Hobi Ngeteh di Sore Hari? Yuk Coba Rasakan Manfaat Teh Daun Kelor

Bagi Anda yang memiliki kegemaran menikmati sore hari sambil minum teh, mungkin Anda belum familier dengan teh daun kelor, ya? Padahal, daun kelor atau yang juga dikenal dengan daun moringa ini sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan herbal untuk mengatasi penyakit tertentu. Cara mengonsumsi tanaman ini pun beragam, salah satunya dengan mengolahnya menjadi teh daun kelor.

Cara membuat teh daun kelor ini cukup sederhana. Anda hanya perlu mengeringkan daun kelor, lalu menyeduhnya dengan air panas. Walaupun Anda menyeduh daun kelor sebagai teh, khasiat dan manfaat yang Anda dapatkan akan tetap terasa maksimal.

Apa saja manfaat teh daun kelor untuk kesehatan tubuh?

Di bawah ini, akan disebutkan secara jelas manfaat teh daun kelor untuk kesehatan tubuh.

  1. Menurunkan berat badan

Teh daun kelor dipercaya dapat melancarkan metabolisme tubuh. Selain itu, mengonsumsi teh daun kelor secara rutin dapat mempercepat pembakaran kalori, mengontrol kadar gula darah dalam tubuh, dan juga di saat yang bersamaan dapat meningkatkan energi.

  1. Bermanfaat bagi kesehatan kulit

Di dalam daun kelor terdapat kandungan vitamin C dan bioflavonoid yang bermanfaat bagi kesehatan kulit. Dengan mengonsumsi teh daun kelor secara rutin, manfaat yang didapat, antara lain menjaga kelembapan kulit, mencegah timbulnya kerutan, mengobati jerawat, dan memberikan kesan wajah yang awet muda.

  1. Menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh

Kandungan vitamin C dalam teh daun kelor tadi juga bermanfaat dalam meningkatkan daya tahan tubuh dan juga melindungi tubuh dari berbagai virus penyebab flu. Fungsi ini juga didukung oleh kandungan antioksidan di dalam daun kelor itu sendiri.

  1. Membantu mengatasi disfungsi ereksi

Disfungsi ereksi atau yang dalam bahasa awamnya dikenal dengan lemah syahwat terjadi ketika aliran darah ke area penis mengalami gangguan. Dalam penelitian menggunakan hewan uji, ekstrak daun kelor ternyata bermanfaat dalam melancarkan aliran darah tersebut. Dengan begitu, permasalahan disfungsi ereksi dapat diatasi.

  1. Berpeluang mencegah timbulnya kanker

Teh daun kelor dipercaya berfungsi untuk melambatkan pertumbuhan sel kanker pankreas dan juga membuat obat kemoterapi bekerja secara maksimal. Walaupun begitu, ketika Anda sedang menjalani pengobatan kanker, hindar untuk mengonsumsi teh daun kelor terlebih dulu. Jika Anda ingin memutuskan untuk mengonsumsinya, maka lebih baik mendiskusikannya terlebih dulu dengan dokter.

  1. Membantu menyeimbangkan hormon dalam tubuh

Teh daun kelor ternyata juga berfungsi dalam menyeimbangkan hormon dalam tubuh. Dengan kata lain, komplikasi yang mungkin muncul ketika memasuki periode menopause dapat dihindari.

Ada pun risiko kesehatan yang mungkin akan muncul, antara lain menurunnya keseimbangan kadar hormon dalam tubuh, timbulnya gangguan kelenjar tiroid, dan hipotiroidisme.

  1. Baik untuk kesehatan jantung

Di dalam daun kelor mengandung kalium yang dapat bermanfaat dalam menurunkan tekanan darah. Dengan begitu, risiko terjadinya penyakit jantung juga dapat dikurangi.

  1. Meredakan kram ketika menstruasi

Daun kelor mengandung analgesik atau antinyeri. Dari kandungan tersebut, teh daun kelor dipercaya dapat mengurangi sakit akibat kram ketika menstruasi datang, termasuk di dalamnya mengatasi gejala lain yang timbul, seperti kembung, migrain, dan mood swing.

Seberapa Besar Pengaruh Genetik Sebabkan Hipertensi pada Anak?

Hipertensi pada anak dapat dipicu oleh berbagai faktor

Banyak sekali kondisi medis berbahaya bermula atau dipicu oleh hipertensi atau tekanan darah tinggi. Biasanya, penderitanya adalah orang dewasa atau tua yang telah memiliki faktor risiko semenjak muda. Namun, tahukah Anda jika kasus hipertensi pada anak sering juga terjadi?

Anak-anak yang menderita hipertensi disebut-sebut sudah dapat menunjukkan kondisinya sejak mereka masih balita. Anak bayi pun memiliki potensi menderita hipertensi, meski kemungkinannya hanya 1 sampai 2 persen saja. Oleh karenanya, dalam kasus ini, orang tua dituntut lebih peka dan memahami betul kondisi anaknya agar dapat dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di atas ambang normal. Jika biasanya berada di angka 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg, pengidap hipertensi memiliki tekanan darah hingga bahkan melebihi 140/90 mmHg sampai dengan 180/120 mmHg.

Secara garis besar, hipertensi dibagi ke dalam dua kelompok, pertama hipertensi primer yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Kelompok kedua adalah hipertensi sekunder yang disebabkan karena faktor kelainan ginjal atau obesitas. Adapun 60-70 persen kasus hipertensi yang dialami anak adalah hipertensi sekunder.

Sedangkan faktor genetik atau faktor keturunan di balik hipertensi pada anak ini memiliki persentase yang tak bisa diabaikan. Kemungkinannya menyentuh angka 20 hingga 30 persen kasus.

Faktor genetik atau keturunan dari orang tua terhadap hipertensi pada anak ini dikelompokkan ke dalam kelompok hipertensi primer. Faktor keturunan inilah yang biasanya ditanyai paling awal oleh dokter ketika ada orang tua yang memeriksakan anaknya terkait kemungkinan tekanan darah tinggi. Riwayat penyakit orang tua, seperti memiliki penyakit ginjal atau tidak amat penting untuk diagnosis awal.

  • Hati-Hati Faktor Penyebab Lain

Hipertensi pada anak yang paling sering terjadi karena faktor kelainan pada ginjal, penyempitan pembuluh darah di ginjal, penyempitan aorta jantung, dan juga bisa disebabkan oleh kelainan bawaan ginjal dan saluran kemih. 

Ini biasanya yang sering dialami oleh bayi. Semua kelainan bawaan pada bayi, jadi bisa disebabkan oleh kelainan endokrin misalnya, hipertiroid itu bisa menyebabkan hipertensi

Kendati demikian, orang tua tidak seharusnya panik berlebihan karena hipertensi pada anak bisa diatasi dengan baik. Yang perlu dilakukan orang tua adalah sesegera mungkin memeriksakan anak ke dokter, terutama bila Anda dan/atau pasangan memang memiliki penyakit hipertensi. Bila anak dinyatakan mengalaminya, dokter kemungkinan akan menyarankan anak untuk menjalani dua pengobatan sekaligus yakni non-farmakologi dan farmakologi.

Non-farmakologi berkaitan dengan gaya hidup anak. Dokter akan mewanti-wanti orang tua untuk menjaga betul gaya hidup anak mereka. Sebagai contoh, semisal anak mengalami obesitas, orang tua diminta untuk mengupayakan penurunan berat badan dengan melakukan beragam olahraga secara teratur hingga menjaga pola makan. Bila masih belum ada perubahan yang signifikan atau tensi darahnya masih tinggi, barulah diberikan obat-obatan anti-hipertensi.

Bila sudah melakukan beberapa upaya di atas, biasanya dokter akan meminta orang tua dan anak untuk melakukan kontrol secara rutin. Dokter mungkin akan melakukan upaya-upaya medis lain agar hipertensi pada anak dapat diatasi dengan maksimal.

Namun, yang paling penting dalam kasus hipertensi pada anak ini bahwa upaya tidak difokuskan pada penurunan tekanan darahnya saja, lebih jauh dari itu adalah perubahan gaya hidup agar ke depannya, masalah ini tak lagi muncul dan membahayakan kondisinya.

Mengenal Minyak VCO, Minyak Kelapa yang Tidak Biasa

Penggunaan minyak kelapa sudah umum digunakan untuk berbagai tujuan kesehatan. Namun, selain minyak kelapa biasa, ada juga virgin coconut oil atau minyak VCO yang memiliki manfaat alami.

minyak vco

Nama minyak VCO melambangkan proses minyak kelapa yang tidak memiliki standar baku. Kata virgin mengacu pada proses pembuatan minyak kelapa murni yang tetap mempertahankan elemen-elemen alami di dalamnya, dengan tidak mengubah aroma dan warnanya.

Apa yang membedakan minyak VCO dengan minyak kelapa biasa?

Secara garis besar, minyak kelapa biasanya didapatkan dari daging kelapa segar dan daging kelapa kering. Minyak VCO menggunakan daging kelapa yang segar, sementara minyak kelapa biasa menggunakan daging kelapa yang kering.

Setelah minyak diambil dari daging kelapa segar, minyak tidak diproses lebih lanjut menggunakan suhu tinggi ataupun campuran zat-zat kimia tertent. Proses pembuatan sepenuhnya dilakukan secara alami.

Pada metode kering, minyak dibuat dari daging kelapa segar yang dikeringkan terlebih dahulu. Setelah itu, daging kelapa yang kering akan dipanasi dengan sedikit suhu panas lalu ditekan dengan mesin untuk mengeluarkan minyak dari daging.

Selain metode kering, minyak juga bisa dihasilkan dari metode basah, yaitu metode yang lebih tradisional. Pada metode ini, daging kelapa akan diremas dan dikeluarkan santannya. Santan itu kemudian akan difermentasi, dicampur dengan enzim tertentu, lalu dipisahkan ampasnya menggunakan mesin. Dari pemisahan ini, akan keluar minyak bening yang kemudian menjadi minyak VCO.

Apabila dibandingkan dengan minyak kelapa biasa, proses ini cenderung lebih singkat karena tidak adanya pengubahan warna dan aroma. Hal inilah yang menjadikan VCO sebagai minyak alami dibandingkan dengan minyak kelapa biasa.

Kelebihan menggunakan minyak VCO

Setiap minyak kelapa memiliki manfaat yang baik bagi kesehatan. Akan tetapi, secara khusus, minyak VCO memiliki beberapa kelebihan lain yang tidak ditemukan pada minyak kelapa biasa.

Salah satu manfaat dari minyak ini adalah kemampuannya untuk mengurangi stres. Di dalam kandungan minyak ini, terdapat antioksidan yang berfungsi sebagai penangkal radikal bebas sekaligus mengurangi stres akibat olahraga atau penyakit flu.

Menurut penelitian, minyak ini juga bisa digunakan sebagai bahan pengobatan depresi. Hasil yang lebih maksimal akan didapatkan apabila mengombinasikan minyak VCO dengan tumbuhan yang mengandung antioksidan lainnya.

Pada penyakit, VCO dipercaya ampuh untuk mengatasi eksim atau dermatitis atopik, yaitu gangguan kesehatan pada kulit. Untuk mengobatinya, Anda bisa mengoleskan VCO ke kulit untuk mengurangi peradangan akibat eksim. Secara khusus, miyak ini cocok untuk digunakan pada anak-anak dan memiliki tingkat keampuhan 30% lebih tinggi dibandingkan mineral lainnya.

Efek samping menggunakan minyak VCO

Selayaknya bahan pengobatan pada umumnya, minyak VCO pun tidak terlepas dari kemungkinan adanya efek samping yang dihasilkan. Efek samping ini umumnya terjadi saat minyak dioleskan pada kulit sebagai pengobatan kondisi kulit.

Pada wanita hamil dan menyusui, pemakaian minyak ini sebaiknya hanya dilakukan berdasarkan anjuran dari dokter. Belum ada penelitian yang bisa membuktikan bahwa VCO aman untuk digunakan di tengah masa kehamilan dan menyusui.

Secara khusus, pemakaian VCO sangat tidak dianjurkan bagi penderita kolesterol. Di dalam minyak, terdapat kandungan lemak yang berpotensi untuk meningkatkan kadar kolesterol. Apabila minyak ini dicampurkan ke dalam makanan, Anda berpotensi untk mengalami peningkatan pada kadar kolesterol. Selain efek samping di atas, tidak ada efek samping lain yang mungkin akan ditimbulkan oleh minyak VCO. Untuk mendapatkan informasi pemakaian yang lebih aman, cobalah untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum penggunaannya.

Alasan Logis di Balik Fenomena Electra Complex

Pernahkah Anda mendengar atau membaca sebuah legenda Yunani tentang sebuah peristiwa pembunuhan ibu oleh anak perempuannya? Syahdan, seorang putri dikerajaan Argos, Electra, melakukan misi balas dendam atas kematian ayahnya, Agamemnon. Electra dibantu sudaranya Orestes membunuh sang ibu, Clytemnestra dan pacarnya sekaligus, Aegisthus. Keduanya adalah orang di balik kematian ayahnya. Konon dari cerita itu, fenomena electra complex muncul.

Electra Complex hasil buah pikir Carl Gustav Jung dimengerti sebagai sebuah kondisi di mana anak perempuan memiliki ketertarikan lebih dan khusus kepada ayahnya. Ketertarikan itu, menurut Jung, bahkan juga dalam ranah seksual.

Lebih radikal, konsep electra complex ini dapat disebut sebagai sebuah kecemburuan anak perempuan terhadap ibunya. Mereka cenderung tidak suka kepada ibu lantaran merasa tersaingi dalam hal cinta dan kasih sayang ayah. Kondisi ini bisa berlanjut hingga si anak perempuan memiliki rasa ketakutan kehilangan rasa cinta dan kasih sayang dari sayang ayah.

Berbeda dengan oedipus complex, atau antitesis dari electra complex, fenomena “cinta” anak perempuan terhadap ayahnya ini lebih intens dan cenderung beranjak ke situasi yang tidak seharusnya terjadi.

Namun, konsep atau fenomena soal electra complex, termasuk oedepus complex, masih sering menuai perdebatan dan pro—kontra. Pasalnya, semuanya masih harus dibuktikan melalui berbagai macam penelitian dan kajian ilmiah lanjutan. Akan tetapi, mari kita berandai-andai, jika electra complex memang eksis, argumen logis apa saja sih yang bisa dijadikan sebagai sebuah pembenaran atas kondisi tersebut? Berikut di antaranya:

  • Laki-Laki Pertama dalam Hidup Anak Perempuan Adalah Ayah

Tak dapat dimungkiri jika laki-laki pertama bagi seorang anak perempuan adalah ayahnya sendiri, meskipun dia memiliki kakak laki-laki, misalnya. Sehingga itu membentuk anggapan seorang anak perempuan tentang lawan jenis berdasarkan apa yang dia lihat dari ayahnya.

Kondisi ini tak berlebihan jika mengatakan seorang ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Belum lagi ditambah bahwa banyak orang yang mengamini dan tidak perlu mendebat argumen tersebut.

  • Peran Ayah Melindungi Anak Perempuannya

Secara umum, manusia memiliki naluri untuk melindungi, terlebih orang tua. Bukan bermaksud seksis, tetapi pada umumnya, seorang anak perempuan cenderung merasa aman dan nyaman di dekat sang ayah lantaran meyakini bahwa pria dewasa itu mampu melindunginya dari segala marabahaya.

Setali tiga uang, hampir dipastikan bahwa semua ayah akan melakukan apa pun untuk melindungi keluarganya, termasuk anak perempuannya.

  • Anak Perempuan Cenderung Lebih Peka

Anak perempuan cenderung lebih ekspresif daripada laki-laki sehingga mereka selalu menunjukkan kasih sayang dan gerakan-gerakan yang menyenangkan bagi seorang ayah, seperti senyum atau sentuhan lembut.

  • Kemudahan Berkomunikasi

Secara statistik, 88 persen ibu mengaku memperlakukan anak laki-laki dan perempuan secara berbeda. Meski tidak tepat, mereka mengaku bahwa ikatan dengan anak laki-laki cenderung lebih mudah daripada dengan anak perempuan. Sebaliknya, seorang ayah cenderung lebih mudah berkomunikasi dengan anak perempuannya.

***

Selain beberapa poin di atas, penjelasan masuk akal lain mengenai fenomena electra complex dapat ditinjau dari peran sang ayah dalam masa pertumbuhan anak perempuannya. Dapat dikatakan bahwa terdapat hubungan unik antara ayah dan anak perempuannya.

Suatu hal yang lumrah jika seorang ayah cenderung lebih dekat dan akrab dengan anak perempuan ketimbang terhadap anak lelakinya. Kebanyakan orang berpikir bahwa peran ayah sangat penting dalam membentuk anak laki-laki menjadi laki-laki dewasa. Namun, banyak juga orang yang gagal memahami pengaruh ayah terhadap anak perempuan mereka.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa peran ayah memiliki pengaruh yang lebih besar pada anak-anaknya daripada seorang ibu dalam hal pembentukan perilaku. Penelitian lain menunjukkan bahwa anak perempuan yang memiliki hubungan yang lebih baik dengan ayahnya cenderung memiliki banyak keuntungan pribadi, seperti hubungan romantis yang lebih sehat, perilaku yang lebih baik, peningkatan harga diri, citra tubuh yang positif, kemandirian, dan kemampuan mengambil keputusan yang lebih baik.

Di sisi lain, tidak adanya figur ayah menjadi salah satu faktor paling umum bagi seorang anak perempuan untuk tumbuh secara introvert, berprasangka buruk terhadap lawan jenis, membuat keputusan terburu-buru, dan terlibat dalam hubungan yang tidak stabil.

Kedekatan ayah terhadap anak perempuannya sebenarnya adalah sesuatu yang bisa dan normal-normal saja. Masalahnya, electra complex seakan menjadi sebuah hal “luar biasa” lantaran definisi dan tafsiran-tafsirannya. Jadi, sebaiknya tetap jalankan apa-apanya sesuai koridor dan batasan-batasan yang ada, ya.

Muncul Bercak Keunguan di Sekitar Mata? Waspada Amiloidosis

Istilah amiloidosis mungkin terdengar kurang familiar di telinga Anda. Walaupun begitu, kondisi ini juga tidak boleh disepelekan. Pasalnya, amiloidosis yang disebabkan oleh penumpukan protein abnormal, amiloid, dapat menyebabkan perubahan bentuk dan kerja organ tubuh. Tidak jarang, amiloidosis bahkan dapat berdampak pada kondisi jantung, ginjal, hati, limpa, sistem saraf pusat, dan sistem pencernaan.

Amiloidosis tergolong sebagai kelainan langka yang dapat menjadi masalah kesehatan serius. Dalam kasus tertentu, kondisi ini dapat membahayakan nyawa seseorang. Sayangnya, gejala amiloidosis ini baru dapat muncul ketika telah memasuki tahap yang lebih serius. Gejala yang ditimbulkan juga dapat dikatakan tidak signifikan dan tidak memiliki ciri khas tertentu.

Tanda dan gejala amiloidosis yang perlu diperhatikan

Terdapat beberapa kemungkinan tanda dan gejala amiloidosis yang perlu Anda perhatikan:

  • Adanya pembengkakan pada pergelangan kaki dan kaki.
  • Merasakan lelah dan lemah tubuh yang tidak biasa.
  • Seringkali merasa kebas, kesemutan, maupun nyeri pada tangan, terutama pada pergelangan tangan atau kaki.
  • Penurunan berat badan yang cukup drastis bukan akibat diet tertentu.
  • Lidah membengkak dan mengalami kesulitan ketika menelan.
  • Adanya perubahan tekstur kulit, seperti menebal atau bahkan mudah memar serta munculnya bercak berwarna keunguan di sekitar area mata.
  • Diare yang disertai darah atau sembelit.

Apa yang menyebabkan amiloidosis?

Telah disebutkan bahwa amiloidosis disebabkan oleh penumpukan protein abnormal yang disebut amiloid. Amiloid ini diproduksi oleh sumsum tulang. Ada pun penyebab amiloidosis tergantung berdasarkan tipe amiloidosis yang dialami, seperti:

  • Amiloidosis tipe AL (amiloidosis primer): jenis amiloidosis yang sering terjadi yang dialami oleh kelompok usia 60-70 tahun. Kondisi ini disebabkan oleh produksi antibodi abnormal oleh sumsum tulang belakang yang tidak dapat dihancurkan. Antibodi yang diproduksi tersebut tersimpan dalam tubuh sebagai amiloid.
  • Amiloidosis tipe AA (amiloidosis sekunder): kondisi ini rentan menyerang organ ginjal, sistem pencernaan, hati, dan juga jantung. Tipe AA ini dipicu karena infeksi dan peradangan kronis, seperti penyakit sendi rematik.
  • Amiloidosis keturunan: jenis amiloidosis yang disebabkan oleh faktor genetik dan rawan menyerang saraf, hati, dan ginjal.
  • Amiloidosis akibat cuci darah: tipe ini terjadi akibat protein yang tersimpan di darah dalam persendian dan tendon. Kondisi ini akan mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan carpal tunnel syndrome. Pasien cuci darah yang telah melakukan prosedur tersebut dalam jangka waktu yang panjang, berisiko terkena amiloidosis jenis ini.

Penjelasan Singkat Toksoplasmosis

Merupakan suatu kondisi di mana terjadi infeksi pada manusia yang ditimbulkan oleh parasit protozoa atau organisme bersel satu Toxplasma gondii (T.gondii) disebut dengan toksoplasmosis. Parasit jenis ini seringkali muncul pada kotoran kucing atau daging yang belum matang, infeksi pada orang yang sehat pada umumnya tidak membahayakan.

Pada orang yang sehat kondisi ini bisa diatasi dengan sistem kekebalan tubuh yang bisa mengendalikan infeksi parasit tersebut. Namun, penanganan medis serius harus dan perlu dilakukan jika infeksi yang ada menyerang seseorang dengan sistem imunitas yang rendah, termasuk pada ibu hamil, tujuannya untuk menghindari komplikasi berat.

Toksoplasmosis

Infeksi yang disebarkan dari hewan ke manusia, alias bukan antara manusia terkecuali pada perempuan  hamil yang bisa menyebarkan infeksi tersebut pada janin yang dikandung. Akibat yang ditimbulkan dari kondisi tersebut, janin bisa mengalami perkembangan yang lambat. Dalam kasus infeksi yang berat, dampak buruk yang muncul bisa keguguran dan bahkan kematian janin.

Pasca munculnya infeksi ini, parasit yang menjadi penyebabnya bisa bertahan dalam kondisi tubuh tidak aktif. Dampak yang ditimbulkan adalah memberi kekebalan seumur hidup terhadap infeksi parasit. Tetapi, ketika sistem imunitas tubuh melemah karena penyakit atau konsumsi obat tertentu, infeksi parasit bisa aktif kembali dan memicu komplikasi yang lebih parah.

Gejala Infeksi

Gejala dari infeksi yang menyerang orang sehat bisa saja tidak muncul dan penderita bisa langsung pulih sepenuhnya. Meski demikian, pada kasus lainnya gejala dapat muncul dalam beberapa minggu, seperti flu, demam, nyeri otot, kelelahan, radang tenggorokan hingga pembengkakan kelenjar getah bening dan bisa membaik dalam waktu enam minggu.

Sementara itu infeksi pada bayi dan anak-anak pada umumnya ditularkan dari si ibu pada masa kehamilan. Gejala yang lebih serius bisa dialami janin yang terinfeksi pada trimester awal kehamilan, berupa bayi prematur, keguguran hingga kematian janin di dalam kandungan. Selain itu, bayi yang lahir dengan kondisi terinfeksi akan menunjukkan gejala seperti berikut ini.

  • Kondisi warna kulit berubah menjadi kekuningan.
  • Mengalami peradangan korion, infeksi yang terjadi pada bagian belakang bola mata dan retina.
  • Pembesaran pada organ hati dan limpa dan munculnya ruam kulit, atau kulit mudah memar.
  • Mengalami kejang, hingga penumpukan cairan otak di kepala yang membuat kepala menjadi besar.
  • Atau kepala menjadi lebih kecil, diakibatkan gangguan intelektual atau retardiasi mental.
  • Kehilangan pendengaran hingga mengalami anemia.

Penyebab Infeksi Toksoplasmosis

Infeksi ini diakibatkan merupakan organisme parasit sel tunggal atau protozoa yang bisa menyebarkan infeksi pada hewan, bisa itu hewan liar maupun hewan peliharaan yang tidak terawat dengan baik alias kotor dan juga manusia. Parasit ini bisa tumbuh dalam jaringan banyak hewan, namun lebih banyak terdapat dalam tubuh kucing, berikut beberapa rute infeksi pada manusia.

  • Melalui Makanan

Parasit dalam bentuk kista dapat menginfeksi manusia melalui makanan, hal ini bisa terjadi melalui konsumsi daging yang kurang matang dan terkontaminasi parasit, terutama pada hewan seperti babi, rusa dan kambing.

  • Infeksi Hewan ke Manusia

Infeksi ini bisa terjadi terutama melalui kucing, kucing bisa terinfeksi parasit ini jika memangsa beberapa hewan dengan jenis pengerat, burung atau hewan kecil lain yang sudah terinfeksi. Hewan yang sudah terinfeksi bisa mengeluarkan parasit dalam bentuk oosit selama tiga minggu. Feses kucing yang mengandung oosit toksoplasma bisa mengontaminasi tanah dan lingkungan.