Dibilang Tepos? Ini Cara Membesarkan Bokong dengan Latihan!

Bagi seorang wanita, sering dibilang tepos atau memiliki bokong yang kecil bisa membuatnya tidak percaya diri. Namun sebaliknya, seseorang yang memiliki bokong besar dan kencang tentu dapat menambah rasa percaya diri yang tinggi dalam penampilannya. Namun, bagaimana cara membesarkan bokong

bokong

Jika Anda menginginkan bokong yang kencang dan lebih besar, tentu harus melakukan beberapa latihan secara rutin dan teratur. Nah, berikut beberapa latihan utama untuk mendapatkan bokong yang lebih besar dan lebih kuat serta kencang. Latihan tersebut meliputi:

  1. Glute bridge 

Cara melakukannya: berbaringlah secara terlentang dengan menekuk lutut, telapak kaki letakkan menyentuh lantai. Angkat pinggul dari lantai dan pastikan lutut serta bahu membentuk garis lurus. Rentangkan tangan di sisi Anda dengan telapak tangan di lantai. 

Kencangkan otot bokong bagian atas dan tahan posisi tersebut selama satu hingga tiga detik, lalu badan kembali ke lantai, lakukan hal tersebut selama 10 atau 12 kali setiap sesianya. 

  1. Jump squats

Cara melakukannya, berdiri dengan kaki terbuka selebar bahu. Saat Anda dalam posisi jongkok, gerakan tangan ke depan dengan telapak saling bersentuhan. Kemudian lakukan lompatan setidaknya hingga setinggi 8 cm dari tanah. Lakukan latihan ini tiga set dengan 12 hingga 20 kali tiap setnya. 

  1. Barbell front squat

Salah satu cara membesarkan bokong adalah dengan barbel front squat. Taruh barbel di depan Anda dan ambil barbel dalam posisi jongkok, lalu angkat setinggi dada. Lakukan posisi jongkok dengan kaki selebar pinggul dan jari-jari kaki sedikit menonjol. 

Tarik napas, lalu berdiri dengan barbel berada di dada Anda dan berik tekanan pada otot bokong bagian atas. Lakukan latihan ini bebera set dan selipkan istirahat selama dua menit di setiap setnya. 

  1. Walking lunge

Gerakan ini membutuhkan adanya beban pada kedua tangan Anda. Anda dapat menggunakan barber pada kedua tangan Anda atau barbel besar. Caranya adalah, langkahkan kaki kanan Anda maju ke depan dan tekuk kaki kiri hingga hampir menyentuh lantai. Ulangi gerakan tersebut sebanyak 20 kali dalam dua set dan lakukan secara bergantian, kaki kanan dan kaki kiri. Latihan ini dipercaya menjadi salah satu cara membesarkan bokong. 

  1. Hip thrust

Cara melakukannya: mulailah dengan posisi duduk dengan bersandar pada bangku atau kotak besar setinggi lutut kaki Anda. Letakkan tangan di bangku dan kaki menginjak lantai, lalu angkat pinggul ke atas hingga rata dengan lutut kaki. Gerakan bokong ke atas dan ke bawah berulang-ulang selama 3 set, dengan 8 hingga 10 kali setiap setnya. Anda dapat menambahkan beban, seperti barbel yang dilatkkan di atas pinggul Anda. 

  1. Clam

Caranya adalah dengan berbaring ke arah kiri dengan posis kaki ditumpuk dan kepala bertumpu pada lengan kiri, serta tangan berada pada pinggul. Lalu, tekuk pinggul dan lutut Anda hingga membentuk sudut 90 derajat, serta pastikan kaki Anda sejajar dengan bokong. 

Kemudian, angkat lutut kanan Anda setinggi mungkin dengan posisi kedua tumit kaki tetap menyatu. Tahan posisi tersebut selama beberapa detik dan turunkan secara perlahan. Ulangi gerakan tersebut selama 15 kali dalam 3 set, sebelum berganti ke sisi lainnya. 

Beberapa cara membesarkan bokong di atas dapat Anda lakukan secara teratur untuk mendapatkan bokong seperti yang Anda inginkan secara benar dan sehat tentunya. Namun, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan ahlinya terkait beberapa gerakan di atas untuk mendapatkan hasil yang diinginkan serta menghindari adanya kesalahan dalam latihan. Selamat mencoba!

I Trust Nature, Natural Skin Care yang Patut Dicoba

Pengembangan produk skin care memang tidak ada habis-habisnya. Berbagai macam produk perawatan tubuh tersedia hingga saat ini dengan keunggulannya masing-masing. Salah satunya yang sedang trend adalah I Trust Nature (ITN). Produk skin care ini mengusung tema natural skin care, di mana kombinasi bahan penyusunnya berasal dari bahan alami, sehingga aman dan terasa ringan saat diaplikasikan ke kulit wajah. Inilah mengapa I Trust Nature adalah produk skin care yang patut Anda coba.

Pentingnya memilih bahan alami dalam merawat kulit

Semua dari kita tentunya setuju bahwa sering terpapar oleh bahan kimia dari luar dapat menurunkan kualitas kesehatan tubuh, tidak terkecuali dalam hal kesehatan kulit. Belakangan ini, telah banyak diketahui produk-produk kosmetik yang mengandung bahan-bahan kimia yang dapat memberikan efek buruk untuk kulit. 

Misalnya, Phthalates yang sering ditemukan dalam wewangian buatan, dapat mengganggu keseimbangan hormon tubuh. Ada pula senyawa methylisothiazolinone yang terdapat pada beberapa krim anti aging. Senyawa ini dapat menimbulkan reaksi ruam, benjolan, kulit lecet, gatal-gatal, dan pembengkakan. Masih banyak lagi senyawa kimia berbahaya yang mungkin ada dalam produk kecantikan dan perawatan jika tidak dicermati dengan baik ketika Anda membelinya.

Oleh sebab itu, tidak heran lagi jika banyak orang beralih menggunakan produk skin care dari bahan-bahan alami, sehingga lebih aman untuk kulit wajah dan kesehatan tubuh secara menyeluruh. Bahan-bahan alami ini dapat memberikan manfaat untuk kulit tanpa menimbulkan efek samping yang justru merusak kulit Anda.

Mengenal I Trust Nature, Brand Lokal Berbahan Natural

Jika kebanyakan produk natural skin care berasal dari luar negeri, kini telah dipasarkan produk skin care alami dengan brand lokal, yaitu I Trust Nature. Brand ini mengusung tema “Healthy Skin is Beautiful Skin”, yang menunjukkan bahwa kulit yang cantik itu berasal dari kulit yang sehat. Untuk mewujudkan kulit yang sehat, maka Anda harus pintar dalam memilih produk perawatan kulit yang tepat.

Dengan mengambil bahan-bahan dari alam, I Trust Nature menawarkan produk skin care yang aman, sederhana, dan juga efektif. Produsen sabun ini menyatakan bahwa I Trust Nature diproduksi dari bahan-bahan alami pilihan terbaik untuk mewujudkan kulit yang lebih sehat. 

Selain itu, dalam proses pembuatannya, I Trust Nature juga tidak menggunakan bahan-bahan yang berbahaya untuk Anda yang memiliki kulit sensitif, seperti paraben, phthalates, sulfates, TEA/DEA/MEA, hydroquinone, alkohol, mineral oil, pengharum sekalipun yang alami, seperti minyak esensial.

Satu hal lagi yang membuat orang semakin jatuh cinta dengan I Trust Nature adalah kejujuran produknya. Yaps, Anda semua tentu menyadari bahwasannya tidak ada yang instan di dunia ini, termasuk mewujudkan kulit yang cantik dan sehat sesuai dengan harapan Anda.  Sekalipun ada yang menawarkan bahwa kulit Anda akan terlihat putih dan glowing hanya dengan menggunakan produk X saja, misalnya, maka kemungkinan besar akan ada dampak lain yang tidak diinginkan dapat terjadi.

I Trust Nature percaya bahwa kecantikan tidak hanya diperoleh hanya dengan Anda menggunakan skin care saja. Namun, menjaga pikiran dan tubuh yang sehat, seperti istirahat yang cukup, diet yang sehat, dan rajin berolahraga, juga diperlukan untuk melengkapi perjuangan Anda dalam menemukan kecantikan sejati.       

Macam-macam skin care yang disediakan I Trust Nature

I Trust Nature sendiri memiliki 4 jenis produk skin care untuk membantu Anda merawat kesehatan kulit setiap hari, yaitu:

  1. Spirulina gel cleanser.

Sabun pembersih wajah dengan tekstur gel yang lembut dan efektif membersihkan kulit tanpa membuat kulit kering dan iritasi. Cocok digunakan untuk semua jenis kulit.

  1. Clay mask.

Masker wajah berbahan dasar clay yang diperkaya dengan ekstrak buah-buahan (Fruit Gel Mask) dan spirulina (Spirulina Clay Mask) untuk mengangkat sel-sel kulit mati dan membersihkan hingga ke pori-pori terdalam.

  1. Licorice serum.

Serum wajah dari bahan alami ekstrak akar licorice untuk menghilangkan jerawat, bekas jerawat, meratakan warna kulit, dan melembabkan kulit wajah Anda.

  1. Licorice toner.

Toner bebas alkohol yang terbuat dari ekstrak akar licorice, witch hazel, green tea, sodium hyaluronate, dan allantoin untuk membersihkan, mengecilkan pori-pori, dan mengembalikan kelembaban kulit Anda.

Wah, ternyata banyak sekali manfaat yang ditawarkan oleh I Trust Nature untuk kulit yang lebih sehat dan cantik. Seluruh bahan-bahannya alami dan bebas dari bahan kimia yang berbahaya. Terlebih lagi, I Trust Nature telah terdaftar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), sehingga sangat aman digunakan sehari-hari. Bagaimana? Tertarik mencobanya?

Cegah Kram Perut Saat Lari dengan Tips Jitu Berikut

Apakah Anda senang melakukan olahraga lari? Atau justru Anda menghindari jenis olahraga ini karena sering terserang kram perut saat lari? 

Kondisi kram perut saat lari sebenarnya adalah hal yang normal terjadi. Umumnya, kondisi ini juga disertai dengan gejala lain, seperti mual, diare, dan hasrat ingin buang air kecil. 

Anda tetap dapat menjalani olahraga lari tanpa perlu menghiraukan rasa kram yang menghantui dengan beberapa tips berikut ini.

Tips cegah kram perut saat lari

  • Lakukan pemanasan secara benar sebelum berlari
  • Tidak mengonsumsi porsi makanan terlalu banyak sebelum berlari
  • Jika ingin makan, maka berikan jeda sekitar satu hingga empat jam sebelum berlari, sehingga tubuh dapat mencerna makanan secara sempurna
  • Konsumsi suplemen probiotik jika perlu
  • Atur pola napas agar lebih dalam dan berusaha untuk mengoptimalkan penggunaan napas
  • Hindari mengonsumsi makanan, seperti gandum, madu, produk susu, buah dan sayuran yang tinggi serat
  • Penuhi kebutuhan air putih, namun tidak berlebihan
  • Hindari mengonsumsi obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin
  • Kurangi asupan kafein jika Anda termasuk salah seorang yang gemar mengonsumsi minuman dengan kandungan kafein
  • Kurangi konsumsi lemak karena dapat berdampak pada sensasi penuh pada perut ketika berlari
  • Hindari konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula alkohol, seperti maltitol, eritritol, xylitol, manitol, dan sorbitol

Apa penyebab kram perut saat lari?

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa yang menyebabkan kram perut saat lari? Menurut Runners World, penyebab kram perut saat lari berasal dari berbagai faktor dan kondisi kesehatan tertentu. Selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini:

  1. Faktor hormonal

Ketika Anda melakukan olahraga lari, tubuh akan secara alami memproduksi hormon kortisol. Hormon ini berpengaruh dalam memberikan sensasi bahagia atau euforia yang dikenal dengan runners high. Di samping itu, hormon kortisol juga berdampak terhadap saluran pencernaan yang dapat memicu risiko kram.

  1. Makan berlebih sebelum lari

Tanpa Anda sadari, perilaku mengonsumsi makanan dalam jumlah yang berlebihan, ternyata dapat memicu kram perut saat lari. Anda mungkin berpikir bahwa dengan mengonsumsi makanan yang banyak, Anda dapat memiliki tenaga berlebih ketika berlari nanti. Terlalu banyak makan justru dapat menghambat pernapasan menjadi tidak optimal, lalu memicu risiko kram perut saat lari. 

Jika Anda membutuhkan dorongan energi tambahan sebelum lari, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang tidak mengandung kalori yang begitu tinggi, seperti snack energy bar. Selain itu, hindari juga makan dan minum sesaat sebelum berlari. Luangkan waktu beberapa jam agar tubuh dapat mencerna makanan yang Anda konsumsi secara sempurna. 

  1. Cara bernapas yang salah

Kram perut saat lari juga dapat disebabkan oleh cara bernapas Anda yang keliru. Jika Anda tidak melakukan pernapasan yang dalam dan terlalu cepat mengembuskan napas, maka kram perut saat lari tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mempelajari mengelola pernapasan ketika berolahraga, terutama berlari.

  1. Faktor alami tubuh

Faktor penyebab kram perut saat lari yang satu ini sulit untuk diatasi. Pasalnya, kondisi ini disebabkan oleh fungsi kerja tubuh secara alamiah saat berlari. 

Ketika Anda berlari dalam waktu yang cukup lama, darah yang seharusnya dialirkan ke sistem pencernaan, akan dialihkan menuju jantung. Kondisi ini nantinya akan menghambat proses pencernaan, sehingga Anda mungkin akan mengalami keinginan untuk buang air besar.

  1. Kurang maupun berlebihan cairan

Kekurangan cairan memang dapat memicu risiko kram perut saat lari. Namun, jika Anda juga mengonsumsi terlalu banyak cairan, hal ini juga dapat meningkatkan risiko kram perut saat lari. Oleh karena itu, perhatikan kadar cairan yang Anda konsumsi agar tidak memperburuk kondisi.

Pentingnya Proses Bekuan Darah

Ketika kulit terluka, darah akan mengalir keluar untuk beberapa waktu sebelum akhirnya berhenti dan mengering. Proses bekuan darah ini termasuk proses yang sangat penting dalam tubuh, yaitu mencegah pendarahan yang berlebihan ketika pembuluh darah terluka. Saat darah berhenti mengalir, maka akan terjadi proses bekuan darah.

Meski begitu, ada pula sebagian orang yang mengalami kelainan dalam proses mekanisme pembekuan darah. Sebagai akibatnya, terjadi komplikasi yang cukup berbahaya seperti kekurangan darah.

Seperti apa proses bekuan darah yang terjadi pada tubuh? Mari ketahui prosesnya lewat penjelasan di bawah ini. Namun, sebelum itu, perlu juga kiranya mengetahui unsur-unsur dalam proses bekuan darah, yakni:

  • Trombosit

Trombosit atau keping darah adalah elemen berbentuk cakram di dalam darah. Trombosit digolongkan sebagai sel darah, tetapi sebenarnya trombosit adalah bagian dari sel-sel sumsum tulang yang disebut dengan megakaryocytes. Trombosit berperan untuk membantu membentuk bekuan darah, guna memperlambat atau menghentikan perdarahan, serta penyembuhan luka.

  • Faktor koagulasi

Faktor koagulasi adalah protein, sebagian besar diproduksi oleh organ hati. Ada 13 faktor koagulasi dalam darah dan jaringan tubuh manusia, yaitu:

  • Faktor I (fibrinogen). Fungsi sebagai komponen penting dalam protein plasma hasil dari sintesis dalam hati dan diubah menjadi fibrin. Kekurangan fibrinogen dapat mengakibatkan masalah seperti afibrinogenemia atau hypofibrinogenemia.
  • Faktor II (protrombin). Fungsi sebagai protein plasma dan akan dikonversi menjadi bentuk yang aktif berupa trombin (faktor IIa) melalui pembelahan dengan aktivasi faktor X (Xa). Kekurangan protrombin dapat mengakibatkan hypoprothrombinemia.
  • Faktor III (tromboplastin). Fungsi sebagai aktivasi faktor VII untuk membentuk trombin
  • Faktor IV (kalsium). Fungsinya digunakan disemua proses pembekuan darah
  • Faktor V (Proakselerin, faktor labil, globulin akselator). Fungsi sebagai sistem intrinsik dan ekstrinsik dan juga sebagai katalisis pembelahan protrombin trombin yang aktif. Kekurangan faktor Proakselerin dapat mengakibatkan parahemophilia.
  • Faktor VI. Faktor ini sudah tidak dipakai lagi karena fungsinya sama seperti faktor V
  • Faktor VII (prokonvertin, faktor stabil). Fungsi sebagai sistem intrinsik.
  • Faktor VIII (Faktor antihemofilia/AHF, faktor antihemofilia A, globulin antihemofilia/ AHG). Fungsi sebagai sistem ekstrinsik.
  • Faktor IX (komponen tromboplastik plasma (PTC), faktor antihemofilia B). Fungsi sebagai sistem ekstrinsik.
  • Faktor X (faktor stuart-power). Fungsi sebagai sistem intrinstik dan ekstrinsik.
  • Faktor XI (Anteseden tromboplastin plasma, faktor antihemofilia C). Fungsi sebagai sistem intrinsik.
  • Faktor XII (Faktor hageman). Fungsi sebagai sistem intrinsik.
  • Faktor XIII (Faktor stabilisasi fibrin). Fungsi sebagai penghubung silang filamen fibril.

Selain itu, unsur lain yang juga berperan penting pada proses bekuan darah adalah vitamin K. Vitamin ini merupakan nutrisi yang berperan penting dalam membantu tubuh menghasilkan faktor pembekuan darah. Berikut ini proses terjadinya bekuan darah:

  • Trombosit membentuk sumbatan

Trombosit bereaksi ketika pembuluh darah rusak atau ada luka. Mereka menempel pada dinding daerah yang luka dan bersama-sama membentuk sumbatan. Sumbatan dibentuk guna menutup bagian yang rusak, agar menghentikan darah yang keluar. Trombosit juga melepaskan bahan kimia untuk menarik lebih banyak trombosit dan sel-sel lain untuk melanjutkan tahap berikutnya.

  • Pembentukan bekuan darah

Reaksi pembetukan darah ini dikenal sebagai kaskade koagulasi. Pada tahap akhir kaskade ini, faktor koagulasi yang disebut trombin mengubah fibrinogen menjadi helai-helai fibrin. Fibrin bekerja dengan cara menempel pada trombosit untuk membuat jaring yang memerangkap lebih banyak trombosit dan sel. Gumpalan (bekuan) pun menjadi lebih kuat dan lebih tahan lama.

  • Penghentian proses pembekuan darah

Setelah bekuan darah terbentuk dan perdarahan terkendali. Protein-protein lain akan menghentikan faktor pembekuan, agar gumpalan tidak berlanjut lebih jauh dari yang diperlukan.

  • Tubuh perlahan-lahan membuang sumbatan

Ketika jaringan kulit yang rusak sembuh, otomatis sumbatan tidak diperlukan lagi. Helai fibrin pun hancur, dan darah mengambil kembali trombosit dan sel-sel dari bekuan darah.

***

Proses pembekuan darah atau kogulasi adalah proses kompleks, di mana darah membentuk gumpalan (bekuan darah) guna menutup dan memulihkan luka, serta menghentikan pendarahan. Jika terdapat keluhan seperti mudah memar, perdarahan susah berhenti ketika terjadi luka, sering mimisan, atau terdapat lebam pada persendian, kemungkinan Anda mengalami gangguan pada pembekuan darah.

Disonansi Kognitif Mungkin Baik Untuk Anda

Istilah disonansi kognitif digunakan untuk menggambarkan ketidaknyamanan mental seseorang akibat memegang dua keyakinan, nilai, atau sikap yang saling bertentangan.

Seseorang dengan disonansi kognitif, cenderung mencari konsistensi dalam sikap dan persepsinya, sehingga konflik ini menyebabkan perasaan tidak nyaman.

Setiap orang pernah mengalami disonansi kognitif di level tertentu, tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa kondisi ini selalu mudah dikenali. Berikut beberapa tanda bahwa apa yang Anda rasakan mungkin terkait dengan disonansi kognitif:

  • Merasa tidak nyaman sebelum melakukan sesuatu atau mengambil keputusan
  • Mencoba untuk membenarkan keputusan yang telah Anda buat atau tindakan yang telah Anda ambil
  • Merasa malu tentang sesuatu yang telah Anda lakukan dan berusaha menyembunyikan tindakan Anda dari orang lain
  • Mengalami rasa bersalah atau penyesalan tentang sesuatu yang telah Anda lakukan di masa lalu
  • Melakukan sesuatu karena tekanan sosial atau ketakutan akan ketinggalan (FOMO), meskipun hal tersebut bukan sesuatu yang ingin Anda lakukan.

Contoh sederhana dari disonansi kognitif misalnya, ketika Anda merokok (perilaku) dan Anda tahu bahwa merokok menyebabkan kanker (kognisi), sehingga Anda berada dalam keadaan disonansi kognitif.

Meskipun banyak orang mungkin berpikir disonansi kognitif adalah hal yang buruk, sebenarnya hal itu membantu Anda tetap sehat dan bahagia secara mental.  

Karena disonansi kognitif mungkin membuat Anda merasa puas dengan pilihan Anda atau setidaknya membiarkan Anda membenarkan pilihan tersebut, terutama ketika hal tersebut tidak dapat dengan mudah Anda ubah. Sehingga menjadikan Anda berdamai dengan keputusan Anda.

Cara Menggunakan Obat Tradisional Secara Efektif

Apa itu obat tradisional? Obat tradisional adalah ramuan berbahan tumbuhan, hewan, mineral, galenik, atau campuran semua bahan tersebut yang berfungsi sebagai media penyembuhan. Obat tradisional telah digunakan secara turun-temurun. Manfaat obat tradisional ini cukup beragam seperti kemampuan penyembuhan alami dan memberi efek samping yang lebih rendah. Akan tetapi, untuk mendapatkan manfaatnya Anda harus menggunakan obat tradisional secara benar. 

obat tradisional

Jenis obat tradisional

Menurut Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), obat tradisional diklasifikasikan ke dalam 3 jenis. Klasifikasi tersebut berdasarkan cara pembuatan, cara pembuktian, serta kegunaan obat tradisional. Berikut penjelasan lengkapnya. 

  1. Jamu 

Jamu adalah salah satu jenis obat tradisional yang tidak memerlukan pembuktian ilmiah sampai uji klinis laboratorium. Jamu hanya perlu dibuktikan dengan jaminan keamanan dan khasiatnya melalui pengalaman langsung selama ratusan tahun. Jamu terbuat dari bahan-bahan alami seperti akar, daun, kulit batang, buah, dan tubuh hewan. Jamu merupakan obat tradisional asli warisan Indonesia yang kebanyakan proses pembuatannya dengan cara direbus.

  1. Obat Herbal Terstandar (OHT)

Obat Herbal Terstandar (OHT) merupakan jenis lain dari obat tradisional. OHT adalah obat menggunakan bahan alami yang sudah teruji secara klinis. Bahan baku OHT juga telah terstandardisasi. OHT dapat diproduksi secara komersil dengan mencantumkan tanda pada wadah pembugkus berupa gambar lingakran berisi jari-jari daun 3 pasang. OHT dibuat dmenggunakan teknologi maju serta menggunakan tenaga kerja yan terampil dalam membuat ekstrak tanaman obat. 

  1. Fitofarmaka

Jenis obat tradisional terakhir adalah fitofarmaka. Fitofarmaka adalah obat tradisional yang telah melalui uji praklinis dan uji klinis bahan baku sehingga keamanan dan khasiatnya terbukti secara ilmiah. Fitofarmaka menggunakan bahan baku dari simplisia atau sediaan galenik yang sesuai syarat standar berlaku. Dari segi pembuatan, fitofarmakan sama seperti OHT menggunakan teknologi maju. Bedanya, fitofarmaka memiliki satu tahapan tambahan berupa proses uji praklinis dan uji klinis. Setelah lolos uji tersebut maka fitofarmaka dapat diproduksi dan diedarkan secara massal. 

Cara menggunakan obat tradisional

Penggunaan obat tradisional sendiri membutuhkan kesabaran sebab tidak dapat bekerja secepat obat dari dokter. Selain itu, Anda perlu memperhatikan beberapa faktor sehingga penggunaan obat tradisional dapat terjadi secara efektif dan efek sampingnya menjadi kecil. Berikut ini merupakan cara menggunakan obat tradisional. 

  1. Pastikan bahan obat sesuai 

Sebelum mulai meminum obat tradisional, Anda perlu memastikan bahwa bahan obat tersebut telah sesuai. Dalam satu jenis tanaman obat biasanya terdapat berbagai zat yang memiliki lebih dari satu manfaat. Selain itu, tanaman obat terkadang mirip dan banyak jenisnya sehingga perlu ketelitian untuk memilih yang paling tepat. 

  1. Dosis harus sesuai 

Dosis yang tepat menjadi kunci efektifitas bagi obat tradisional maupun obat konvensional. Sama halnya seperti resep dokter, dosis obat tradisional harus sesuai dengan petunjuk yang diberikan. Seringkali dosis tidak disesuaikan ketika menggunakan obat tradisional. Hal itulah yang membuat konsumsi obat tradisional menjadi tidak maksimal dalam menyembuhkan penyakit. 

  1. Berikan pada waktu yang tepat

Anda juga perlu memperhatikan waktu yang tepat untuk memberikan obat tradisional. Hal tersebut bertujuan untuk mengurangi efek samping yang mungkin timbul jika salah waktu pemberian obat. Contohnya, penggunaan kunyit efektif ketika Anda sedang menstruasi, namun berbahaya jika dikonsumsi ketika masa awal kehamilan. 

  1. Menggunakan sesuai keperluan

Sama halnya dengan obat pabrik, obat tradisional pun perlu dikonsumsi sesuai keperluan. Jangan berlebihan menggunakan obat tradisional sebab tidak akan menyembuhkan penyakit malah bisa membawa penyakit baru. Ketepatan penggunaan seseuai keperluan menjadi salah satu penentu apakah obat tradisiona menjadi efektif pada tubuh atau tidak. 

Obat tradisional memang terbukti memiliki banyak khasiat terutama jika dikonsumsi menggunakan cara yang benar. Akan tetapi, obat tradisional juga memiliki kekurangan jika dibandingkan dengan obat konvensional. Jika takaran yang diberikan tidak tepat, obat tradisional malah akan membahayakan bagi tubuh Anda. Selain itu, efek samping yang membahayakan jiwa dapat muncul jika obat tradisional tidak sesuai deengan riwayat kesehatan Anda. Ada pula kemungkinan Anda mengalami alergi tertentu disebabkan oleh bahan alami obat tradisional. Oleh karena itu, berkonsultasi degan dokter tetap perlu sebab kondisi tubuh setiap orang berbeda.