Hal Penting bagi Ibu Menyusui di Tengah Pandemi Corona

Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) masih terus berlangsung hingga saat ini. Tragedi itu melumpuhkan beberapa sendi kehidupan sekaligus mengubah banyak tatanan yang sudah mapan. Banyak kelompok orang berada di dalam situasi dilematis, salah satunya ibu menyusui.

Virus corona menyebar dan dapat menginfeksi seseorang melalui droplet atau percikan cairan dari mulut maupun hidung. Oleh karenanya, phsycal distancing atau pembatasan fisik (menjaga jarak) menjadi prosedur yang ditetapkan untuk memutus rantai persebaran virus tersebut. Masalahnya, bagaimana ibu bisa menyusui bayinya jika harus menjaga jarak. Kondisi itu bertambah rumit ketika sang ibu, yang tengah menyusui itu, masuk ke dalam daftar pasien covid-19.

Untuk mengatasi itu, banyak organisasi kesehatan masyarakat merekomendasikan ibu dan bayi tetap bersama, kendati si ibu positif corona. Pasalnya, biar bagaimanapun si bayi harus tetap mendapatkan asupan ASI dalam masa-masa menyusui tersebut untuk menunjang kehidupannya.

Situasi ini berhasil memaksa organisasi kesehatan untuk membuat prosedur untuk mengatasi dilema ini. Ada yang menyarankan pasien covid-19 yang berstatus sebagai ibu menyusui dipisahkan dengan pasien lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Tujuannya agar ibu masih dapat menyusui bayinya tanpa mengorbankan kesehatan si bayi dari orang-orang selain ibunya.

Lain lagi pandangan dari Academy of Breastfeeding Medicine. Alison Stuebe, MD, sang presiden memengungkapkan bahwa ada banyak risiko yang bakal diterima bayi jika ia harus dipisahkan dari ibunya.

Dalam komentarnya, Dr. Stuebe, mencatat bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemisahan antara bayi dan ibu dengan dugaan atau konfirmasi Covid-19 bisa “menyelamatkan” si bayi.

Memang pemisahan ini bisa meminimalisir risiko penularan virus dari ibu ke bayi selama tinggal di rumah sakit. Namun itu memiliki potensi konsekuensi negatif bagi ibu dan bayi, demikian komentar yang diterbitkan dalam Breastfeeding Medicine, jurnal resmi dari Academy of Breastfeeding Medicine.

Dr. Stuebe menguraikan beberapa risiko memisahkan ibu dan bayi di rumah sakit, yang mengganggu pemberian ASI dan kontak kulit ke kulit selama jam dan hari-hari kritis setelah kelahiran. Sebagai contoh, bayi yang kekurangan kontak kulit dengan ibu mereka cenderung memiliki detak jantung dan pernapasan yang lebih tinggi dan kadar glukosa yang lebih rendah.

Perpisahan itu juga bisa membuat mental dan kondisi psikologis ibu tertekan, yang mana bisa membuatnya lebih sulit untuk melawan infeksi virus corona. Selain itu, pemisahan mengganggu pemberian ASI kepada bayi, yang penting untuk perkembangan sistem kekebalan bayi. Pemisahan juga mengganggu pemberian ASI, yang menempatkan bayi pada peningkatan risiko infeksi pernapasan berat, termasuk pneumonia dan Covid-19.

  • Prosedur Pemberian ASI oleh Ibu Menyusui Terduga atau Positif Corona

Oleh karena pentingnya aktivitas menyusui bagi bayi maupun si ibu sendiri, kendati tengah dalam bayang-bayang virus corona, berikut beberapa prosedur yang disarankan untuk meminimalisir terjadinya penularan:

  • Untuk ibu yang memiliki gejala tapi masih bisa menyusui, tindakan pencegahan yang dimaksud adalah memakai masker ketika berada di sekitar anak (termasuk ketika sedang menyusui);
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan anak (termasuk menyusui);
  • Membersihkan/memberi desinfektan pada permukaan yang terkontaminasi – sebagaimana seharusnya dilakukan untuk tiap kali seseorang yang telah dikonfirmasi atau dicurigai terkena covid-19;
  • Jika kondisi ibu terlalu payah, maka disarankan untuk memerah ASI dan memberikannya ke anak melalui cangkir dan/atau sendok bersih – dan terus melakukan metode pencegahan penularan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

***

Itulah kiranya beberapa hal penting yang dapat diketahui menganai aktivitas ibu menyusui di tengah pandemic virus corona. Situasi ini memang berat dan amat dilematis, tetapi dengan prosedur yang benar dan aman, kemungkinan terjadinya penularan pada bayi pun bisa diminimalisir sehingga bayi tetap mendapatkan nutrisi dari sang ibu, dan sebaliknya, ibu tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*