Atasi Lemak Dagu Berlebih dengan Injeksi Kybella

Bagi sebagian orang, lemak di bagian dagu mungkin terasa mengganggu dan tidak menyenangkan. Lemak di area tersebut menjadi lemak yang cukup sulit untuk dihilangkan, bahkan setelah melalui diet dan olahraga yang ketat sekalipun.

Sebenarnya, selain dengan berolahraga, tahukah Anda mau ada tindakan medis khusus yang bisa dilakukan untuk mengatasi lemak dagu berlebih?

Apa itu injeksi Kybella?

Injeksi Kybella merupakan teknik injeksi atau penyuntikan nonbedah yang dilakukan untuk mengatasi lemak berlebih di bagian bawah dagu. Proses ini ditargetkan pada sel-sel lemak di area bawah dagu dengan menggunakan serangkaian suntikan dengan bahan asam deoksikolat.

Asam deoksikolat pada injeksi ini akan menyerap dan menghancurkan sel-sel lemak yang ada. Bila tidak digunakan dengan tepat, kandungan ini juga bisa menyerang sel lainnya selain sel lemak, seperti sel kulit.

Seringkali, injeksi Kybella dijadikan alternatif bagi orang-orang yang tidak ingin menjalani operasi sedot lemak. Injeksi ini sebaiknya hanya dilakukan bagi orang dewasa di atas usia 18 tahun yang memiliki lemak berlebih di area bawah dagu.

Sebaliknya, injeksi ini sebaiknya tidak dilakukan bagi Anda yang mengalami infeksi, sulit menelan, akan menjalani operasi wajah, sedang hamil dan menyusui, atau memiliki kondisi medis tertentu di area yang dekat dengan lemak di bawah dagu. Penting bagi Anda untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu mengenai riwayat medis sebelum memulai injeksi.

Injeksi Kybella menjadi solusi bagi orang-orang yang merasa terganggu dengan adanya lemak berlebih di bagian bawah dagu mereka. Tindakan ini merupakan satu-satunya suntikan yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk mengatasi masalah lemak dagu berlebih.

Bagaimana injeksi Kybella bekerja?

Proses pengurangan lemak dengan injeksi Kybella sepenuhnya bergantung pada asam deoksikolat yang akan menghancurkan sel-sel lemak. Setiap proses penyuntikan umumnya memakan waktu kurang lebih 15-20 menit.

Pada dasarnya, setiap memiliki asam deoksikolat atau asam empedu di dalam tubuhnya. Asam ini memiliki peran sebagai pembakar lemak. Injeksi Kybella mengolah asam tersebut dan menggunakan asam deoksikolat sintetis untuk menghancurkan lemak di bawah dagu supaya tak ada lagi lemak yang tersimpan.

Sebelum penyuntikan dimulai, Anda akan terlebih dahulu diberikan obat khusus yang membuat Anda tidak bisa merasakan area bawah dagu selama beberapa waktu. Setelah itu, area di bawah dagu Anda juga akan diberi tanda atau simbol khusus menggunakan spidol sebagai penanda area yang akan disuntik.

Jumlah suntikan pada setiap pasien berbeda-beda, tergantung kondisi lemak dan dagu pasien. Terkadang, sebanyak 20 sampai 50 injeksi disuntikkan ke bawah dagu. Setelah itu, asam yang sudah disuntikkan akan bekerja secara bertahap untuk membakar lemak. Periode pembakaran lemak bisa memakan waktu sampai berminggu-minggu.

Selain jumlah suntikan, jumlah sesi perawatan bagi setiap pasien juga berbeda-beda. Ada yang melakukan perawatan sampai enam sesi, ada juga yang terus melakukan perawatan sampai berbulan-bulan secara rutin.

Apabila digunakan secara tidak tepat, kadar asam deoksikolat pada injeksi bisa membawa efek samping yang berbahaya, yaitu membakar sel-sel lain di luar sel lemak. Akibatnya, Anda beresiko untuk terkena penyakit tertentu.

Oleh sebab itu, pastikan untuk melakukan injeksi Kybella di pusat layanan yang terpercaya dan berlisensi. Selain itu, konsultasikan juga terlebih dahulu pada dokter atau ahli kesehatan lainnya sebelum memulai sesi penyuntikan.

Pencegahan dan Penanganan Hellp Syndrome

Hellp Syndrome merupakan gangguan pada organ hati dan darah yang terjadi pada perempuan hamil dan sering dikaitkan dengan preeklampsia. Kondisi ini akan muncul dan biasa terjadi setelah usia kehamilan memasuki 20 minggu, jika tidak diatasi dengan segera sindrom ini bisa mengancam nyawa perempuan yang hamil tersebut.

Hellp merupakan singkatan dari Hemolisis (H) adalah kerusakan sel darah merah, Elevated liver enzyms (EL) merupakan peningkatan produksi enzim hati yang diakibatkan pada ganguan sel hati, sementara Low Platelet (LP) merupakan jumlah platelet atau juga dikenal dengan nama trombosit yang terlalu rendah sehingga menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah.

Pencegahan Hellp Syndrome

Usia menjadi faktor utama munculnya sindrom ini, biasanya oleh perempuan yang sudah berusia 34 tahun ke atas. Tak hanya itu, risiko munculnya kondisi ini juga dapat terjadi jika perempuan tengah hamil anak kembar dan riwayat keluarga yang pernah mengalami sindrom ini sebelumnya. Selain itu, beberapa kondisi seperti obesitas, tekanan darah tinggi dan lain sebagainya bisa menjadi penyebab.

Dalam banyak kasus kehamilan, sindrom ini tidak bisa dicegah dikarenakan penyebab yang tidak diketahui. Namun, terdapat beberapa cara yang bisa dipakai untuk mencegah ibu hamil terkena sindrom ini. Cara ini bisa dilakukan ibu hamil untuk menurunkan risiko mengalami kondisi ini, berikut beberapa di antaranya.

  • Menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi berbagai jenis makanan sehat seperti sayuran, buah, protein dan gandum utuh.
  • Selain mengonsumsi makanan bergizi, gaya hidup sehat juga perlu diimbangi dengan berolahraga secara teratur dan rutin, olahraga bisa menghindarkan dari diabetes dan hipertensi.
  • Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, tentunya sesuai denga jadwal yang sudah ditentukan oleh dokter atau bidan.
  • Konsultasikan ke dokter atau bidan jika mengalami beberapa gejala sindrom hellp ini, atau mengalami preeklamsia, eklamsia agar bisa segera ditangani.

Penanganan Sindrom Hellp

Pemeriksaan fisik umumnya akan dilakukan oleh para dokter pada saat pasien melakukan konsultasi, selain itu dilanjutkan dengan pemeriksaan lain seperti tes urine guna melihat kebocoran protein dan tes darah untuk mengevaluasi fungsi hati serta jumlah trombosit. Kemungkinan dilakukan tes MRI juga diperlukan, tujuannya untuk melihat kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan ibu hamil ternyata mengalami kondisi sindrom tersebut, dampak dan konsekuensi dari ibu hamil yang berada dalam kondisi ini adalah melahirkan bayi secara prematur. Cara ini dipilih untuk mencegah terjadinya komplikasi serius yang bisa membahayakan kondisi ibu dan bayi.

Meski demikian, langkah medis lain bisa diambil oleh dokter apabila usia kehamilan masih kurang dari 34 minggu. Dokter kemungkinan akan menyarankan ibu hamil melakukan terminasi kehamilan yang meliputi beberapa cara berikut ini, metode yang ada bisa dilakukan di rumah sakit agar kondisi ibu terpantau oleh dokter.

  • Bed rest atau tirah baring dengan perawatan di rumah sakit, tujuannya agar kesehatan ibu dan janin terjaga dengan baik.
  • Transfusi darah dilakukan jika jumlah trombosit terlalu rendah dan menimbulkan risiko perdarahan pada ibu hamil.
  • Pemberian kortikosteroid yang berfungsi mempercepat pematangan paru-paru bayi sebelum lahir dan bisa berfungsi baik setelah lahir.
  • Pemberian magnesium sulfat, tujuannya adalah untuk emncegah terjadinya eklamsia disertai dengan pemberian obat penurun tekanan darah.
  • Langkah yang terakhir adalah pemantauan dan juga evaluasi yang memungkinkan ibu hamil mengalami kondisi gawat janin.

Perempuan yang sebelumnya pernah mengalami Hellp Syndrome kemungkinan besar berisiko tinggi mengalami komplikasi selama kehamilan. Pastikan dokter yang menangani kondisi ini mengetahui seluruh riwayat kesehatan dan kehamilan pasien sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Saat Darurat, Inilah Cara Melakukan Heimlich Maneuver

Tidak sedikit orang yang harus mengalami kondisi darurat, bahkan kematian, akibat tersedak. Pasalnya, kebanyakan orang tidak memahami cara melakukan heimlich maneuver. Padahal, pengetahuan ini penting sekali.

Tersedak menjadi berbahaya sebab membuat tertutupnya jalan napas. Dengan menerapkan heimlich maneuver, objek tersebut dapat dikeluarkan. Sebab saat melakukan teknik ini, diafragma diangkat dan ada udara keluar dari paru-paru, mendorong objek tersebut.

Karena tergolong teknik sederhana, heimlich maneuver bahkan dapat dilakukan kepada diri sendiri. Namun, cara melakukan heimlich maneuver berbeda antara satu orang dengan orang lainnya, tergantung pada kondisi masing-masing.

Cara melakukan heimlich maneuver

Saat orang tersedak, tidak dapat berbicara, tidak bisa batuk, sulit bernapas, dan memberikan isyarat sedang tersedang, inilah saat heimlich maneuver perlu dilakukan. Di bawah ini, cara melakukan heimlich maneuver.

1. Pada orang dewasa dan tidak mengandung

Berdirilah di belakang orang yang tersedak, satu kaki Anda sebaiknya lebih maju agar lebih seimbang. Kemudian, bungkukan tubuh orang yang tersedak ke depan. Dengan punggung tangan, berikan lima pukulan di bagian belakang tubuhnya.

Setelah itu, lingkarkan tangan Anda di dada orang tersebut. Kepalkan tangan Anda dan letakkan di atas pusarnya, dengan posisi jempol masuk. Dengan tangan yang bebas, peganglah tangan yang mengepal tersebut. Lalu, tekan ke arah dalam dan atas.

Ulangi terus sampai objek keluar atau orang yang tersedak dapat kembali bernapas.

2. Pada ibu hamil

Saat ibu hamil tersedak, tentu heimlich maneuver yang dilakukan tidak bisa disamakan dengan orang dewasa lain, yang tidak sedang mengandung. Pada ibu hamil, heimlich maneuver dilakukan dengan melingkarkan tangan sedikit lebih tinggi dari torsonya, sekitar area tulang payudara.

Apabila ibu hamil yang tersedak tidak sadarkan diri, posisikan badannya dalam kondisi telentang. Lalu, keluarkan objek dengan menggunakan jari dalam gerakan melingkar.

3. Pada anak di bawah 1 tahun

Penerapan heimlich maneuver pada anak di bawah 1 tahun sedikit berbeda. Anda harus melakukan heimlich maneuver dalam posisi duduk dan pangku anak di paha Anda, dengan posisi kepala anak lebih rendah dari punggung.

Berikan empat pukulan atau back blow perlahan di punggungnya. Jika cara ini tidak berhasil, maka ubah posisi anak menjadi telentang, dengan bagian kepala lebih rendah dari punggung. Tempatkan dua jari pada bagian tengah tulang dada, lalu lakukan kompresi cepat sebanyak lima kali. Lakukan cara ini sampai objek tersebut keluar dan anak dapat bernapas kembali atau terbatuk.

Perlu diingat, heimlich maneuver pada anak di bawah satu tahun tidak boleh terlalu bertenaga. Sebab berisiko merusak tulang rusuk anak.

4. Pada diri sendiri

Selain kepada orang lain, heimlich maneuver juga dapat dilakukan kepada diri sendiri. Caranya, kepalkan tangan Anda dengan jempol masuk ke dalam dan letakkan di atas pusar. Lalu, pegang tangan yang sudah mengepal dengan tangan yang bebas. Beri tekanan ke arah dalam dan atas, secara bersamaan. Cara ini diulangi sampai objek berhasil dikeluarkan.

Bila cara tersebut tidak berhasil, tekan perut bagian atas pada bidang datar dan keras, seperti sisi meja atau kursi. Kemudian, tekan dengan keras dan cepat, sampai objek tersebut keluar.

Meskipun cukup sederhana, dalam keadaan darurat, banyak orang lupa cara melakukan heimlich maneuver. Maka, penting melatih skill tersebut dengan mengikuti pelatihan pertolongan pertama.