Manfaat Menyikat Gigi bagi Kesehatan Otak

Menggosok gigi tidak hanya membuat gigi bersih dan napas segar, tapi juga memiliki efek positif bagi kesehatan otak jangka panjang. Penelitian membuktikan bahwa menyikat gigi dan membersihkan gigi dengan benang (flossing) membantu mencegah stroke.

Riset yang dilakukan sekelompok peneliti dari University of Heidelberg di Jerman ini sejalan dengan studi sebelumnya. Penelitian terdahulu menyatakan, penyakit gusi akut atau periodontitis berhubungan dengan pengerasan saluran arteri dan penyakit jantung. Armin J. Grau, anggota tim penelitian, menyebut penelitian mereka mengungkap hubungan antara periodontitis dan stroke.

Grau menyuguhkan temuan awal penelitian timnya pada konferensi internasional American Stroke Association. Riset dirancang untuk memeriksa 300 pasien stroke dengan penyumbatan aliran darah ke otak, dan 600 orang tanpa stroke sebagai perbandingan.

Jarang Menyikat Gigi Bisa Picu Stroke?

Hubungan antara kesehatan gigi dan stroke dijabarkan lewat penjelasan berikut. Malas menggosok gigi bisa menimbulkan plak, kemunculan bakteri berlebih. Bakterinya dikenal dengan Porphyromonas Gingivalis. Dalam jumlah besar dan waktu lama, bakteri ini mengakibatkan periodontitis dan peradangan gusi.

Periodontitis merupakan infeksi yang merusak gusi, tepatnya di membran pangkal gigi dan tulang penyangga gigi. Bakteri penyebab peradangan dan infeksi dapat menyusup ke aliran darah. Jika terjadi di rongga mulut, bakteri itu membuat penumpukan plak. Sementara itu pada aliran darah, bakteri menyebabkan penggumpalan darah.

Penelitian Grau dan rekan-rekannya mendapati sepertiga pasien stroke juga menderita periodontitis akut. Korelasi antara stroke dan periodontitis, Grau melanjutkan, memiliki kecenderungan meningkat, dibanding faktor pendorong lain dari stroke, seperti serangan stroke sebelumnya, tekanan darah tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, dan status sosial ekonomi.

Porphyromonas Gingivalis juga bisa jadi pemicu timbulnya penyakit lain, termasuk demensia, diabetes rematik, dan kelahiran prematur. Serupa dengan stroke, bakteri ini menyusup lewat jaringan darah dan bersarang di organ-organ lain.

Penderita Penyakit Gusi Rentan terhadap Stroke

Profesor Maurizio Trevisan, ketua kedokteran sosial dan pencegahan penyakit di University at Buffalo, New York, melakukan penelitian terpisah. Trevisan dan timnya mendapati orang dengan penyakit gusi akut, dua kali lebih berisiko terserang stroke akibat penggumpalan darah, dibanding orang dengan kesehatan rongga mulut yang baik.

Penelitian ini didorong oleh kesimpulan bahwa pasien penyakit jantung memiliki kecenderungan tinggi mengalami sakit gusi akut. “Ternyata, bukan hanya penyakit jantung. Hubungan periodontitis dengan stroke lebih tinggi,” kata Trevisan.

Riset lain juga membuktikan bahwa merawat gigi dan gusi dapat melindungi otak dan memori kita. Dengan meneliti data selama 25 tahun, peneliti menemukan, frekuensi masalah kesehatan mulut banyak ditemukan di pasien demensia.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*