Pentingnya Proses Bekuan Darah

Ketika kulit terluka, darah akan mengalir keluar untuk beberapa waktu sebelum akhirnya berhenti dan mengering. Proses bekuan darah ini termasuk proses yang sangat penting dalam tubuh, yaitu mencegah pendarahan yang berlebihan ketika pembuluh darah terluka. Saat darah berhenti mengalir, maka akan terjadi proses bekuan darah.

Meski begitu, ada pula sebagian orang yang mengalami kelainan dalam proses mekanisme pembekuan darah. Sebagai akibatnya, terjadi komplikasi yang cukup berbahaya seperti kekurangan darah.

Seperti apa proses bekuan darah yang terjadi pada tubuh? Mari ketahui prosesnya lewat penjelasan di bawah ini. Namun, sebelum itu, perlu juga kiranya mengetahui unsur-unsur dalam proses bekuan darah, yakni:

  • Trombosit

Trombosit atau keping darah adalah elemen berbentuk cakram di dalam darah. Trombosit digolongkan sebagai sel darah, tetapi sebenarnya trombosit adalah bagian dari sel-sel sumsum tulang yang disebut dengan megakaryocytes. Trombosit berperan untuk membantu membentuk bekuan darah, guna memperlambat atau menghentikan perdarahan, serta penyembuhan luka.

  • Faktor koagulasi

Faktor koagulasi adalah protein, sebagian besar diproduksi oleh organ hati. Ada 13 faktor koagulasi dalam darah dan jaringan tubuh manusia, yaitu:

  • Faktor I (fibrinogen). Fungsi sebagai komponen penting dalam protein plasma hasil dari sintesis dalam hati dan diubah menjadi fibrin. Kekurangan fibrinogen dapat mengakibatkan masalah seperti afibrinogenemia atau hypofibrinogenemia.
  • Faktor II (protrombin). Fungsi sebagai protein plasma dan akan dikonversi menjadi bentuk yang aktif berupa trombin (faktor IIa) melalui pembelahan dengan aktivasi faktor X (Xa). Kekurangan protrombin dapat mengakibatkan hypoprothrombinemia.
  • Faktor III (tromboplastin). Fungsi sebagai aktivasi faktor VII untuk membentuk trombin
  • Faktor IV (kalsium). Fungsinya digunakan disemua proses pembekuan darah
  • Faktor V (Proakselerin, faktor labil, globulin akselator). Fungsi sebagai sistem intrinsik dan ekstrinsik dan juga sebagai katalisis pembelahan protrombin trombin yang aktif. Kekurangan faktor Proakselerin dapat mengakibatkan parahemophilia.
  • Faktor VI. Faktor ini sudah tidak dipakai lagi karena fungsinya sama seperti faktor V
  • Faktor VII (prokonvertin, faktor stabil). Fungsi sebagai sistem intrinsik.
  • Faktor VIII (Faktor antihemofilia/AHF, faktor antihemofilia A, globulin antihemofilia/ AHG). Fungsi sebagai sistem ekstrinsik.
  • Faktor IX (komponen tromboplastik plasma (PTC), faktor antihemofilia B). Fungsi sebagai sistem ekstrinsik.
  • Faktor X (faktor stuart-power). Fungsi sebagai sistem intrinstik dan ekstrinsik.
  • Faktor XI (Anteseden tromboplastin plasma, faktor antihemofilia C). Fungsi sebagai sistem intrinsik.
  • Faktor XII (Faktor hageman). Fungsi sebagai sistem intrinsik.
  • Faktor XIII (Faktor stabilisasi fibrin). Fungsi sebagai penghubung silang filamen fibril.

Selain itu, unsur lain yang juga berperan penting pada proses bekuan darah adalah vitamin K. Vitamin ini merupakan nutrisi yang berperan penting dalam membantu tubuh menghasilkan faktor pembekuan darah. Berikut ini proses terjadinya bekuan darah:

  • Trombosit membentuk sumbatan

Trombosit bereaksi ketika pembuluh darah rusak atau ada luka. Mereka menempel pada dinding daerah yang luka dan bersama-sama membentuk sumbatan. Sumbatan dibentuk guna menutup bagian yang rusak, agar menghentikan darah yang keluar. Trombosit juga melepaskan bahan kimia untuk menarik lebih banyak trombosit dan sel-sel lain untuk melanjutkan tahap berikutnya.

  • Pembentukan bekuan darah

Reaksi pembetukan darah ini dikenal sebagai kaskade koagulasi. Pada tahap akhir kaskade ini, faktor koagulasi yang disebut trombin mengubah fibrinogen menjadi helai-helai fibrin. Fibrin bekerja dengan cara menempel pada trombosit untuk membuat jaring yang memerangkap lebih banyak trombosit dan sel. Gumpalan (bekuan) pun menjadi lebih kuat dan lebih tahan lama.

  • Penghentian proses pembekuan darah

Setelah bekuan darah terbentuk dan perdarahan terkendali. Protein-protein lain akan menghentikan faktor pembekuan, agar gumpalan tidak berlanjut lebih jauh dari yang diperlukan.

  • Tubuh perlahan-lahan membuang sumbatan

Ketika jaringan kulit yang rusak sembuh, otomatis sumbatan tidak diperlukan lagi. Helai fibrin pun hancur, dan darah mengambil kembali trombosit dan sel-sel dari bekuan darah.

***

Proses pembekuan darah atau kogulasi adalah proses kompleks, di mana darah membentuk gumpalan (bekuan darah) guna menutup dan memulihkan luka, serta menghentikan pendarahan. Jika terdapat keluhan seperti mudah memar, perdarahan susah berhenti ketika terjadi luka, sering mimisan, atau terdapat lebam pada persendian, kemungkinan Anda mengalami gangguan pada pembekuan darah.