Jangan Terlewat, Ini Jenis Imunisasi Wajib pada Anak

Jika Anda memiliki anak yang masih berusia di bawah 18 tahun, Anda harus menyadari perlunya melakukan imunisasi pada anak. Di Indonesia sendiri, ada beberapa jenis imunisasi yang sebaiknya diikuti oleh anak Anda.

jenis imunisasi

Imunisasi merupakan upaya untuk melindungi anak dari penyakit tertentu. Efek dari imunisasi bekerja dengan menjadikan tubuh imun atau kebal terhadap penyebab penyakit tersebut. Saat tubuh menjadi kebal, resiko terkena penyakit akan semakin rendah.

Pentingnya melakukan jenis imunisasi anak sesuai jadwal

Biasanya, imunisasi akan mulai dilakukan sejak anak masih bayi hingga berusia 18 tahun. Ada jadwal yang telah ditetapkan kepada setiap anak untuk menerima imunisasi. Penetapan jadwal tersebut terbagi ke dalam dua, yaitu jadwal imunisasi dasar dan jadwal imunisasi ulangan.

Beberapa jenis imunisasi perlu dilakukan secara berulang atau lebih dari satu kali. Jenis inilah yang akan dijadwalkan pada jadwal imunisasi ulangan. Sementara, beberapa jenis lainnya hanya perlu diterapkan satu kali saja seumur hidup.

Di Indonesia, jadwal imunisasi pada anak disesuaikan dengan standar yang direkomendasikan oleh World Health Organization (WHO). WHO, bekerja sama dengan sejumlah organisasi yang bergerak dalam bidang imunisasi, membuat jadwal imunisasi sesuai dengan hasil uji klinis yang telah dilakukan.

Banyak sekali anak yang mengalami keterlambatan dalam menerima jadwal imunisasi. Hal ini dapat menghambat kerja proteksi yang telah diberikan dari imunisasi sebelumnya, karena proteksi tersebut belum bisa memberikan perlindungan untuk jangka waktu yang terlalu panjang.

Karena itu, anak yang terlambat menerima imunisasi harus segera mengejar ketertinggalannya dan memperbaiki jadwal penerimaan imunisasi. Konsultasikan pada dokter mengenai pengaturan kembali jadwal imunisasi tersebut.

Jenis-jenis imunisasi pada anak

Imunisasi pada anak dibedakan ke dalam kelompok umur. Jenis yang diberikan disesuaikan dengan usia sang anak. Berikut ini jenis dari imunisasi anak berdasarkan kelompok usianya:

  • Usia di bawah 1 tahun

Untuk anak berusia di bawah 1 tahun, imunisasi yang diberikan berupa vaksin BCG untuk perlindungan terhadap TBC, vaksin polio, vaksin hepatitis B, vaksin campak, vaksin DPT, vaksin HiB, vaksin rotavirus, dan pneumokokus.

  • Usia 1-4 tahun

Pada usia ini, anak akan menerima beberapa jenis imunisasi, meliputi imunisasi dasar dan imunisasi ulangan. Imunisasi tersebut antara lain vaksin DPT, vaksin polio, vaksin hepatitis A, vaksin influenza, vaksin HiB, vaksin pneumokokus, tifoid, dan vaksin MMR.

  • Usia 5-12 tahun

Sama seperti golongan usia sebelumnya, pemberian vaksin pada anak usia 5-12 tahun juga meliputi imunisasi dasar dan imunisasi ulangan. Anak pada usia ini akan menerima imunisasi yang terdiri atas vaksin DPT, vaksin polio, vaksin campak, vaksin MMR, vaksin tifoid, vaksin hepatitis A, vaksin varisela, vaksin influenza, serta vaksin pneumokokus.

  • Usia 12-18 tahun

Kategori usia ini merupakan kategori usia terakhir dimana anak perlu mendapatkan imunisasi. Pada usia ini, imunisasi yang akan didapatkan berupa vaksin TT, vaksin hepatitis B, vaksin MMR, vaksin tifoid, vaksin hepatitis A, vaksin varisela, vaksin influenza, vaksin pneumokokus, dan vaksin HPV.

Setelah melewati usia 18 tahun, anak tak perlu lagi mendapatkan imunisasi. Akan tetapi, ketika memasuki usia lanjut atau lansia, beberapa jenis imunisasi mungkin kembali diperlukan, seperti imunisasi pneumokokus dan imunisasi influenza. Selalu konsultasikan pada dokter mengenai jadwal imunisasi pada anak. Pastikan untuk memahami jenis imunisasi yang harus diterima serta usia yang diperlukan untuk mendapatknya agar anak Anda tetap terlindungi dari penyakit.

Tags: 

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*