Muncul Bercak Keunguan di Sekitar Mata? Waspada Amiloidosis

Istilah amiloidosis mungkin terdengar kurang familiar di telinga Anda. Walaupun begitu, kondisi ini juga tidak boleh disepelekan. Pasalnya, amiloidosis yang disebabkan oleh penumpukan protein abnormal, amiloid, dapat menyebabkan perubahan bentuk dan kerja organ tubuh. Tidak jarang, amiloidosis bahkan dapat berdampak pada kondisi jantung, ginjal, hati, limpa, sistem saraf pusat, dan sistem pencernaan.

Amiloidosis tergolong sebagai kelainan langka yang dapat menjadi masalah kesehatan serius. Dalam kasus tertentu, kondisi ini dapat membahayakan nyawa seseorang. Sayangnya, gejala amiloidosis ini baru dapat muncul ketika telah memasuki tahap yang lebih serius. Gejala yang ditimbulkan juga dapat dikatakan tidak signifikan dan tidak memiliki ciri khas tertentu.

Tanda dan gejala amiloidosis yang perlu diperhatikan

Terdapat beberapa kemungkinan tanda dan gejala amiloidosis yang perlu Anda perhatikan:

  • Adanya pembengkakan pada pergelangan kaki dan kaki.
  • Merasakan lelah dan lemah tubuh yang tidak biasa.
  • Seringkali merasa kebas, kesemutan, maupun nyeri pada tangan, terutama pada pergelangan tangan atau kaki.
  • Penurunan berat badan yang cukup drastis bukan akibat diet tertentu.
  • Lidah membengkak dan mengalami kesulitan ketika menelan.
  • Adanya perubahan tekstur kulit, seperti menebal atau bahkan mudah memar serta munculnya bercak berwarna keunguan di sekitar area mata.
  • Diare yang disertai darah atau sembelit.

Apa yang menyebabkan amiloidosis?

Telah disebutkan bahwa amiloidosis disebabkan oleh penumpukan protein abnormal yang disebut amiloid. Amiloid ini diproduksi oleh sumsum tulang. Ada pun penyebab amiloidosis tergantung berdasarkan tipe amiloidosis yang dialami, seperti:

  • Amiloidosis tipe AL (amiloidosis primer): jenis amiloidosis yang sering terjadi yang dialami oleh kelompok usia 60-70 tahun. Kondisi ini disebabkan oleh produksi antibodi abnormal oleh sumsum tulang belakang yang tidak dapat dihancurkan. Antibodi yang diproduksi tersebut tersimpan dalam tubuh sebagai amiloid.
  • Amiloidosis tipe AA (amiloidosis sekunder): kondisi ini rentan menyerang organ ginjal, sistem pencernaan, hati, dan juga jantung. Tipe AA ini dipicu karena infeksi dan peradangan kronis, seperti penyakit sendi rematik.
  • Amiloidosis keturunan: jenis amiloidosis yang disebabkan oleh faktor genetik dan rawan menyerang saraf, hati, dan ginjal.
  • Amiloidosis akibat cuci darah: tipe ini terjadi akibat protein yang tersimpan di darah dalam persendian dan tendon. Kondisi ini akan mengakibatkan rasa nyeri, kaku, dan carpal tunnel syndrome. Pasien cuci darah yang telah melakukan prosedur tersebut dalam jangka waktu yang panjang, berisiko terkena amiloidosis jenis ini.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*