Bahaya Obat Pengusir Tikus bagi Manusia

bahaya obat pengusir tikus yang dapat sebabkan kematian pada manusia.

Banyak orang-orang memilih obat pengusir tikus atau dalam kata lain “racun tikus” untuk mengatasi keberadaan hewan pengerat itu di dalam rumahnya. Salah satu alasan tingginya penggunaan racun tikus adalah keampuhannya untuk “membasmi” tikus. Tikus yang menyambar makanan yang telah diberi racun seketika akan tergolek tak bernyawa lantaran zat yang terdapat dalam racun itu bekerja mematikan mekanisme tubuh mereka.

Sebenarnya, penggunaan obat pengusir tikus merupakan masalah preferensi belaka. Namun, yang harus diperhatikan bila seseorang memilih mengatasi gangguan tikus di rumahnya dengan racun adalah efek samping atau risiko terhadap dirinya sendiri atau manusia lain di dalam rumah itu. Pasalnya, racun tikus merupakan sesuatu yang tak kalah berbahayanya bagi manusia.

Kandungan dan Mekanisme Kerja Senyawa Berbahaya di dalam Racun Tikus

Salah satu zat atau senyawa yang terkandung di dalam racun tikus adalah Rodentisida. Rodentisida sendiri memang merupakan senyawa kimia beracun yang peruntukannya sengaja digunakan untuk mematikan berbagai jenis binatang pengerat. Rodentisida terbagi ke dalam dua kelompok besar berdasarkan kecepatan kerjanya, yakni rodentisida akut (bekerja cepat) dan rodentisida kronis (bekerja lambat). Contoh bahan aktif rodentisida yang tergolong racun akut adalah seng fosfida, brometalin, crimidine, dan arsenik trioksida. Sementara bahan aktif yang tergolong racun kronis adalah kumatetralil, warfarin, fumarin, dan pival yang termasuk racun antikoagulan generasi I, serta brodifakum, bromadiolon, dan flokumafen.

Cara kerja rodentisida ini sendiri dengan cara merusak jaringan saluran pencernaan, masuk ke aliran darah, untuk nantinya berujung pada hancurnya liver target. Penggunaan rodentisida sebagai racun tikus biasanya dalam bentuk batangan dan pellet. 

Mekanisme lain senyawa di dalam racun tikus yang juga amat membahayakan bagi manusia ialah menghentikan pembekuan darah. Jika tertelan oleh manusia, senyawa ini mengakibatkan pendarahan yang lebih serius dan efek yang ditimbulkan lebih lama. 

Tanda dan gejala yang dapat timbul jika tertelan bahan aktif ini yaitu perdarahan ringan hingga berat. Perdarahan dapat terjadi seperti pendarahan pada gusi dan hidung, darah pada feses, dan nyeri pada bagian perut. Sementara itu, perdarahan yang berat akan membuat penderitanya mengalami buang air kecil berdarah, muntah berdarah, hingga terjadi syok dan kematian.

Kasus Kematian Lantaran Racun Tikus

Kasus kematian manusia lantaran menelan obat pengusir tikus kimia ini sudah marak sekali. Di Indonesia sendiri, kerap terdengar berita menyesakkan dada ini. Ada yang keracunan lantaran insiden ketidak-sengajaan, tetapi lebih sering korban memang sengaja diracun oleh orang lain.

Seperti yang terjadi di Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, beberapa tahun silam. Kejadian yang terjadi lantaran kelalaian itu menyebabkan enam orang meninggal dunia. Keenamnya diduga kuat terpapar racun tikus. Dalam laporan tertulis mengenai kejadian luar biasa (KLB) keracunan itu, Tim Surveilans Dinas Kesehatan Kalimantan Barat menemukan masa inkubasi keracunan masing-masing korban antara satu jam hingga dua jam. Para korban juga menunjukkan gejala yang sama yakni mual, muntah, sakit kepala, kejang, dan mulut mengeluarkan busa. Dengan melihat gejala itu, tim menyimpulkan bahwa para korban mengalami keracunan bahan kimia.

Produsen obat pengusir tikus kimia ini memang membuat racun dalam bentuk, bau, dan warna yang menarik. Tujuannya tak lain agar si tikus terpancing untuk memakannya. Yang jadi masalah adalah, hal ini amat berisiko bagi mereka yang memiliki anak-anak kecil. Pasalnya, kemungkinan si anak tertarik dan turut “menyantap” racun tikus itu amat tinggi.  Itu sesuai dengan kebiasaan anak-anak yang mudah tertarik pada sesuatu yang mencolok.

Oleh karenanya, untuk menghindari kejadian yang tak diinginkan, ada beberapa etika atau cara memasang racun tikus yang aman dan tepat. Beberapa di antaranya adalah dengan mempatkan racun dalam wadah khusus, misalnya di dalam potongan pipa, sehingga tidak bisa dimakan hewan peliharaan. Pemilihan tempat untuk menaruh racun tikus itu pun harus diperhatikan, jangan taruh racun di sembarang tempat atau di tempat-tempat yang mudah dijangkau anak kecil.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*