Label BPA Free Tidak Menjamin Botolmu Bebas Penyakit

Hampir sebagian perangkat kita sehari-hari dibuat dari berbagai bahan kimia. Beberapa di antaranya ada yang tidak baik untuk kesehatan. Salah satu bahan kimia tersebut adalah bisphenol-A (BPA). Salah satu hal penting yang harus diperhatikan terkait BPA ini adalah penggunaannya di perangkat makan kita, sebab kontaminasi zat itu bisa menyebabkan penyakit. Oleh karenanya, pastikan semua perangkat makan kita memiliki label BPA free.

Bisphenol-A digunakan untuk membuat wadah atau perangkat makan kita kuat dan tidak mudah bocor. Namun, BPA bisa mengkontaminasi makanan atau minuman yang disimpan di dalam wadah tersebut. Ketika BPA masuk ke tubuh manusia, maka berbagai masalah kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang dapat terjadi, baik pada orang dewasa, anak-anak, bahkan janin.

Akan tetapi bahaya tidak berhenti sampai di situ saja. Meski wadah atau perangkat makan dan minum kita memiliki label BPA free, kemungkinan makanan atau minuman terkontaminasi zat berbahaya masih tetap ada. Beberapa kebiasaan di bawah inilah penyebab-penyebabnya:

  1. Tidak Rajin Mencuci Botol

Walaupun hanya diisi air putih, biasakan untuk mencuci botol minum Anda setidaknya sehari sekali. Sama seperti gelas yang kita pakai untuk minum, pinggiran botol minum yang tidak dibersihkan bisa menjadi ladang bakteri. Bagian dalam botol yang jarang dibersihkan juga akan ditumbuhi jamur, sehingga akan berdampak pada kehigienisan bahkan rasa dari minuman Anda. Anda bisa saja terkena diare karena kebiasaan buruk yang satu ini.

  • Mengisi Air Minum dalam Keadaan Basah

Ketika kita telah rajin mencuci wadah makanan dan minuman sebaiknya pastikan mereka telah kering secara sempurna sebelum menggunakannya lagi. Sebab botol minum atau tempat makan yang masih basah bisa membuat bakteri dan jamur tumbuh. Hal ini berkaitan dengan sifat bakteri dan jamur yang mudah tumbuh dalam keadaan lembap. Bagian penutup botol merupakan tempat paling favorit untuk bakteri berkembang biak, saat botol minum dipakai dalam keadaan lembap atau basah.

  • Tidak Mencuci Botol dengan Benar

Selain memiliki label BPA free, perawatan wadah itu sendiri memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan Anda. Mencuci wadah makan atau minuman hanya dengan air tak menjamin bakteri atau jamur mati seketika. Menurut para ahli, cara terbaik untuk membersihkan botol minum, terutama bagian dalamnya adalah dengan menggunakan campuran air panas dengan baking soda atau cuka. Hal ini akan mengangkat jamur, serta menghilangkan bau dari botol minum. Setelahnya, barulah bersihkan kembali dengan sabun dan bilas hingga bersih. Jangan lupa gunakan sikat pembersih, untuk menjangkau bagian yang susah dibersihkan dengan tanganmu.

  • Tidak Teliti Sewaktu Mengeringkan

Botol minum biasanya terdiri dari beberapa bagian, yang paling umum tentu saja bagian badan dan penutup botolnya. Setelah kamu mencuci bersih tiap bagiannya, botol minum jangan lansung dipasang, kemudian dikeringkan. Bukannya kering, sisa air pembersih pada bagian botol minum malah akan menumpuk. Biarkan masing-masing bagian botol kering terlebih dahulu, sebelum kamu memasangkannya kembali.

  • Bau dan Perubahan Warna Tanda untuk Segera Cari Pengganti

Seorang ahli kesehatan menyebutkan bahwa perubahan warna, rasa, hingga bentuk seperti retakan pada botol minum, hanya akan membuat meningkatnya jumlah bakteri di area tersebut.

Artinya, jika wadah makanan atau minuman Anda telah berbau dan melihatkan perubahan warna atau bentuk, segeralah beralih dan cari pengganti. Jangan gunakan wadah yang telah usang. Sebab, selain akan “merusak” rasa dari makanan atau minuman Anda, tidak ada jaminan pula isi di dalamnya akan bebas dari zat-zat berbahaya.

***

Itulah beberapa kebiasaan buruk yang bisa juga membuat wadah tempat makan atau minuman Anda menjadi sebab dari memburuknya kondisi kesehatan. Jadi, jangan hanya terpaku dengan label BPA free, perawatan yang baik dan benar juga bisa menjadi upaya Anda terhindar dari berbagai penyakit.

Hal Penting bagi Ibu Menyusui di Tengah Pandemi Corona

Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) masih terus berlangsung hingga saat ini. Tragedi itu melumpuhkan beberapa sendi kehidupan sekaligus mengubah banyak tatanan yang sudah mapan. Banyak kelompok orang berada di dalam situasi dilematis, salah satunya ibu menyusui.

Virus corona menyebar dan dapat menginfeksi seseorang melalui droplet atau percikan cairan dari mulut maupun hidung. Oleh karenanya, phsycal distancing atau pembatasan fisik (menjaga jarak) menjadi prosedur yang ditetapkan untuk memutus rantai persebaran virus tersebut. Masalahnya, bagaimana ibu bisa menyusui bayinya jika harus menjaga jarak. Kondisi itu bertambah rumit ketika sang ibu, yang tengah menyusui itu, masuk ke dalam daftar pasien covid-19.

Untuk mengatasi itu, banyak organisasi kesehatan masyarakat merekomendasikan ibu dan bayi tetap bersama, kendati si ibu positif corona. Pasalnya, biar bagaimanapun si bayi harus tetap mendapatkan asupan ASI dalam masa-masa menyusui tersebut untuk menunjang kehidupannya.

Situasi ini berhasil memaksa organisasi kesehatan untuk membuat prosedur untuk mengatasi dilema ini. Ada yang menyarankan pasien covid-19 yang berstatus sebagai ibu menyusui dipisahkan dengan pasien lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Tujuannya agar ibu masih dapat menyusui bayinya tanpa mengorbankan kesehatan si bayi dari orang-orang selain ibunya.

Lain lagi pandangan dari Academy of Breastfeeding Medicine. Alison Stuebe, MD, sang presiden memengungkapkan bahwa ada banyak risiko yang bakal diterima bayi jika ia harus dipisahkan dari ibunya.

Dalam komentarnya, Dr. Stuebe, mencatat bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemisahan antara bayi dan ibu dengan dugaan atau konfirmasi Covid-19 bisa “menyelamatkan” si bayi.

Memang pemisahan ini bisa meminimalisir risiko penularan virus dari ibu ke bayi selama tinggal di rumah sakit. Namun itu memiliki potensi konsekuensi negatif bagi ibu dan bayi, demikian komentar yang diterbitkan dalam Breastfeeding Medicine, jurnal resmi dari Academy of Breastfeeding Medicine.

Dr. Stuebe menguraikan beberapa risiko memisahkan ibu dan bayi di rumah sakit, yang mengganggu pemberian ASI dan kontak kulit ke kulit selama jam dan hari-hari kritis setelah kelahiran. Sebagai contoh, bayi yang kekurangan kontak kulit dengan ibu mereka cenderung memiliki detak jantung dan pernapasan yang lebih tinggi dan kadar glukosa yang lebih rendah.

Perpisahan itu juga bisa membuat mental dan kondisi psikologis ibu tertekan, yang mana bisa membuatnya lebih sulit untuk melawan infeksi virus corona. Selain itu, pemisahan mengganggu pemberian ASI kepada bayi, yang penting untuk perkembangan sistem kekebalan bayi. Pemisahan juga mengganggu pemberian ASI, yang menempatkan bayi pada peningkatan risiko infeksi pernapasan berat, termasuk pneumonia dan Covid-19.

  • Prosedur Pemberian ASI oleh Ibu Menyusui Terduga atau Positif Corona

Oleh karena pentingnya aktivitas menyusui bagi bayi maupun si ibu sendiri, kendati tengah dalam bayang-bayang virus corona, berikut beberapa prosedur yang disarankan untuk meminimalisir terjadinya penularan:

  • Untuk ibu yang memiliki gejala tapi masih bisa menyusui, tindakan pencegahan yang dimaksud adalah memakai masker ketika berada di sekitar anak (termasuk ketika sedang menyusui);
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan anak (termasuk menyusui);
  • Membersihkan/memberi desinfektan pada permukaan yang terkontaminasi – sebagaimana seharusnya dilakukan untuk tiap kali seseorang yang telah dikonfirmasi atau dicurigai terkena covid-19;
  • Jika kondisi ibu terlalu payah, maka disarankan untuk memerah ASI dan memberikannya ke anak melalui cangkir dan/atau sendok bersih – dan terus melakukan metode pencegahan penularan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

***

Itulah kiranya beberapa hal penting yang dapat diketahui menganai aktivitas ibu menyusui di tengah pandemic virus corona. Situasi ini memang berat dan amat dilematis, tetapi dengan prosedur yang benar dan aman, kemungkinan terjadinya penularan pada bayi pun bisa diminimalisir sehingga bayi tetap mendapatkan nutrisi dari sang ibu, dan sebaliknya, ibu tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,

Langkah Benar Merias Alis dengan Tint Eyebrow

Penggunaan tint eyebrow bisa menjadi jawaban bagi Anda yang ingin selalu tampil dengan riasan sempurna setiap waktu, namun tidak memiliki banyak waktu untuk make up. Dalam make up sendiri, pelukisan alis menjadi bagian yang memakan waktu dan membutuhkan konsentrasi tinggi.  Tint eyebrow bisa menjadi solusi karena riasan ini bisa bertahan di wajah Anda hingga berhari-hari. Anda pun bisa menghemat waktu berias karena tidak perlu lagi banyak menghabiskan waktu untuk melukis alis yang sesuai harapan.

Namun tetap harus diingat, untuk mendapatkan hasil maksimal dari penggunaan tint eyebrow, baik dari kualitas gambar sampai ketahanannya, Anda harus menggunakannya secara tepat. Langkah yang salah dalam memakai tint eyebrow hanya akan membuat Anda kecewa dan terpaksa mengulang pelukisan alis dari waktu ke waktu, yang tentunya memakan waktu Anda.

Supaya tidak demikian, ikuti langkah-langkah yang benar dalam merias alis dengan tint eyebrow seperti di bawah ini ya. Langkah yang benar bisa menghasilkan gambar alis mata yang meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Persiapkan peralatan yang dibutuhakn

Anda tidak bisa melukis alis jika tidak memiliki alat yang dibutuhkan. Mula-mula peralatan untuk melakukan penatoan pada alis biasanya berupa paket pewarnaan alis, mulai dari pensil untuk menggambar sampai tinta untuk melukis serta tidak ketinggalan wadahnya. Tinta yang ada pada paket tersebut juga mesti Anda encerkan terlebih dahulu guna bisa membuat gambaran alis yang terlihat natural.

Namun saat ini, sudah banyak peralatan tint eyebrow yang simpel dari berbagai merek kecantikan dunia. Anda tidak perlu lagi menyiapkan pensil alis tersendiri ataupun mencampurkan tinta untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Anda hanya perlu membeli tint eyebrow dengan tekstur, model, dan warna sesuai keinginan.

Pastikan wajah dalam keadaan bersih

Sebelum mulai menggambar tato sementara untuk alis mata Anda, pastikan terlebih dahulu wajah Anda sudah dalam keadaan bersih. Jangan sampai masih ada bekas-bekas make up di wajah, apalagi di area mata.

Kulit wajah yang sudah bersih akan mempermudah pelukisan alis dengan tint eyebrow. Hasilnya juga akna lebih baik. Sebaliknya ketika melukis alis dengan wajah yang masih kotor karena riasan atau debu, risiko iritasi sampai masalah kulit lainnya siap mengancam.

Tambahkan pelembap di area mata

Tint eyebrow cenderung membuat area kulit menjadi kulit. Guna hal tersebut terjadi pada area mata Anda, baiknya diantisipasi terlebih dahulu dengan menambahkan pelembap pada sekitar alis Anda.

Untuk melembapkan area mata, Anda bisa menggunakan petroleum jelly atau lipbalm sebagai jalan pintas. Pastikan area lengkungan alis terlembapi dengan sempurna untuk menjaga kesehatan kulit Anda.

Lukis dari dalam ke luar

Kini Anda bisa memulai untuk melukis alis Anda sesuai harapan. Namun, untuk menggambar alis secara sempurna, Anda juga perlu trik. Trik tersebut guna membuat lukisan alis terlihat rapi dan natural.

Baiknya Anda menerapkan prinsip melukis alis dari bagian dalam ke luar, jangan sebaliknya. Pelukisan dari alis bagian dalam ke alis bagian luar akan membuat gambar alis tebal di bagian tengah dan mulai memudar di sudut alis. Ini membuat lukisan alis terlihat natural, layaknya alis pada umumnya.

Beri waktu tunggu dan bersihkan

Setelah alis terambar dengan baik, Anda mesti menunggu sekitar 15 menit untuk bisa melihat hasil akhirnya. Selamat 15 menit tersebut tinta akan menyerap dan bisa saja membuat tampilan gambar sedikit berubah dibandingkan saat Anda baru menyelesaikan proses rias.

Jika sudah puas dengan hasil akhirnya, langkah terakhir yang perlu Anda lakukan adalah membersihkan bagian-bagian sisi alis. Soalnya ketika menggambar tadi, sangat mungkin ada coretan kecil yang tidak sesuai dengan jalur alis Anda.

***

Tidak sulit bukan melukis alis dengan tint eyebrow? Langkah melukis alis dengan tint eyebrow sebenarnya tidak berbeda jauh dengan penggambaran alis pada make up sehari-hari. Namun, dampak ke depannya sungguh berbeda karena Anda tidak perlu capek-capek melakukan touch up atau pelukisan ulang setiap hari.

Mengapa Analisa Gas Darah Perlu Dilakukan?

Tes gas darah, atau juga disebut dengan analisa gas darah, memiliki tujuan untuk mengukur kadar oksigen dan karbondioksida di dalam darah. Selain itu, tes ini juga dapat membantu mengukur kadar pH dan fungsi paru-paru. Dokter sering menggunakan tes gas darah pada situasi kegawatdaruratan untuk membantu mendiagnosa penyebab kesulitan bernapas pada pasien. Artikel ini akan membahas tujuan analisa gas darah serta risiko yang mungkin dapat ditembulkan setelah mendapatkan tindakan medis ini.

Tujuan tes gas darah

Setiap orang yang kesulitan bernapas atau memiliki gangguan kesehatan yang berhubungan dengan paru-paru akan mendapatkan analisa gas darah. Hasil dari pemeriksaan tersebut akan membantu dokter untuk mengidentifikasi penyebab gejala yang ditimbulkan. Analisa gas darah dapat menunjukkan seberapa baik organ-organ tubuh seperti paru-paru, jantung, dan ginjal bekerja. Secara lebih spesifik, hasil dari analisa tersebut dapat membantu dokter untuk mendiagnosa masalah pernapasan dan paru-paru, memeriksa apakah perawatan penyakit paru-paru yang sedang dilakukan berfungsi efektif atau tidak, dan menentukan apakah seseorang memiliki pembuluh darah yang pecah, penyakit metabolisme, ataupun keracunan bahan kimia. Selain itu, dokter juga akan menggunakan analisa gas darah untuk memeriksa keseimbangan berbasis asam pada orang-orang yang memmiliki gangguan ginjal, menderita diabetes, dan sedang dalam masa pemulihan setelah mengalami overdosis obat-obatan.

Risiko tes gas darah

Sama halnya dengan tindakan medis lain, analisa gas darah memiliki risiko kesehatannya sendiri. Mengambil darah dari arteri dapat menyebabkan rasa sakit dibandingkan dengan mengambil darah dari pembuluh darah. Ini disebabkan karena pada arteri tubuh terdapat saraf sensitif yang terletak di bagian dalam tubuh. Rasa sakit atau ketidaknyamanan apapun akan bertahan selama beberapa menit setelah tes gas darah berlangsung. Beberapa orang mungkin juga akan merasa pusing atau mual saat dokter mengambil darah, terutama apabila orang tersebut merasa gugup. Untuk menghindari terjadinya lebam, seseoran dapat menekan dengan lembut bagian yang disuntik selama beberapa menit setelah dokter mencabut jarum suntik. Meskipun sangat jarang terjadi, ada kemungkinan jarum yang digunakan menyebabkan kerusakan atau menyumbat arteri. Selain itu, siapa saja yang baru mendapatkan analisa gas darah disarankan untuk menghindari mengangkat benda-benda berat setidaknya selama 1 hari untuk menghindari komplikasi ataupun cidera.

Tes tambahan selain analisa gas darah?

Untuk membuat diagnosa, dokter tidak hanya akan mengandalkan analisa gas darah. Dokter biasanya membutuhkan pemeriksaan lanjutan seperti tes urin untuk memeriksa fungsi kerja ginjal, pemindaian dada menggunakan sinar-X atau metode pencitraan lain untuk memeriksa paru-paru, dan tes-tes lain untuk mengukur volume paru-paru. Dokter juga akan meminta tes darah lanjutan untuk memeriksa jumlah sel darah seseorang dan memeriksa kadar sodium, kalium, bicarbonate, dan glukosa darah atau biasa disebut dengan gula darah.

Hasil tidak normal dari analisa gas darah dapat mengindikasikan bahwa kondisi kesehatan seseorang ataupun cidera mempengaruhi pernapasan seseorang. Saat membuat diagnosa, dokter akan mempertimbangkan hasil dari analisa gas darah dan tes lain dengan kesehatan seseorang secara keseluruhan. Hasil dari analisa gas darah dapat menunjukkan apakah paru-paru mendapatkan cukup oksigen atau tidak, apakah paru-paru mampu mengeluarkan karbondioksida atau tidak, dan apakah ginjal dapat bekerja dengan baik atau tidak. Usia, riwayat kesehatan, dan jenis kelamin memengaruhi hasil dari analisa gas darah. Hasil yang keluar dari angka yang normal belum tentu mengindikasikan adanya gangguan penyakit jantung, paru-paru, ataupun ginjal.

Timbangan Badan Digital Pengukur Lemak Apakah Akurat?

Apabila Anda rajin berolahraga, makan makanan yang sehat, namun tetap menunjukkan adanya tanda-tanda berkurangnya berat badan di timbangan badan digital Anda, mungkin yang menjadi masalah sebenarnya adalah persentase lemak tubuh Anda. Saat Anda mencoba menurunkan berat badan, mengukur lemak tubuh sama pentingnya dengan mengukur berat badan secara keseluruhan. Hal ini karena kebiasaan yang sehat, seperti olahraga, dapat membentuk otot. Meningkatnya masa otot di tubuh dapat membuat angka di timbangan badan digital tetap di posisi yang sama, atau bahkan di dalam beberapa kasus tertentu, bertambah, meskipun setelah Anda mulai kehilangan lemak dan tubuh mulai berotot.

Salah satu cara yang terbaik untuk memantau kemajuan Anda dalam menurunkan berat badan adalah dengan menggunakan timbangan badan digital yang mampu mengukur masa lemak di tubuh. Meskipun hal ini bukan satu-satunya cara dalam menentukan berat badan yang sehat, mengukur lemak tubuh dapat menentukan apakah upaya Anda dalam menurunkan berat badan benar-benar berhasil. Apabila Anda tidak mencoba menurunkan berat badan, timbangan badan digital dengan pengukur lemak juga akan menunjukkan informasi apakah Anda memiliki rasio lemak dan otot yang sehat. Namun tentunya, timbangan badan digital yang dapat mengukur lemak tidak selamanya tanpa cela. Namun, alat ini merupakan salah satu dari pilihan lain selain mengunjungi dokter atau PT (personal trainer) Anda untuk mengukur lemak tubuh.

Bagaimana timbangan tersebut bekerja?

Timbangan badan digital untuk mengukur lemak biasanya mudah digunakan.  Anda hanya perlu naik ke atas timbangan dan alat akan otomatis mengukur berat badan dan perkiraan persentase lemak Anda. Timbangan badan digital jenis ini bekerja dengan bantuan sensor di bawah kaki yang menggunakan impedansi bioelektrik. Saat Anda menginjak timbangan, arus listrik akan mengalir melalui kaki dan melintasi panggul dan mengukur jumlah resistensi lemak tubuh. Kemudian, sensor yang ada di timbangan akan mengukur kadar resistensi tersebut saat arus listrik kembali melalui kaki. Resistensi tubuh yang diterima berarti semakin tinggi persentase lemak yang Anda miliki. Hal ini disebabkan karena lemak mengandung air yang lebih sedikit dibandingkan dengan otot. Sehingga karena lemak lebih padat dibandingkan otot, arus listrik kesulitan dalam menembus lapisan lemak. Tergantung tipe timbangan badan digital yang Anda punya, informasi yang didapatkan dapat dihubungkan dengan smartphone, smartwatch, ataupun aplikasi kebugaran tubuh yang Anda miliki.

Seberapa akurat timbangan jenis ini?

Pada umumnya, timbangan lemak badan hanya dapat menyediakan perkiraan kasar. Meskipun aman digunakan, ada banyak variable yang dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan. Beberapa faktor tersebut adalah jenis kelamin (wanita secara alami memiliki lemak tubuh yang lebih banyak dibandingkan dengan pria), letak lemak tersimpan di tubuh Anda, kehamilan (timbangan jenis ini tidak direkomendasikan digunakan oleh ibu hamil), umur (timbangan ini tidak cocok untuk anak), serta tinggi dan postur tubuh Anda.

Manfaat terbaik menggunakan timbangan badan digital pengukur lemak adalah Anda dapat mengukur lemak tubuh di rumah, tanpa harus mengunjungi gym ataupun klinik. Namun, timbangan jenis ini tidak benar-benar akurat. Jangan menggunakan timbangan tersebut sebagai satu-satunya alat ukur kesehatan keseluruhan Anda. Kekurangannya adalah timbangan badan digital pengukur lemak tidak dapat menunjukkan lokasi lemak tersebut berada. Dokter biasanya akan tahu dan khawatir terhadap lemak yang menumpuk di bagian tengah tubuh karena dapat meningkatkan risiko penyakit seperti penyakit jantung. Dan timbangan badan digital pengukur lemak hanya menunjukkan persentase lemak, bukan lokasi lemak berpotensi berbahaya tersebut berada.

Rhinitis, Gangguan Indera Penciuman yang Mengganggu Kehidupan Anak

Apakah Anda pernah menemukan masalah pada indera penciuman anak Anda, biasanya ditandai seperti gejala flu, tetapi tak kunjung sembuh walau sudah diberikan obat? Ya, mungkin anak Anda terserang rhinitis.

Rhinitis adalah kondisi di mana terjadi peradangan di dalam rongga hidung. Siapa saja bisa mengalami, termasuk anak-anak. Jika benar, Anda harus waspada. Karena selain mengganggu aktivitas si kecil, bila anak sudah terserang rhinitis, biasanya dia akan semakin mudah terkena serangan serupa hingga usia dewasa.

Hal ini diketahui melalui data statistik yang dilansir American Academy of Allergy, Asthma & Immunology, “Rhinitis alergi yang timbul pada masa anak-anak biasanya menetap sampai usia dewasa, dan akan berkurang pada usia lanjut. Sekitar 15-25% penderita akan sembuh secara spontan setelah 5-7 tahun,” kata laporan tertulis itu.

Sebenarnya rhinitis dapat dibedakan berdasarkan penyebabnya, yakni rhinitis alergi dan rhinitis nonalergi. Akan tetapi di lapangan, penyebab yang paling lazim adalah lantaran dipicu oleh alergen. Kira-kira perbedaannya dapat dipetakan seperti berikut:

  • Rhinitis alergi

Rhinitis alergi atau yang sering disebut dengan hay fever disebabkan oleh respons alergi terhadap alergen seperti serbuk sari, tungau, debu, air liur hewan peliharaan, bulu binatang peliharaan, dan lainnya. Rhinitis alergi terjadi akibat sistem kekebalan tubuh secara keliru mengidentifikasi zat tersebut sebagai zat asing sehingga menyebabkan peradangan pada lapisan hidung, yang meningkatkan sensitivitas saluran pernapasan.

  • Rhinitis nonalergi

Sedangkan rhinitis nonalergi disebabkan oleh mencakup bau tertentu di udara, perubahan cuaca, beberapa obat, makanan tertentu, dan kondisi kesehatan kronis. Rhinitis nonalergi dapat menyerang anak-anak dan orang dewasa, tetapi lebih sering terjadi setelah usia 20 tahun.

Meski gejala yang ditampakkan anak-anak bisa berbeda-beda setelah terpapar alergen, tetapi umumnya mereka akan mengalami kondisi seperti:

  • Hidung berair atau tersumbat.
  • Bersin-bersin.
  • Mata yang gatal atau berair.
  • Kelelahan.
  • Batuk-batuk.

Kondisi-kondisi di atas memang akan sembuh dengan sendirinya dan cenderung dapat ditangani. Namun, ada beberapa kasus di mana keadaan itu tak kunjung membaik dan terus-menerus hinggap di tubuh anak Anda.

Situasi ini biasa disebut gejala parennial, dan gejala awal tadi terus berkembang. Beberapa anak-anak dapat menderita sinusitis, di mana rongga di tengkorak dekat dengan tulang pipi dan alis mata dipenuhi oleh cairan yang menyebabkan rasa sakit dan ketidaknyamanan bahkan terkadang menyebabkan infeksi.

Anak kecil bisa berisiko mengembangkan telinga yang lengket (glue ear) sebagai komplikasi sinusitis karena tabung yang menghubungkan ke tenggorokan dan telinga berada di dekat tenggorokan yang tersumbat. Ini bisa juga menyebabkan gangguan pendengaran sementara.

Belum lagi pendarahan di hidung di mana itu merupakan gejala yang umum dari rhinitis alergi. Karena selaput hidung terasa gatal dan sering digosok atau tergoress.

Di sini kepekaan dan perhatian Anda amat dibutuhkan. Jangan ragu untuk segera memeriksakan anak Anda ke dokter jika:

  • Mengalami gejala-gejala yang terasa sangat mengganggu dan tidak kunjung membaik.
  • Obat alergi yang diminum tidak efektif atau justru memicu efek samping yang mengganggu.
  • Memiliki penyakit lain yang bisa memperparah rhinitis alergi, misalnya sinusitis, asma, atau polip dalam rongga hidung.

Jika situasinya akan bergulir ke arah yang mengkhawatirkan tersebut, sebaiknya Anda mulai melakukan tindakan preventif untuk menghindari kemungkinan anak terserang rhinitis. Pencegahan bisa Anda mulai dengan mulai menyingkirkan hal-hal yang memicu alergi. Contohnya jika mengalami alergi terhadap debu, maka bersihkan rumah secara teratur, terutama ruangan yang sering digunakan.

Selain itu, beberapa aktivitas ini juga dapat Anda lakukan sebagai upaya menghindari anak, juga keluarga dari ancaman rhinitis tersebut, di antaranya:

  • Membersihkan air conditioner (AC) setiap 2-3 bulan sekali.
  • Gantilah seprai, kelambu, dan gorden setiap 1 minggu sekali.
  • Jemur tempat tidur 1 minggu sekali.
  • Hindari penggunaan karpet, kapuk, dan boneka bulu.
  • Anjurkan anak untuk lebih banyak bermain di luar kamar, karena jumlah tungau debu rumah paling banyak terdapat di kamar tidur.

Kira-kira itulah beberapa hal yang dapat disajikan mengenai rhinitis pada anak. Jangan pernah biarkan si kecil dan seluruh anggota keluarga terserang gangguan kesehatan yang disebabkan oleh lingkungan yang kotor. Pasalnya, lingkungan yang kotor merupakan sumber dari berbagai macam penyakit, tak hanya rhinitis, penyakit-penyakit lain pun dapat bermula dari lingkungan yang tidak bersih.

Waspada Penyebaran Virus Corona, Lakukan Langkah-Langkah Ini

Anda tentu tahu, saat ini kita tengah dihantam wabah virus corona. Kepanikan terjadi di mana-mana karena pengetahuan tentang virus ini masih sangat minim. Untuk dapat menghindarinya, kita semua perlu membekali diri dengan wawasan yang benar terkait virus tersebut.

Mengenal virus corona

Virus corona merupakan kelompok virus yang dapat menginfeksi hewan dan dapat pula menyebar ke manusia. Di dalam kelompok ini, terdapat Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS-COV) dan Middle East Respiratory Syndrome (MERS-COV). Jenis virus yang paling baru dari kelompok ini adalah SARS-CoV-2 yang tengah mewabah saat ini.

SARS-CoV-2 merupakan jenis virus corona ketujuh yang menginfeksi manusia. Dampaknya, timbul penyakit COVID-19. Karena ini merupakan virus baru, maka hal-hal yang sekarang diketahui terkait virus ini sangat mungkin berubah.

Informasi sementara, masa inkubasi dari SARS-CoV-2 berlangsung antara 2-14 hari. Artinya, dibutuhkan waktu 2-14 hari sejak seseorang pertama kali tertular sampai muncul gejala.

Infeksi pertama kali memang ditemukan di Wuhan, China, tapi kini telah dinyatakan sebagai pandemi. Sebab sudah tersebar hampir di seluruh dunia.

Berdasarkan informasi yang disediakan oleh WHO, cara penularan SARS-CoV-2 belum diketahui secara pasti. Namun, secara umum virus dapat menyebar melalui tetesan ludah halus penderita ketika berbicara, batuk, atau bersin.

Tetesan ludah halus tersebut dapat masuk langsung ke hidung atau mulut orang sehat dan menyebabkannya terinfeksi. Selain itu, tetesan ludah halus penderita juga dapat menempel pada permukaan benda. Maka, disarankan untuk sesering mungkin membersihkan permukaan benda yang memiliki kontak dengan orang sakit. Sebab ketahanan virus ini belum diketahui, maka waspada merupakan jalan satu-satunya.

Lakukan langkah ini untuk mencegah penyebaran virus corona

Pasien yang tertular SARS-CoV-2 atau lebih lazim disebut virus corona, menunjukkan gejala-gejala ringan hingga berat. Beberapa tanda yang muncul diantaranya demam, batuk, kesulitan bernapas atau napas menjadi pendek. Pada kondisi yang lebih parah, dapat terjadi pneumoniae, gagal ginjal, hingga kematian. Beberapa yang tertular virus ini juga tidak menunjukkan gejala sama sekali, namun tetap dapat menularkannya kepada orang lain.

Sementara ini belum ada pengobatan maupun vaksin untuk virus ini. Semua masih dalam tahap penelitian. Lalu, apa yang dapat kita lakukan? Mencegah agar tidak tertular atau meminimalisasi penyebaran virus tersebut. Berikut ini langkah-langkah yang dapat dilakukan.

1. Tinggal di rumah saja

Tinggal di rumah saja atau self isolation merupakan tindakan nyata dari social distancing atau pembatasan sosial. Langkah pembatasan sosial diyakini sebagai cara yang paling efektif untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Jadi, bila tidak penting dan mendesak, sebaiknya Anda tidak keluar rumah untuk sementara waktu.

2. Rutin mencuci tangan

Disarankan untuk mencuci tangan Anda dengan air mengalir dan sabun secara rutin, bahkan lebih sering dari biasanya. Bila hal ini tidak memungkinkan, Anda boleh menggunakan hand sanitizer.

Cairan antiseptik atau hand sanitizer yang digunakan harus mengandung alkohol minimal 60%. Kadar alkohol yang dianggap efektif untuk mencegah infeksi adalah antara 60%-71%.

3. Menjaga jarak

Saat Anda terpaksa sekali harus keluar rumah, jagalah jarak dengan orang lain. Terutama mereka yang tengah batuk atau bersin. Jagalah jarak aman paling tidak 1 meter. Sebab droplet atau tetesan ludah paling jauh dapat tersembur sejauh 1 meter.

4. Hindari menyentuh mata, hidung, atau mulut

Sebisa mungkin tidak menyentuh mata, hidung, atau mulut, sebab tangan Anda mungkin saja sudah terkontaminasi virus corona yang menempel pada permukaan benda. Bagian tubuh, seperti mata atau hidung, memiliki membran mukosa yang dapat menjadi jalan masuk virus.

Jika Anda telah berusaha melakukan swakarantina di rumah, menjaga kebersihan, serta pola hidup agar sistem kekebalan tubuh tetap baik, namun Anda merasakan demam dan kesulitan bernapas, atau gejala lain yang Anda duga sebagai tanda infeksi virus corona, sebaiknya segera mencari pertolongan medis. Anda dapat menghubungi 119 bila dibutuhkan. Nomor tersebut merupakan hotline khusus untuk pengaduan COVID-19 yang disediakan oleh Kemenkes RI.

Cara Pijat Bayi dalam Rangkaian Baby Spa

Salah satu layanan yang ditawarkan di baby spa adalah pijat bayi

Pemijatan oleh fisioterapis merupakan tahap pertama yang dilakukan setelah melakukan baby swim dari rangkaian baby spa pada umumnya. Manfaat yang muncul ketika spa dilakukan oleh sang ibu akan memunculkan kondisi nyaman dan kedekatan antara ibu dan anak. Meskipun hal ini bisa dilakukan oleh para ibu di rumah, namun alangkah baiknya jika dilakukan oleh seorang profesional.

Cara pijat untuk bayi yang dilakukan oleh sang ibu bisa dilakukan setiap hari setelah si kecil dimandikan. Anak akan tumbuh lebih ceria dan sehat serta mampu mendapatkan kualitas tidur yang baik hingga jarang sakit seiring perkembangannya. Namun, ada beberapa hal yang harus diperhatikan ketika sang ibu akan melakukan pijat bayi sendiri di rumah.

Rangkaian Baby Spa

Sebelum melakukan pijat bayi terdapat beberapa hal yang perlu dipersiapkan oleh para ibu. Persiapan yang harus dilakukan meliputi adanya bahan dan alat pendukung yang akan digunakan untuk melakukan pijat bayi. Berikut ini penjelasan singkat dan jelas mengenai persiapan yang harus dilakukan.

  • Persiapan

Sediakan bahan seperti baby oil, baby lotion atau bisa juga menggunakan minyak telon. Hal ini sesuai dengan bahan yang membuat anak merasa nyaman dan tidak alergi. Sangat direkomendasikan menggunakan minyak telon, karena si kecil mungkin saja alergi dengan penggunaan baby oil.

Sediakan handuk lembut atau kain lembut, nantinya handuk atau kain ini dijadikan sebagai alas untuk proses pijat bayi. Fungsi lain dari tekstur halus dari kain ini adalah agar si bayi merasa nyaman ketika berada di atasnya.

Cara Pijat Bayi

Sangat dianjurkan bagi semua para ibu ketika selama melakukan pijat bayi untuk seolah mengajak anak berbicara, atau jika mau si ibu bisa mengajak bayinya bernyanyi. Hal ini bisa membuat kemampuan verbal si bayi meningkat, selain itu hal ini juga bisa mempererat hubungan batin si ibu dan bayinya, berikut ini tahapan memijat bayi.

  1. Pijat Wajah Bayi
  • Tekan jemari mulai dari tengah kening hingga mengarah ke pelips dan pipi.
  • Lakukan pemijatan di daerah bagian atas alis dengan menggunakan kedua ibu jari.
  • Tekan lembut menggunakan ibu jari, tarik garis ke arah hidung menuju pipi.
  • Kemudian lakukan pijat dari sekitar area mulut si bayi menggunakan kedua ibu jari.
  • Lakukan gerakan menarik bibir sehingga pijatan membentuk senyuman.
  • Lakukan pijatan lembut, mulai dari sekitar rahang bayi ke arah tengah samping seperti membuat senyuman.
  1. Pijat Dada Bayi
  • Memijat di dada bayi lakukan dengan menggunakan kedua tangan, letakkan di atas dada bayi. Lakukan gerakan mengarah ke atas, ke samping dan kembali ke tengah dengan gerakan yang dapat membentuk simbol hati.
  • Setelah itu, lakukan pemijatan di dada bayi dengan membuat arah silang memakai telapak tangan menuju ke arah bahu. Lakukan pijatan ini dengan lembut dan tidak keras untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
  1. Pijat Perut Bayi
  • Tahap terakhir baby spa ini adalah dengan memijat perut bayi, caranya dengan melakukan gerakan mengeruk perut atas bayi menggunakan tangan dari atas ke bawah.
  • Kemudian, angkat kaki bayi bisa dengan menekan lutut secara perlahan ke arah perut. Lakukan gerakan melingkar bergantian tepat di atas perut bayi, lakukan gerakan ini persis searah jarum jam.
  • Para ibu bisa merasakan gelembung angin yang terdapat di dalam perut bayi, kemudian dorong dengan jari-jari, lakukan gerakan ini searah jarum jam.

Bahaya Obat Pengusir Tikus bagi Manusia

bahaya obat pengusir tikus yang dapat sebabkan kematian pada manusia.

Banyak orang-orang memilih obat pengusir tikus atau dalam kata lain “racun tikus” untuk mengatasi keberadaan hewan pengerat itu di dalam rumahnya. Salah satu alasan tingginya penggunaan racun tikus adalah keampuhannya untuk “membasmi” tikus. Tikus yang menyambar makanan yang telah diberi racun seketika akan tergolek tak bernyawa lantaran zat yang terdapat dalam racun itu bekerja mematikan mekanisme tubuh mereka.

Sebenarnya, penggunaan obat pengusir tikus merupakan masalah preferensi belaka. Namun, yang harus diperhatikan bila seseorang memilih mengatasi gangguan tikus di rumahnya dengan racun adalah efek samping atau risiko terhadap dirinya sendiri atau manusia lain di dalam rumah itu. Pasalnya, racun tikus merupakan sesuatu yang tak kalah berbahayanya bagi manusia.

Kandungan dan Mekanisme Kerja Senyawa Berbahaya di dalam Racun Tikus

Salah satu zat atau senyawa yang terkandung di dalam racun tikus adalah Rodentisida. Rodentisida sendiri memang merupakan senyawa kimia beracun yang peruntukannya sengaja digunakan untuk mematikan berbagai jenis binatang pengerat. Rodentisida terbagi ke dalam dua kelompok besar berdasarkan kecepatan kerjanya, yakni rodentisida akut (bekerja cepat) dan rodentisida kronis (bekerja lambat). Contoh bahan aktif rodentisida yang tergolong racun akut adalah seng fosfida, brometalin, crimidine, dan arsenik trioksida. Sementara bahan aktif yang tergolong racun kronis adalah kumatetralil, warfarin, fumarin, dan pival yang termasuk racun antikoagulan generasi I, serta brodifakum, bromadiolon, dan flokumafen.

Cara kerja rodentisida ini sendiri dengan cara merusak jaringan saluran pencernaan, masuk ke aliran darah, untuk nantinya berujung pada hancurnya liver target. Penggunaan rodentisida sebagai racun tikus biasanya dalam bentuk batangan dan pellet. 

Mekanisme lain senyawa di dalam racun tikus yang juga amat membahayakan bagi manusia ialah menghentikan pembekuan darah. Jika tertelan oleh manusia, senyawa ini mengakibatkan pendarahan yang lebih serius dan efek yang ditimbulkan lebih lama. 

Tanda dan gejala yang dapat timbul jika tertelan bahan aktif ini yaitu perdarahan ringan hingga berat. Perdarahan dapat terjadi seperti pendarahan pada gusi dan hidung, darah pada feses, dan nyeri pada bagian perut. Sementara itu, perdarahan yang berat akan membuat penderitanya mengalami buang air kecil berdarah, muntah berdarah, hingga terjadi syok dan kematian.

Kasus Kematian Lantaran Racun Tikus

Kasus kematian manusia lantaran menelan obat pengusir tikus kimia ini sudah marak sekali. Di Indonesia sendiri, kerap terdengar berita menyesakkan dada ini. Ada yang keracunan lantaran insiden ketidak-sengajaan, tetapi lebih sering korban memang sengaja diracun oleh orang lain.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, beberapa tahun silam. Kejadian yang terjadi lantaran kelalaian itu menyebabkan enam orang meninggal dunia. Keenamnya diduga kuat terpapar racun tikus. Dalam laporan tertulis mengenai kejadian luar biasa (KLB) keracunan itu, Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kalimantan Barat menemukan masa inkubasi keracunan masing-masing korban antara satu jam hingga dua jam. Para korban juga menunjukkan gejala yang sama yakni mual, muntah, sakit kepala, kejang, dan mulut mengeluarkan busa. Dengan melihat gejala itu, tim menyimpulkan bahwa para korban mengalami keracunan bahan kimia.

Produsen obat pengusir tikus kimia ini memang membuat racun dalam bentuk, bau, dan warna yang menarik. Tujuannya tak lain agar si tikus terpancing untuk memakannya. Yang jadi masalah adalah, hal ini amat berisiko bagi mereka yang memiliki anak-anak kecil. Pasalnya, kemungkinan si anak tertarik dan turut “menyantap” racun tikus itu amat tinggi.  Itu sesuai dengan kebiasaan anak-anak yang mudah tertarik pada sesuatu yang mencolok.

Oleh karenanya, untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, ada beberapa etika atau cara memasang racun tikus yang aman dan tepat. Beberapa di antaranya adalah dengan mempatkan racun dalam wadah khusus, misalnya di dalam potongan pipa, sehingga tidak bisa dimakan hewan peliharaan. Pemilihan tempat untuk menaruh racun tikus itu pun harus diperhatikan, jangan taruh racun di sembarang tempat atau di tempat-tempat yang mudah dijangkau anak kecil.

Sirosis Hati: Apa Yang Perlu Diketahui?

Sirosis hati merupakan tahap akhir dari jaringan hati yang biasanya disebabkan oleh hepatitis dan kecanduan alkohol. Hati memiliki peran penting, antara lain mengeluarkan zat berbahaya atau racun dari tubuh, membersihkan darah, sebagai nutrisi dalam organ tubuh, dan melawan infeksi pada tubuh.

Sirosis hati terjadi karena kerusakan pada hati. Hati mencoba memperbaiki masalah dalam tubuh setiap kali bermasalah. Sirosis hati menyebabkan luka yang bentuknya seperti tisu. Jika sirosis hati terus terjadi, maka luka di dalam tubuh semakin membesar, dan hati akan kesulitan untuk memperbaikinya.

Penyakit ini justru mengancam nyawa manusia jika tidak ditangani dengan pengobatan yang tepat. Oleh karena itu, seseorang yang mengalami sirosis hati perlu didiagnosis lebih awal untuk menemukan solusi yang bisa ditawarkan.

Gejala

Pada awalnya, seseorang tidak merasakan gejala apapun. Namun ketika waktu berlalu, kondisi pada hati memburuk sehingga gejala yang kemungkinan akan muncul antara lain:

  • Kelelahan.
  • Kebingungan.
  • Memar hingga berdarah.
  • Kehilangan berat badan.
  • Gatal-gatal.
  • Kaki bengkak.
  • Kehilangan nafsu untuk melakukan seks.
  • Telapak tangan merah.
  • Kekuningan pada warna kulit.

Penyebab

Penyebab terjadinya sirosis antara lain:

  • Konsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Obesitas.
  • Hepatitis B dan C dalam jangka panjang.
  • Kerusakan empedu.
  • Kelainan pencernaan.
  • Infeksi seperti sifilis.
  • Penggunaan obat berupa metrotreksat atau isoniazid.

Komplikasi

Jika Anda mengalami sirosis hati, komplikasi yang kemungkinan terjadi pada tubuh, antara lain:

  • Tekanan darah tinggi

Sirosis memperlambat aliran darah melalui hati sehingga menyebabkan tekanan pada hati.

  • Pembengkakan pada kaki dan perut

Pembengkakan disebabkan karena tekanan pada vena porta yang meningkat sehingga cairan menumpuk pada bagian kaki dan perut.

  • Pendarahan

Hipertensi portal mengalihkan darah ke vena yang lebih kecil sehingga menyebabkan tekanan dan pendarahan yang serius. Jika hati tidak dapat membekukan pendarahan, pendarahan akan terus berlanjut.

  • Infeksi

Sirosis menyebabkan tubuh kesulitan melawan infeksi.

  • Malnutrisi

Sirosis hati juga menyebabkan tubuh kesulitan mencerna nutrisi sehingga seseorang mengalami penurunan berat badan.

Diagnosis

Jika Anda mengalami sirosis hati, Anda sebaiknya konsultasikan masalah tersebut dengan dokter. Dokter akan meminta Anda untuk melakukan diagnosis terlebih dahulu untuk mengetahui penyebabnya berasal dari mana dan seberapa parah yang kemungkinan dialami oleh manusia.

Dokter akan melakukan berbagai pemeriksaan berupa tes darah dan radiologi (meliputi USG, CT scan, atau MRI scan). Selain itu, dokter juga menganjurkan untuk melakukan biopsi hati dengan cara mengambil contoh sel hati yang kemudian diuji melalui mikroskop. Endoskopi juga dapat digunakan untuk mengevaluasi jika terindikasi penyakit sirosis hati.

Perawatan

Walaupun penyakit sirosis hati tidak dapat disembuhkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah atau memperlambat penyakit tersebut. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah obat antivirus jika mengalami infeksi hepatitis C.

Selain itu, gaya hidup yang Anda perlu ubah antara lain:

  • Jangan mengkonsumsi minuman beralkohol secara berlebihan.
  • Anda sebaiknya jaga pola makan dengan buah-buahan dan sayuran, makanan yang kaya akan serat dan protein, dan kurangi makanan berlemak dan minuman yang mengandung kafein.
  • Anda juga perlu menjaga berat badan ideal karena lemak yang ada di dalam tubuh dapat merusak hati.

Jika Anda telah melakukan perawatan atau pencegahan sirosis hati yang tercantum di atas, namun kondisi pada tubuh semakin memburuk, Anda sebaiknya hubungi dokter dan minta instruksi dari dokter untuk perawatan yang tepat. Mungkin saja Anda perlu operasi karena penyakit lain yang membahayakan tubuh yang melibatkan sirosis hati.