Proses Metabolisme Tubuh, Tingkatan, Serta Gangguannya!

Metabolisme merupakan reaksi kimia dalam sel tubuh yang mengubah makanan menjadi energi. Tubuh kita membutuhkan energi untuk melakukan segala aktivitas mulai dari bergerak, berpikir, hingga berkembang atau tumbuh.

Namun, tahukah Anda bagaimana proses merabolisme tubuh bekerja? Pada prosesnya, tubuh Anda akan menggabungkan antara kalori yang masuk dengan oksigen, di mana keduanya akan bekerjasama untuk melepaskan energi tersebut.

Proses metabolism tubuh

Metabolisme mengacu pada semua proses kimiawi yang berlangsung terus menerus di dalam tubuh Anda yang memungkinkan kehidupan dan fungsi normal (mempertahankan fungsi normal dalam tubuh disebut homeostasis). Proses tersebut termasuk proses yang memecah nutrisi dari makanan kita, dan proses yang membangun serta memperbaiki tubuh kita. Membangun serta memperbaiki tubuh tentu membutuhkan energi yang pada akhirnya berasal dari makanan Anda.

Metabolisme tubuh memiliki dua bagian yang diatur dengan cermat oleh tubuh untuk memastikannya tetap seimbang. Dan berikut dua proses tersebut:

  • Katabolisme: pemecahan komponen makanan, seperti karbohidrat, protein, dan lemak makanan menjadi bentuk yang lebih sederhana. Untuk kemudian dapat digunakan untuk menyediakan energi dan bahan dasar yang diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan.
  • Anabolisme. Bagian metabolisme di mana tubuh akan dibangun atau diperbaiki. Anabolisme membutuhkan energi yang pada akhirnya berasal dari makanan kita. Ketika kita makan dari yang kita butuhkan untuk anabolisme harian, kelebihan nutrisi biasanya disimpan dalam tubuh kita sebagai lemak.

Tingkatan metabolisme

Laju metabolisme tubuh Anda (atau total pengeluaran energi)  dapat dibagi menjadi tiga tingkatan. Seperti:

  1. Laju metabolisme basal atau basal metabolic rate (BMR)

Bahkan saat istirahat pun tubuh akan membutuhkan energi untuk menjaga semua sitem berfungsi dengan baik, seperti bernapas, menjaga agar jantung tetap berdetak untuk mengedarkan darah, menumbuhkan dan memperbaiki sel, serta menyesuaikan kadar hormon. BMR tubuh akan menyumbang jumlah terbesar yang dikeluarkan setiap hari.

Faktor yang mempengaruhi BMR:

  • Ukuran tubuh, tubuh dewasa yang lebih besar memiliki lebih banyak jaringan yang membuat metabolisme dan BMR lebih besar
  • Jumlah jaringan otot tanpa lemak
  • Jumlah lemak tubuh, sel-sel lemak lamban dan membakar lebih sedikit daripada kebanyakan jaringan dan organ tubuh lainnya
  • Diet ketat, kelaparan atau puasa
  • Usia, metabolisme melambat seiring berjalannya usia karena kehilangan jaringan otot, tetapi juga karena perubahan hormonal dan neurologis
  • Pertumbuhan, bayi dan anak-anak memiliki kebutuhan energi yang lebih tinggi karena kebutuhan energi untuk pertumbuhan dan energi ekstra yang dibutuhkan untuk menjaga suhu tubuh mereka
  • Kenis kelamin, umumnya pria memiliki metabolisme yang lebih cepat karena mereka cenderung lebih besar
  • Genetik, tingkat metabolisme Anda mungkin ditentukan oleh gen
  • Suhu lingkungan, jika suhu sangat rendah atau sangat tinggi, tubuh harus bekerja lebih keras untuk mempertahankan suhu tubuh  yang normal, yang meningkatkan BMR
  • Infeksi penyakit, BMR akan meningkat karena tubuh harus bekerja lebih keras untuk membangun jaringan baru dan menciptakan respon kekebalan.
  • Efek termik makanan

Atau yang biasa dikenal sebagai thermogenesis di mana tubuh Anda menggunakan energi untuk mencerna makanan dan minuman yang Anda konsumsi dan juga menyerap, mengangkut, dan menyimpan nutrisinya. Thermogenesis menyumbang sekita 5-10% dari penggunaan energi Anda.

  • Energi yang digunakan selama aktivitas fisik

Proses metabolisme tubuh ini adalah energi yang digunakan oleh gerakan fisik dan paling bervariasi tergantung pada seberapa banyak energi yang Anda gunakan setiap hari. Aktivitas fisik mencakup latihan terencana (seperti berlari atau olahraga lainnya) tetapi juga mencakup semua aktivitas incidental, seperti mencuci dan bermain dengan binatang peliharaan.

Gangguan genetik pada metabolisme

Gen kita adalah cetak biru untuk protein dalam tubuh kita, di mana protein bertanggung jawab atas pencernaan dan metabolisme makanan kita. Dalam kebanyakan kasus, kelainan metabolisme genetik dapat ditangani di bawah pengawas medis dengan memperhatikan pola makan. Berikut beberapa kelainan gentik pada metabolisme, meliputi:

  • Intoleransi fruktosa, ketidakmampuan untuk memecah fruktosa yaitu sejenis gula yang ditemukan dalam buah, jus buah, gula (misalnya gula tebu), madu, dan sayuran tertentu.
  • Galaktosemia, ketidakmampuan untuk mengubah karbohidrat galaktosa menjadi glukosa. Galaktosa tidak ditemukan dengan sedirinya di alam. Ini diproduksi ketika laktosa dipecah oleh sistem pencernaan menjadi glukosa dan galaktosa. Sumber laktosa antara lain susu dan produk susu, seperti yogurt dan keju.
  • Feniketonuria, ketidakmampuan untuk mengubah asam amino fenilalanin menjadi tirosin. Kadar fenilalanin yang tinggi dalam darah dapat menyebabkan kerusakan otak. Makanan berprotein tinggi dan yang mengandung pemanis buatan harus dihindari.

Leave a Reply

Comment
Name*
Mail*
Website*