Mengenal Represi, Mekanisme Pertahanan Manusia Melupakan Kenangan Buruk

mengenal mekanisme pertahanan manusia dalam melupakan kenangan buruk

Perlu diketahui bahwa setiap pengalaman hidup yang begitu menyakitkan dan ditekan sampai ke alam bawah sadar sehingga memunculkan perilaku tertentu. Dalam mekanisme pertahanan manusia, ini disebut jenis represi.

Mekanisme pertahanan manusia merupakan strategi ketika manusia menghadapi situasi yang membuatnya tidak nyaman atau traumatis terus menerus. Sehingga dirinya akan berlindung dari kecemasan tersebut dengan cara mempertahankan dirinya. 

Salah satu jenis mekanisme pertahanan diri ini adalah represi. Menurut Sigmund Freud, tokoh yang pertama kali mengembangkan pemikiran mengenai mekanisme pertahanan diri ini, menyebut bahwa represi merupakan mekanisme pertahanan yang paling dasar. 

Seseorang akan mengubur perasaan tidak mengenakkan, cemas, ancaman, atau kenangan yang tidak baik tersebut dalam-dalam. Harapannya agar kenangan tersebut tidak muncul ke alam sadar sehingga dia bisa melupakannya secara keseluruhan.

Jenis-jenis Mekanisme Pertahanan Manusia

Sebelum membahas represi secara lebih dalam, ada baiknya untuk mengetahui apa saja jenis-jenis mekanisme pertahanan diri yang seringnya muncul dalam diri manusia, yaitu:

  • Denial

Menyangkal atau denial terhadap fakta yang sedang terjadi adalah pilihan untuk menghindari situasi yang menyakitkan bagi dirinya dan menutup akses pada situasi tersebut sehingga tidak berdampak pada dirinya.

  • Proyeksi

Seseorang sering memiliki asumsi terhadap orang lain. Sebagai pembenaran terhadap asumsi yang dia miliki tersebut, dia cenderung membalik pola pikirnya.

  • Represi

Seseorang akan memilih untuk menghindari kenangan, perasaan, atau hal yang membuatnya merasa tidak nyaman agar dia bisa melupakan semua perasaan tersebut.

  • Regresi

Saat memiliki pengalaman yang tidak disukai atau trauma, seseorang akan berusaha menyembunyikan realita tersebut. 

  • Pelampiasan

Sebagai contoh, seorang suami yang melampiaskan emosi terhadap rekan kerjanya kepada istri di rumah padahal target utama emosinya berbeda.

  • Sublimasi

Sublimasi adalah mekanisme pertahanan yang positif. Jadi, ketika seseorang memiliki emosi, dia akan melampiaskan pada aktivitas tertentu yang lebih aman.

  • Rasionalisasi

Seseorang merasa nyaman dengan pilihannya meskipun orang tersebut sadar bahwa dia juga melakukan kesalahan.

  • Formasi Reaksi

Kondisi ini ketika apa yang dirasakan oleh seseorang akan berbeda dengan apa yang dilakukannya.

  • Intelektualisasi

Ketika individu berada di fase berusaha, dia akan berupaya untuk meninggalkan semua emosi dan fokus pada fakta kuantitatif.

  • Kompartementalisasi

Sesuai dengan namanya, individu akan mengelompokkan aspek kehidupan dalam sektor independen. Tujuannya adalah untuk melindungi masing-masing elemen dalam kehidupannya.

Apakah Boleh Melakukan Represi dalam Kehidupan?

Kenangan masa lalu yang tidak mengenakkan memang membuat seseorang ingin melupakannya daripada diingat. Mencoba melupakan sesuatu yang membebani pikiran memang pilihan yang tidak begitu buruk. Akan tetapi, jika ini dilakukan dalam jangka waktu yang lama dan terus-menerus juga tidak baik.

Sebenarnya, pengalaman traumatis ditekan ke alam bawah sadar  tidak akan berubah. Bahkan akan menciptakan kecemasan yang lebih besar hingga sulit dikendalikan. 

Seseorang yang berusaha melupakan kenangan traumatis tersebut justru jadi larut dalam rasa cemasnya sendiri. Selain itu, dorongan yang ditekan ke alam bawah sadar ini bisa saja diekspresikan dalam bentuk yang berbeda oleh individu yang mengalaminya.

Jika dibiarkan terus menerus represi akan berbahaya bagi kesehatan mental. Proses represi juga menghalangi seseorang mencapai kebebasan emosi, rasa gembira, dan kesehatan mental. 

Perlu diingat bahwa mekanisme pertahanan manusia jangan dibiarkan merugikan diri sendiri. Belajar merelakan dan kuat menghadapi masalah hidup mungkin dapat dilakukan. Sebab, hidup sejatinya akan dipenuhi masalah dan tekanan.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*