Disonansi Kognitif Mungkin Baik Untuk Anda

Istilah disonansi kognitif digunakan untuk menggambarkan ketidaknyamanan mental seseorang akibat memegang dua keyakinan, nilai, atau sikap yang saling bertentangan.

Seseorang dengan disonansi kognitif, cenderung mencari konsistensi dalam sikap dan persepsinya, sehingga konflik ini menyebabkan perasaan tidak nyaman.

Setiap orang pernah mengalami disonansi kognitif di level tertentu, tetapi hal tersebut tidak berarti bahwa kondisi ini selalu mudah dikenali. Berikut beberapa tanda bahwa apa yang Anda rasakan mungkin terkait dengan disonansi kognitif:

  • Merasa tidak nyaman sebelum melakukan sesuatu atau mengambil keputusan
  • Mencoba untuk membenarkan keputusan yang telah Anda buat atau tindakan yang telah Anda ambil
  • Merasa malu tentang sesuatu yang telah Anda lakukan dan berusaha menyembunyikan tindakan Anda dari orang lain
  • Mengalami rasa bersalah atau penyesalan tentang sesuatu yang telah Anda lakukan di masa lalu
  • Melakukan sesuatu karena tekanan sosial atau ketakutan akan ketinggalan (FOMO), meskipun hal tersebut bukan sesuatu yang ingin Anda lakukan.

Contoh sederhana dari disonansi kognitif misalnya, ketika Anda merokok (perilaku) dan Anda tahu bahwa merokok menyebabkan kanker (kognisi), sehingga Anda berada dalam keadaan disonansi kognitif.

Meskipun banyak orang mungkin berpikir disonansi kognitif adalah hal yang buruk, sebenarnya hal itu membantu Anda tetap sehat dan bahagia secara mental.  

Karena disonansi kognitif mungkin membuat Anda merasa puas dengan pilihan Anda atau setidaknya membiarkan Anda membenarkan pilihan tersebut, terutama ketika hal tersebut tidak dapat dengan mudah Anda ubah. Sehingga menjadikan Anda berdamai dengan keputusan Anda.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*