi lutut ketika berlari dan juga melompat, deker ini mampu memberi tekanan yang tepat pada otot tempurung lutut pada saat melakukan dua aktivitas tersebut kapan saja dan di mana saja.

  • Mueller Sports Medicine Adjust-to-Fit Knee

Deker jenis ini diperuntukkan bagi seseorang yang ingin berolahraga dalam jangka waktu cukup lama, tak perlu khawatir akan cedera karena bahan yang digunakan adalah breathable, bebas neoprene, halus dan memiliki bahan antimikroba sehingga tidak memunculkan bau. Deker ini sudah dilengkapi dengan empat tali pengencang internal sehingga mudah diatur kekencangannya.

Deker lutut atau kneepad pada umumnya berfungsi untuk memperkencang sendi dan otot yang terdapat di sekitar lutut. Munculnya rasa sakit pada sendi lutut dikarenakan otot sekitar sendi tidak terikat pada tulang dan mengenai saraf. Sehingga perlu untuk mengencangkan otot agar tulang melekat dengan baik dan tidak mengenai saraf sehingga rasa nyeri dapat diredakan.

Skrining TBC, Apa dan Kapan Anda Membutuhkannya?

Tahun 2019 lalu, Kementerian Kesehatan RI melaksanakan skrining TBC di berbagai tempat yang dianggap berpotensi sebagai area penularan TBC. Beberapa lokasi yang dipilih adalah pondok pesantren, asrama TNI dan POLRI, serta lembaga pemasyarakatan. Lebih dari 400 ribu orang menjalani pemeriksaan dan 35 ribu di antaranya diduga menderita TBC.

Beberapa ahli bahkan mengklaim, di negara dengan kualitas sanitasi seperti Indonesia, sebagian besar masyarakat diduga memiliki bakteri TB di dalam tubuhnya. Jika tidak ada gejala yang muncul, kemungkinan karena bakteri tersebut dalam posisi tidur atau dormant. Ketika daya tahan tubuh menurun, bakteri dapat aktif dengan segera.

Maka, penting sekali untuk dilakukan skrining TBC, agar upaya-upaya penanganan yang tepat dapat dilakukan.

Skrining TBC, apakah itu?

Dengan skrining TBC dapat diketahui apakah seseorang terinfeksi bakteri tuberkulosis (TBC) atau tidak. Infeksi ini sering kali menyerang paru-paru, namun tidak terbatas pada organ tersebut. Ginjal, tulang belakang, dan otak dapat diserang oleh bakteri TBC. Itu sebabnya, infeksi ini dikategorikan sebagai infeksi yang sangat serius.

Pada beberapa orang, infeksi ini tidak menimbulkan gejala atau disebut dengan TBC laten. Seperti disebutkan sebelumnya, TBC laten dapat menjadi TBC aktif saat daya tahan tubuh menurun. Dan pada periode ini, pasien dapat menularkannya kepada orang lain.

Pemeriksaan yang sangat seksama pun dibutuhkan. Skrining TBC pada anak-anak, biasanya dilakukan dengan tes Mantoux, sedang pada orang dewasa dilakukan dengan tes dahak dan rontgen dada.

Tes Mantoux

Tes mantoux merupakan skrining TBC yang umum dilakukan pada anak-anak. Dalam prosesnya, pemeriksaan ini dilakukan dalam dua tahap.

Pada tahap pertama, dokter akan menyuntikkan purified protein derivative (PPD)ke bawah kulit pasien. Umumnya, PPD atau yang lebih dikenal dengan istilah tuberkulin ini disuntikkan di bagian lengan.

Setelah proses penyuntikkan tuberkulin, muncul benjolan kecil berwarna pucat pada area bekas suntikan.

Tahap berikutnya, dalam 24-72 jam, dokter akan melihat reaksi yang muncul terhadap tuberkulin. Adanya reaksi kulit yang timbul menandakan bahwa pasien telah terinfeksi bakteri TBC. Rentang waktu tersebut, harus presisi. Jika pasien baru datang kembali setelah 72 jam, maka tes mantoux perlu diulangi.

Sementara, bila tidak ditemukan reaksi pada kulit dan tes ini merupakan tes pertama pasien, maka pemeriksaan perlu diulangi dalam 1-3 minggu berikutnya. Tujuannya, untuk memastikan bahwa hasil skrining TBC tersebut benar-benar negatif.

Rontgen dada

Pada prinsipnya, prosedur ini menyerupai prosedur rontgen secara umum. Dada pasien akan diperiksa di bawah sinar X dan hasilnya akan diinterpretasi oleh dokter ahli radiologi. Dalam hal ini, dokter ahli radiologi akan mencari ada atau tidaknya tanda-tanda infeksi TBC.

Pemeriksaan dahak

Pasien yang menjalani skrining TBC dengan pemeriksaan dahak, akan diminta batuk hingga mengeluarkan dahak. Pengambilan sampel dahak ini dilakukan pada pagi hari.  Ke dalam wadah yang sebelumnya telah diberikan kepada pasien, dahak tersebut ditampung. Nantinya, dahak tersebut akan diperiksa di laboratorium.

Dahak akan disimpan di dalam wadah khusus yang berisi nutrisi bagi bakteri. Selanjutnya, bakteri yang tumbuh akan dianalisis agar diketahui apakah di antaranya terdapat bakteri TBC atau tidak.

Kondisi yang memerlukan skrining TBC

Tidak ada orang yang ingin terinfeksi bakteri TBC. Dan sebagian besar orang mungkin bersedia menjalani skrining TBC, demi memperoleh perawatan yang tepat. Namun, pertanyaannya, kapan kita perlu menimbang untuk melakukan pemeriksaan TBC?

Anda sebaiknya berkunjung ke dokter dan menjalani skrining TBC jika mengalami batuk terus-menerus selama 2 minggu, mengalami batuk berdarah, nyeri dada, demam, berkeringat di malam hari, sering merasa kelelahan, dan berat badan Anda menurun tanpa ada penyebab yang jelas.

Tusuk Gigi: Lebih Banyak Manfaat atau Risikonya?

Penggunaan tusuk gigi dapat mengganggu kesehatan mulut

Makan adalah salah satu kebutuhan dasar dan utama bagi makhluk hidup, utamanya manusia. Namun, banyak pula masalah yang terdapat pada proses itu. Tak jarang masalah-masalah yang ada menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia, contohnya keracunan, tersedak, hingga tersangkutnya makanan di sela gigi. Untuk yang terakhir mungkin terdengar sepele, tetapi hampir sebagian masalah pada kesehatan gigi bermula dari hal itu. Atas dasar itu, muncullah tusuk gigi.

Tusuk gigi diciptakan untuk mengatasi masalah yang timbul setelah makan. Kondisi gigi seseorang yang berbeda-beda, serta tekstur makanan yang berbeda pula memungkinkan tersangkutnya sesuatu di sela gigi manusia. Kondisi itu membuat tidak nyaman. Bahkan, bila kita abai kondisi itu bisa menyebabkan masalah kesehatan gigi yang serius.

Akan tetapi, banyak kalangan medis, utamanya dokter gigi yang tidak menyarankan penggunaan tusuk gigi. Alasannya sederhana, sebab alat itu menyisakan banyak cela lantaran memiliki berbagai risiko jika digunakan. Apa saja bahaya dari penggunaan tusuk gigi? Berikut di antaranya: 

  • Pengikisan

Ketika seseorang terus menyogok sela-sela gigi dengan tusuk gigi untuk menghilangkan sisa makanan yang tertinggal, hal itu akan menyebabkan pengikisan dan juga menyebabkan pendarahan. Jika ini terus dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada seluruh gigi.

  • Penyakit gusi

Terlalu sering memakai tusuk gigi dapat meningkatkan risiko kerusakan gusi. Tusuk gigi harus digunakan dengan sangat hati-hati dan dengan gerakan lembut. Hal ini untuk mencegah gusi terkoyak karena gerakan yang kasar.

Sesekali menggunakan tusuk gigi mungkin sah-sah saja, tetapi ketika penggunaannya terlampau sering, hal itu dapat mempengaruhi kondisi gusi. Andai masalah gusi tersebut tidak diobati hal ini dapat menyebabkan penyakit gusi parah.

  • Membuat jarak antar gigi

Ketika tusuk gigi sering digunakan di tempat yang sama, lama kelamaan hal itu akan menciptakan ruang di antara dua gigi dan akan semakin memperburuk kondisi rongga mulut Anda. 

Gunakan tusuk gigi dengan cara yang benar, yakni dengan sudut yang tepat sesuai dengan kontur yang normal. Tusuk gigi harus digerakkan dari dalam ke luar secara perlahan dengan sudut kemiringan 45 derajat. Seringkali tusuk gigi digunakan secara horizontal, sehingga dapat merenggangkan ruang di sela-sela gigi, dan makanan akan semakin mudah terselip di daerah tersebut.

  • Merusak enamel gigi

Ketika seseorang menggunakan tusuk gigi, dalam proses itu mereka juga cenderung mengunyah dari tusuk gigi yang terbuat dari plastik atau kayu dan menyebabkan kerusakan pada enamel gigi.

Enamel atau email adalah lapisan luar gigi yang bisa dilihat. Lapisan ini mengandung 5% air dan 95% zat inorganik hidroksi apalit (senyawa kalsium fospat) dan zat organik (protein dan mukopolisakarida). Zat-zat tertentu atau kebiasaan-kebiasaan buruk yang dilakukan secara terus menerus memungkinkan untuk merusak enamel atau emailk gigi ini.

  • Merusak akar gigi

Sering menggunakan tusuk gigi terlalu sering dan dengan cara yang salah memungkinkan gusi bergerak turun dari posisi sebenarnya, hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada akar gigi. Kondisi ini akan menyebabkan rasa sakit dalam beberapa kasus.

  • Pergeseran letak gigi

Kebiasaan menggunakan tusuk gigi atau kebiasaan menggigit pulpen, pensil dan kacamata berisiko memberi banyak tekanan pada gigi. Hal ini dapat menyebabkan gigi bergeser, bahkan bisa menyebabkan gigi.

Itulah beberapa kemungkinan buruk yang bisa saja didapat jika terlalu sering atau menggunakan tusuk gigi dengan cara yang salah. Sebenarnya, tusuk gigi bermanfaat jika kita tahu cara menggunakannya secara baik dan benar. Kendati demikian, jangan terlalu sering juga, ya, menggunakan tusuk gigi meskipun alat itu cukup simpel, mudah, dan efektif.

Hal-Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Endoskopi THT Anak

Berdasarkan definisinya, endoskopi adalah suatu prosedur medis untuk mengamati bagian dalam tubuh tanpa operasi. Endoskopi bisa dilakukan di beberapa organ tubuh, termasuk endoskopi THT.

Prosedur medisi ini mengandalkan alat penunjang canggih untuk melihat, memeriksa, sekaligus mendiagnosis masalah yang terjadi di dalam tubuh sesorang. Serangkaian alat itu terdiri dari semacam tabung kecil berserat optik, kamera, dan lampu.

Semua orang bisa mendapatkan prosedur medis ini, termasuk juga anak-anak. Di bawah ini akan tersedia informasi mengenai apa-apa saja yang dapat diketahui mengenai endoskopi THT pada anak.

Apa Kegunaan Pemeriksaan Endoskopi THT?

Endoskopi THT sangat bermanfaat untuk mengetahui keadaan bagian THT (telinga, hidung, dan tenggorok). Selain itu, endoskopi THT ini juga bisa digunakan untuk mendiagnosis masalah-masalah yang timbul di telinga, hidung, dan tenggorok, termasuk laring, esofagus dan bronkus.

Kondisi-kondisi seperti mimisan berulang, telinga berdenging, nyeri tenggorok, dan berbagai masalah lain menyangkut THT, bisa diatasi dengan prosedur ini. Adapun bagi anak-anak, endoskopi THT bisa pula digunakan untuk mengambil barang atau sesuatu yang tidak sengaja masuk ke telinga, hidung, atau tenggorok mereka.

Apakah Anak akan Merasakan Sakit ketika Diendoskopi?

Secara umum, tidak. Pasalnya, sebelum proses endoskopi THT dilangsungkan, dokter akan memberikan bius pada anak. Prosedur pembiusannya beragam, tetapi yang paling sering adalah dengan menyemprotkan pada bagian yang akan diendoskop.

Kapan Endoskopi THT bagi Anak Perlu Dilakukan?

Waktu terbaik bagi anak mendapat perawata endoskopi THT adalah saat Anda sebagai orang tua, atau si anak itu sendiri merasakan ada masalah di organ THT. Misalnya:

  • Kemasukan benda asing;
  • Tinnitus atau telinga berdenging;
  • Kehilangan pendengaran;
  • Polip;
  • Sinus;
  • Mimisan dengan intensitas yang sering;
  • Papiloma laring;
  • Abses tenggorok;
  • Difteri;
  • Dan berbagai masalah THT lainnya.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Endoskopi THT

Pada prosedur endoskopi THT, anak atau pasien tak perlu menjalani puasa beberapa jam sebelum pelaksanaan. Hal ini tidak seperti prosedur endoskopi saluran cerna. Hal yang harus diperhatikan sebelum memulai endoskopi THT adalah menginformasikan apabila baru atau rutin mengonsumsi obat pengencer darah dan memakai gigi palsu.

Bagaimana Prosedur Endoskopi THT Anak Dilangsungkan?

Seperti yang sudah dapat diperkirakan, prosedur endoskopi THT berlangsung dengan memasukkan endoskop ke dalam organ yang bermasalah. Penting kiranya bagi anak atau Anda yang mendampingi untuk menyampaikan apa yang dirasa kepada dokter untuk kelancaran pemeriksaan.

Dari proses itu, gambaran organ anak yang diendoskop akan terlihat lewat monitor di samping dokter. Dokter mungkin akan mengambil sedikit jaringan pada saluran cerna jika diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah Endoskopi THT, Apakah Anak Dipersilakan Pulang atau Perlu Dirawat?

Setelah prosedur pemeriksaan dilangsungkan, biasanya bila tidak ada masalah berarti, anak bisa langsung pulang. Namun, untuk kondisi-kondisi tertentu, mungkin dokter akan membuat kebijakan lain.

Umumnya, hasil endoskopi THT tersebut akan didiskusikan oleh dokter untuk menentukan langkah selanjutnya. Mengenai hasil pemeriksaan jaringan memerlukan waktu beberapa hari jika dokter mengambil sampel biopsi.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Prosedur Endoskopi THT

Umumnya jarang terjadi masalah setelah tindakan endoskopi, pasalnya prosedur edoskopi THT ini terbilang aman dan minim risiko atau efek samping. Akan tetapi segera hubungi dokter apabila terdapat keluhan pada bagian yang diendoskopi atau perasaan yang diyakini terjadi akibat prosedur itu.