Sisir Kutu, Atasi Masalah Kutu Rambut Secara Langsung

Tidak ada yang menyukai kutu karena membuat Anda merasa tidak nyaman dan faktanya kutu bisa bersarang di rambut manusia. Lalu bagaimana cara mengatasinya? Sisir kutu solusinya.

Setelah menemukan bahwa Anda memiliki kutu, kebanyakan orang biasanya memiliki pemikiran yang sama, singkirkan kutu tersebut. 

Terdapat banyak pilihan untuk membasmi kutu di rambut Anda, termasuk perawatan kutu topikal, sampo, dan bahkan memotong rambut. Tetapi ada satu alat yang mungkin belum Anda pertimbangkan yang dapat memberikan hasil secara langsung, yaitu sisir kutu.

Seperti namanya, sisir kutu adalah alat perawatan yang digunakan untuk menyisir rambut Anda. Namun tidak seperti sisir biasa, jarak gigi sisir kutu sangat tipis sehingga memungkinkan sisir untuk secara fisik menjebak dan menghilangkan kutu, telur kutu, dan “kotoran” kutu dari rambut Anda. 

Gigi sisir kutu yang berjarak rapat juga berguna untuk mengangkat dan menghilangkan kotoran lainnya yang terdapat di rambut Anda.

Cara menggunakan sisir kutu cukup mudah, berikut cara untuk menggunakannya:

  • Dengan bekerja perlahan dan lembut, usap sisir searah pertumbuhan rambut, dari kulit kepala hingga ujung rambut Anda untuk menghilangkan kutu, telur kutu, kotoran kutu, dan rambut mati.
  • Anda akan melihat sisir kutu dengan cepat penuh dengan kotoran, jadi sering-seringlah menekan gigi sisir untuk menghilangkan semua kutu dan kotoran lainnya dan jatuhkan ke dalam campuran sabun dan air.
  • Bersihkan sisir dengan air panas di setiap pengulangan.
  • Lakukan secara berulang sampai semua bagian rambut Anda tersisir. 

Menyisir dengan sisir kutu saja dapat menghilangkan infestasi kutu di kepala Anda, tetapi Anda harus melakukannya setiap hari selama dua hingga tiga minggu. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua kutu di rambut Anda benar-benar sudah terbasmi.

Saat Anda memiliki kutu rambut, segera atasi masalah tersebut karena kutu di rambut bisa membuat masalah lainnya di kulit kepala Anda. Gunakan sisir kutu atau sampo kutu, namun jika Anda ingin hasil yang maksimal Anda dapat menggunakan keduanya.

Jika kutu rambut masih belum hilang setelah pemakaian sisir kutu atau sampo, Anda disarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter. 

Jangan Terlewat, Ini Jenis Imunisasi Wajib pada Anak

Jika Anda memiliki anak yang masih berusia di bawah 18 tahun, Anda harus menyadari perlunya melakukan imunisasi pada anak. Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis imunisasi yang sebaiknya diikuti oleh anak Anda.

jenis imunisasi

Imunisasi merupakan upaya untuk melindungi anak dari penyakit tertentu. Efek dari imunisasi bekerja dengan menjadikan tubuh imun atau kebal terhadap penyebab penyakit tersebut. Saat tubuh menjadi kebal, resiko terkena penyakit akan semakin rendah.

Pentingnya melakukan jenis imunisasi anak sesuai jadwal

Biasanya, imunisasi akan mulai dilakukan sejak anak masih bayi hingga berusia 18 tahun. Ada jadwal yang telah ditetapkan kepada setiap anak untuk menerima imunisasi. Penetapan jadwal tersebut terbagi ke dalam dua, yaitu jadwal imunisasi dasar dan jadwal imunisasi ulangan.

Beberapa jenis imunisasi perlu dilakukan secara berulang atau lebih dari satu kali. Jenis inilah yang akan dijadwalkan pada jadwal imunisasi ulangan. Sementara, beberapa jenis lainnya hanya perlu diterapkan satu kali saja seumur hidup.

Di Indonesia, jadwal imunisasi pada anak disesuaikan dengan standar yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO). WHO, bekerja sama dengan sejumlah organisasi yang bergerak dalam bidang imunisasi, membuat jadwal imunisasi sesuai dengan hasil uji klinis yang telah dilakukan.

Banyak sekali anak yang mengalami keterlambatan dalam menerima jadwal imunisasi. Hal ini dapat menghambat kerja proteksi yang telah diberikan dari imunisasi sebelumnya, karena proteksi tersebut belum bisa memberikan perlindungan untuk jangka waktu yang terlalu panjang.

Karena itu, anak yang terlambat menerima imunisasi harus segera mengejar ketertinggalannya dan memperbaiki jadwal penerimaan imunisasi. Konsultasikan pada dokter mengenai pengaturan kembali jadwal imunisasi tersebut.

Jenis-jenis imunisasi pada anak

Imunisasi pada anak dibedakan ke dalam kelompok umur. Jenis yang diberikan disesuaikan dengan usia sang anak. Berikut ini jenis dari imunisasi anak berdasarkan kelompok usianya:

  • Usia di bawah 1 tahun

Untuk anak berusia di bawah 1 tahun, imunisasi yang diberikan berupa vaksin BCG untuk perlindungan terhadap TBC, vaksin polio, vaksin hepatitis B, vaksin campak, vaksin DPT, vaksin HiB, vaksin rotavirus, dan pneumokokus.

  • Usia 1-4 tahun

Pada usia ini, anak akan menerima beberapa jenis imunisasi, meliputi imunisasi dasar dan imunisasi ulangan. Imunisasi tersebut antara lain vaksin DPT, vaksin polio, vaksin hepatitis A, vaksin influenza, vaksin HiB, vaksin pneumokokus, tifoid, dan vaksin MMR.

  • Usia 5-12 tahun

Sama seperti golongan usia sebelumnya, pemberian vaksin pada anak usia 5-12 tahun juga meliputi imunisasi dasar dan imunisasi ulangan. Anak pada usia ini akan menerima imunisasi yang terdiri atas vaksin DPT, vaksin polio, vaksin campak, vaksin MMR, vaksin tifoid, vaksin hepatitis A, vaksin varisela, vaksin influenza, serta vaksin pneumokokus.

  • Usia 12-18 tahun

Kategori usia ini merupakan kategori usia terakhir dimana anak perlu mendapatkan imunisasi. Pada usia ini, imunisasi yang akan didapatkan berupa vaksin TT, vaksin hepatitis B, vaksin MMR, vaksin tifoid, vaksin hepatitis A, vaksin varisela, vaksin influenza, vaksin pneumokokus, dan vaksin HPV.

Setelah melewati usia 18 tahun, anak tak perlu lagi mendapatkan imunisasi. Akan tetapi, ketika memasuki usia lanjut atau lansia, beberapa jenis imunisasi mungkin kembali diperlukan, seperti imunisasi pneumokokus dan imunisasi influenza. Selalu konsultasikan pada dokter mengenai jadwal imunisasi pada anak. Pastikan untuk memahami jenis imunisasi yang harus diterima serta usia yang diperlukan untuk mendapatknya agar anak Anda tetap terlindungi dari penyakit.

Gejala Stockholm Syndrome yang Perlu Diketahui

Stockholm syndrome adalah gangguan mental

Di dunia ini hal apa saja bisa terjadi. Misalnya, terjadinya kisah cinta antara seorang penculik dengan korbannya. Atau korban penculikan yang tiba-tiba jadi simpati dan jatuh hati kepada penculik. Fenomena tersebut biasa disebut dengan Stockholm Syndrome. Sindrom ini juga disebut capture bonding dimana korban penculikan biasanya terisolasi dari dunia luar dan hanya menghabiskan waktu dengan penculiknya. Kondisi tersebut berdampak kepada psikologi korban dan membuatnya mentoleransi hal-hal buruk yang dilakukan sang penculik kepadanya, tetapi sang korban justru memiliki perasaan simpati terhadap sang penculik.

Stockholm Syndrome bisa dibilang merupakan fenomena psikologi yang jarang. FBI mencatat dari banyaknya kasus penculikan, hanya 8% saja yang mengindikasikan gejala Stockholm Syndrome. Banyak juga ahli psikologi yang menganggap fenomena sindrom ini sebagai satu bentuk kesalahan dari upaya survival para korban penculikan.

Sebenarnya apa sih Stockholm Syndrome itu dan mengapa seseorang bisa sampai mengalaminya?

1. Asal usul nama Stockholm Syndrome

Nama Stockholm Syndrome diambil dari salah satu kejadian perampokan bank Sveriges Kreditbanken yang terjadi di kota Stockholm, Swedia pada tahun 1973. Sang pelaku perampokan bernama Jan-Erik Olsson merupakan narapidana dan menyandera 4 pegawai bank di dalam salah satu ruangan brankas utama bank. Olsson menyandera keempat pegawai tersebut selama 6 hari dari tanggal 23 Agustus hingga 28 Agustus 1973.

Selama jangka waktu 6 hari tersebut, polisi kota Stockholm mencoba bernegosiasi dengan Olsson dan sang pelaku perampokan meminta rekan satu penjaranya, yakni Clark Olofsson untuk bisa bergabung dengannya, jika hal tersebut dikabulkan maka ia akan mempertimbangkan untuk melepas keempat sandera.

Polisi kota lantas mengabulkan permintaan Olsson dengan membebaskan Olofsson dan membiarkannya bergabung dengan Olsson. Tetapi selama 6 hari penyekapan dan negosiasi, 4 korban penyekapan bank ternyata menunjukkan perilaku yang aneh. Mereka justru mendukung motivasi Olsson dan meminta sang penjahat untuk tidak menyerah kepada polisi. Mereka justru lebih takut kepada pihak keamanan dibandingkan Olsson dan Olofsson yang selama 6 hari menyekap mereka.

Sementara pihak polisi terus memikirkan upaya agar dapat membebaskan keempat sandera, mereka akhirnya dapat menjebol brankas utama tempat Olsson menyekap keempat korban. Polisi pun langsung melancarkan serangan gas air mata kepada 2 pelaku perampokan. Seorang kriminolog sekaligus psikiatri yang membantu polisi dalam kejadian tersebut, Nils Bejerot, lantas dengan cepat menyadari ikatan emosional antara keempat korban terhadap Olsson segera setelah keempatnya dievakuasi dari bank. Keempat korban bahkan menolak untuk bersaksi atau menjatuhkan dakwaan kepada kedua pelaku.

Nils Bejerot menganggap apa yang keempat pegawai bank tersebut lakukan merupakan salah satu reaksi psikologi mereka selama 6 hari penyekapan. 4 korban yang disekap di dalam ruangan brankas kecil menyadari bahwa mereka tidak bisa kabur, ditambah dengan fakta bahwa Olsson terus menerus menodongkan senjata api ke arah mereka membuat keempat korban beradaptasi dengan ancaman yang dilayangkan oleh Olsson. Kondisi psikologi ini kemudian sampai kepada titik dimana korban justru memiliki keyakinan bahwa pelaku menjadi tidak berbahaya (harmless).

2. Gejala Stockholm Syndrome

Dalam jurnal yang ditulis oleh Elizabeth L. Sampson dan Nicola Tufton berjudul “Stockholm Syndrome: Psychiatric Diagnosis or Urban Myth”  terdapat beberapa hal yang bisa diidentifikasi dari para penderita Stockholm Syndrome, diantaranya:

  • Berkembangnya perasaan positif terhadap penculik, penyandera, atau pelaku kekerasan.
  • Berkembangnya perasaan negatif terhadap keluarga, kerabat, pihak keamanan, atau masyarakat yang berusaha untuk membebaskan atau menyelamatkan korban dari pelaku.
  • Memperlihatkan dukungan dan persetujuan terhadap kata-kata, tindakan, dan nilai-nilai yang diutarakan oleh sang penculik, penyandera atau pelaku kekerasan.
  • Ada perasaan positif yang muncul atau disampaikan oleh pelaku terhadap korban.
  • Korban secara sukarela membantu pelaku, bahkan untuk melakukan tindak kejahatan.
  • Tidak mau berpartisipasi maupun terlibat dalam usaha pembebasan atau penyelamatan korban dari pelaku.

Demikian fakta menarik mengenai Stockholm Syndrome. Semoga menambah wawasanmu.

Kenali Jenis-Jenis Gigitan Hewan dan Cara Mengatasinya

Hampir semua orang pernah mengalami infeksi akibat gigitan hewan, terutama gigitan kucing dan anjing. Pemicu umumnya karena luka gigitan ini terjadi di tangan atau jari-jari, bagian tubuh yang butuh waktu lebih lama melawan infeksi. Belum lagi jika terdapat kontaminasi dengan bakteri dari mulut hewan maupun kulit korban. Infeksi gigitan hewan bisa terjadi ketika bakteri masuk lewat luka terbuka di tubuh manusia. Saat bakteri berkembang biak, renspons sistem imun yang paling umum muncul adalah pembengkakan dan peradangan. Jika dibiarkan, luka gigitan hewan bisa mengancam nyawa.

Jenis-jenis infeksi akibat luka gigitan hewan

  • Gigitan anjing

Anjing bisa menggigit ketika merasa takut, antusias, terluka, atau sebagai bentuk pertahanan diri. Seluruh jenis anjing memiliki potensi menggigit manusia. Anak-anak lebih berisiko mengalami gigitan anjing dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu gigitan anjing yang terkena rabies dapat membuat Anda tertular rabies.

  • Gigitan kucing

Gigi kucing cukup tajam untuk menyebabkan luka tusuk yang sulit dibersihkan. Biasanya, bentuk luka gigitan kucing adalah tusukan kecil namun dalam. Ketika luka seperti ini muncul, bakteri bisa terperangkap di dalam luka.

  • Gigitan hewan buas

Selain gigitan anjing dan kucing, hewan buas seperti kelelawar, rakun, serigala, dan lainnya bisa menyebabkan infeksi rabies. Penyakit rabies termasuk yang mengancam nyawa penderitanya. Jadi, jangan tunda penanganan medis darurat ketika tergigit hewan buas seperti ini.

Dengan penanganan medis tepat, luka dapat dipastikan benar-benar bersih dan terawat. Jenis luka terbuka akibat gigitan hewan buas harus dirawat dengan baik agar tidak menjadi tempat timbulnya bakteri penyebab infeksi.

Tidak hanya bakteri dari lingkungan sekitar yang masuk ke dalam luka terbuka, hewan itu sendiri bisa menjadi pembawa bakteri. Entah itu lewat air liur atau memang sudah ada di dalam mulutnya.

Penanganan darurat luka gigitan hewan

Terlepas dari ada tidaknya layanan medis untuk penanganan luka gigitan hewan, setiap orang harus tahu langkah penanganan darurat yang harus dilakukan, di antaranya:

  • Cuci bersih area luka dengan sabun dan air mengalir
  • Tutupi area luka dengan perban yang bersih
  • Jika luka cukup dalam dan berdarah secara aktif, tekan areanya agar pendarahan berhenti
  • Menekan area luka harus dengan kain yang bersih

Tetap upayakan mencari pertolongan darurat sesegera mungkin. Faktor risiko lain yang meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi di antaranya jika luka tidak langsung dibersihkan, muncul luka cukup dalam, hingga sistem kekebalan tubuh yang menurun.

Saat memeriksakan diri ke dokter, selain pemeriksaan tentang kronologi kejadian dokter juga akan melakukan X-ray untuk mengidentifikasi apakah infeksi sudah menyebar ke tulang. Utamanya, ini dilakukan jika luka gigitan terjadi di tangan atau jari.

Pemeriksaan darah juga bisa membantu mendiagnosis apakah virus sudah menyebar melalui darah atau sepsisTerjadinya sepsis dan infeksi yang menyebar hingga ke tulang adalah kondisi yang bisa mengancam nyawa seseorang.

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mencegah munculnya infeksi. Biasanya, rangkaian perawatan berlangsung selama 5-10 hari bergantung pada seberapa parah kondisinya.

Berikut Manfaat Hiking bagi Kesehatan yang Sayang untuk Dilewatkan

Apakah Anda familiar dengan olahraga hiking? Beberapa orang mungkin akan mengaitkan olahraga ini dengan daerah dataran tinggi. Beberapa lainnya, mungkin akan mengatakan bahwa hiking itu sama dengan climbing atau panjat/daki gunung. Kegiatan hiking dilakukan dengan berjalan kaki di jalur tertentu yang telah ada atau dibuat dengan sengaja.

manfaat hiking

Seperti jenis olahraga lainnya, hiking juga memiliki segudang manfaat bagi kesehatan. Olahraga hiking dapat dilakukan oleh semua kelompok umur, baiki itu usia muda maupun tua. Dengan begitu, manfaat hiking dapat dirasakan oleh siapa saja. Namun, untuk melakukan hiking, Anda tetap membutuhkan persiapan yang matang. Kondisi tubuh yang siap untuk berolahraga, dapat memaksimalkan manfaat hiking itu sendiri.

Lebih jelas tentang manfaat hiking, Anda dapat menyimaknya di bawah ini.

  • Memperbaiki suasana hati

Anda membutuhkan pelarian dari rasa penat akibat sibuk beraktivitas. Hiking adalah pilihan yang tepat bagi Anda yang memperbaiki suasana hati atau mood. Rasa stres karena kesibukan Anda sehari-hari dapat sekejap diobati dengan perasaan tenang dan damai, karena menyatu dengan alam. Kegiatan ini juga dapat memberikan efek meditatif bagi pikiran dan tubuh Anda.

  • Menunjang kesehatan jantung

Hiking dimasukkan dalam kategori olahraga aerobik. Jenis olahraga ini dipercaya dapat memberikan manfaat bagi kesehatan jantung. Ketika Anda melakukan aktivitas hiking, di saat yang bersamaan, jantung memompa darah ke seluruh tubuh secara lebih efisien.

Di samping itu, hiking juga dipercaya dapat meningkatkan kadar kolesterol baik (HDL) yang kemudian akan berdampak pada menurunnya kolesterol jahat (LDL). LDL ini diketahui sebagai pemicu penyakit jantung.

  • Mengurangi risiko osteoporosis

Selain sebagai olahraga aerobik, hiking juga termasuk dalam olahraga weightbearing yang berarti memiliki manfaat dalam mengurangi risiko osteoporosis. Hal ini digambarkan ketika Anda melakukan hiking, kedua kaki Anda secara otomatis akan mencoba untuk menahan beban dari tubuh Anda sendiri. Ketika kegiatan ini dilakukan secara rutin, maka kepadatan tulang dalam tubuh Anda akan meningkat.

Selain itu, ketika Anda berjalan kaki di alam terbuka, maka Anda secara langsung akan lebih banyak terpapar sinar matahari dan memperoleh vitamin D yang bermanfaat bagi kesehatan tulang Anda. Tidak tanggung-tanggung, manfaat vitamin D ini juga dapat meningkatkan imunitas tubuh.

  • Membantu dalam mengontrol gula darah

Jika Anda merupakan pasien diabetes tipe 2, olahraga hiking dapat menjadi pilihan ideal untuk memulai hidup sehat dan aktif.

Berdasarkan sebuah penelitian, kegiatan olahraga aerobik, termasuk di dalamnya hiking dapat membantu menurunkan kadar gula darah pada organ tubuh, terutama untuk diabetes tipe 2.

  • Mengoptimalkan fungsi dan kinerja otak

Apakah Anda memiliki masalah dalam ingatan? Kondisi ini sering dikaitkan dengan bertambahnya usia seseorang. Namun, permasalahan kepikunan dapat menimpa siapa saja. Hiking dapat mencegah timbulnya kondisi ini.

Hal ini dibuktikan oleh rekomendasi dari para ahli yang menyatakan bahwa olahraga aerobik, seperti hiking dapat meningkatkan performa kognitif. Semakin sering seseorang bergerak secara aktif, maka jaringan otak akan bekerja semakin kuat dan optimal.

Jika Anda ingin melakukan hiking, pastikan bahwa Anda telah melakukan persiapan yang matang, termasuk di dalamnya mengetahui dengan jelas rute hiking yang Anda akan tempuh. Anda juga dapat melakukan olahraga ini dengan orang terdekat Anda maupun secara mandiri. Usahakan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum melakukan kegiatan hiking, jika Anda memiliki kondisi kesehatan tertentu.