Kenali Jenis-Jenis Gigitan Hewan dan Cara Mengatasinya

Hampir semua orang pernah mengalami infeksi akibat gigitan hewan, terutama gigitan kucing dan anjing. Pemicu umumnya karena luka gigitan ini terjadi di tangan atau jari-jari, bagian tubuh yang butuh waktu lebih lama melawan infeksi. Belum lagi jika terdapat kontaminasi dengan bakteri dari mulut hewan maupun kulit korban. Infeksi gigitan hewan bisa terjadi ketika bakteri masuk lewat luka terbuka di tubuh manusia. Saat bakteri berkembang biak, renspons sistem imun yang paling umum muncul adalah pembengkakan dan peradangan. Jika dibiarkan, luka gigitan hewan bisa mengancam nyawa.

Jenis-jenis infeksi akibat luka gigitan hewan

  • Gigitan anjing

Anjing bisa menggigit ketika merasa takut, antusias, terluka, atau sebagai bentuk pertahanan diri. Seluruh jenis anjing memiliki potensi menggigit manusia. Anak-anak lebih berisiko mengalami gigitan anjing dibandingkan dengan orang dewasa. Selain itu gigitan anjing yang terkena rabies dapat membuat Anda tertular rabies.

  • Gigitan kucing

Gigi kucing cukup tajam untuk menyebabkan luka tusuk yang sulit dibersihkan. Biasanya, bentuk luka gigitan kucing adalah tusukan kecil namun dalam. Ketika luka seperti ini muncul, bakteri bisa terperangkap di dalam luka.

  • Gigitan hewan buas

Selain gigitan anjing dan kucing, hewan buas seperti kelelawar, rakun, serigala, dan lainnya bisa menyebabkan infeksi rabies. Penyakit rabies termasuk yang mengancam nyawa penderitanya. Jadi, jangan tunda penanganan medis darurat ketika tergigit hewan buas seperti ini.

Dengan penanganan medis tepat, luka dapat dipastikan benar-benar bersih dan terawat. Jenis luka terbuka akibat gigitan hewan buas harus dirawat dengan baik agar tidak menjadi tempat timbulnya bakteri penyebab infeksi.

Tidak hanya bakteri dari lingkungan sekitar yang masuk ke dalam luka terbuka, hewan itu sendiri bisa menjadi pembawa bakteri. Entah itu lewat air liur atau memang sudah ada di dalam mulutnya.

Penanganan darurat luka gigitan hewan

Terlepas dari ada tidaknya layanan medis untuk penanganan luka gigitan hewan, setiap orang harus tahu langkah penanganan darurat yang harus dilakukan, di antaranya:

  • Cuci bersih area luka dengan sabun dan air mengalir
  • Tutupi area luka dengan perban yang bersih
  • Jika luka cukup dalam dan berdarah secara aktif, tekan areanya agar pendarahan berhenti
  • Menekan area luka harus dengan kain yang bersih

Tetap upayakan mencari pertolongan darurat sesegera mungkin. Faktor risiko lain yang meningkatkan risiko seseorang mengalami infeksi di antaranya jika luka tidak langsung dibersihkan, muncul luka cukup dalam, hingga sistem kekebalan tubuh yang menurun.

Saat memeriksakan diri ke dokter, selain pemeriksaan tentang kronologi kejadian dokter juga akan melakukan X-ray untuk mengidentifikasi apakah infeksi sudah menyebar ke tulang. Utamanya, ini dilakukan jika luka gigitan terjadi di tangan atau jari.

Pemeriksaan darah juga bisa membantu mendiagnosis apakah virus sudah menyebar melalui darah atau sepsisTerjadinya sepsis dan infeksi yang menyebar hingga ke tulang adalah kondisi yang bisa mengancam nyawa seseorang.

Dokter biasanya akan meresepkan antibiotik untuk mencegah munculnya infeksi. Biasanya, rangkaian perawatan berlangsung selama 5-10 hari bergantung pada seberapa parah kondisinya.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*