Pencegahan Cedera Pada Olahraga Bola Volly

Olahraga bola volly termasuk salah satu jenis olahraga yang diminati oleh banyak orang dan cukup populer di Indonesia maupun di dunia internasional. Olahraga ini dimainkan oleh dua grup yang saling berlawanan dan di mana setiap grup terdiri dari enam orang. 

Pun olahraga ini dapat dilakukan di beberapa tempat, misalnya saja seperti lapangan aspal, rumput, maupun voli pantai yang dilakukan di pasir pinggir pantai. Bola voli merupakan olahraga dengan risiko cedera yang sangat rendah, meskipun cedera bisa saja terjadi. Terlebih lagi jika tidak dilakukan dengan teknik yang benar. Maka keamanan penting dalam setiap kali melakukan olahraga, termasuk bola voli. 

Mengapa keamanan bola voli penting?

Meskipun tingkat cedera pada olahraga bola volly rendah, namun banyak sekali pemain yang mengalami cedera saat sedang bermain, baik saat bermain di pasir maupun lapangan aspal, di mana kaki terkilir atau terpelintir. 

Cedera yang paling umum dialami oleh pemain bola voli adalah keseleo dan kram, dan kebanyakan di pergelangan kaki. Cedera umum lainnya termasuk cedera stres berulang yang terjadi pada lutut, serta cedera jari, tulang patah, dislokasi, dan tendon robek. Jatuh di lantai dan menyebabkan benjolan atau memar, bahkan gegar otak. Selain itu, bertabrakan dengan pemain lain atau tim lawan pun kerap terjadi. 

Persiapan sebelum bermain voli

Sama seperti olahraga lainnya, olahraga bola voli pun memerlukan persiapan yang dilakukan untuk meminimalkan cedera yang terjadi, seperti:

  • Menjaga kebugaran: Pastikan Anda dalam kondisi fisik yang baik sebelum bermain bola voli. Lakukan latihan aerobik, latihan kekuatan, dan fleksibilitas secara teratur untuk meningkatkan kebugaran tubuh.
  • Lakukan pemanasan dan peregangan. Selalu luangkan waktu untuk melakukan pemanasan dan peregangan. Sebuah penelitian mengatakan bahwa otot yang dingin (belum melakukan pemanasan) lebih rentan cedera. Lakukan pemanasan dengan jumping jack, bersepeda, berlari, atau berjalan di tempat selama 3 sampai 5 menit. Kemudian regangkan secara lembut, tahan setiap sesinya selama 30 detik. 
  • Lakukan pendinginan. Peregangan di akhir latihan terlalu sering diabaikan karena jadwal yang padat. Padahal pendinginan dan peregangan ini dapat membantu mengurangi nyeri otot tetap fleksibel. Pastikan untuk melakukan peregangan setelah setiap latihan untuk mengurangi risiko cedera. 
  • Tetap terhidrasi. Bahkan dehidrasi ringan dapat mengganggu kinerja atletik. Jika Anda tidak mendapatkan cukup cairan, tubuh Anda tidak akan dapat mendinginkan dirinya secara efektif melalui keringat dan penguapan. 
  • Perlindungan matahari. Saat bermain bola voli di luar ruangan, gunakan minimal tabir surya dengan SPF 15. Anda pun dapat menggunakan topi pelindung untuk melindungi mata dan wajah Anda. 

Pastikan peralatan yang sesuai

  • Gunakan bantalan lutut untuk melindungi diri Anda dari cedera saat terjatuh atau tersungkur di lapangan
  • Gunakan celana defensif, yang memiliki bantalan dari pinggul hingga lutut, yang dapat melindungi Anda dari luka bakar dan memar akibat terjatuh
  • Kenakan sepatu yang memberikan dukungan pada pergelangan kaki Anda dan lengkungan yang kuat dan menawarkan penyerapan guncangan yang baik
  • Pertimbangkan untuk menggunakan penyangga pergelangan kaki untuk memberikan stabilitas dan mencegah kaki dan pergelangan kaki Anda terguling ke samping

Faktor risiko umum lainnya untuk cedera bola voli meliputi:

  • Serving dan spiking adalah dua aktivitas berulang yang dilakukan saat mencoba untuk menghasilkan banyak tenaga. Kombinasi pengulangan tersebut dapat mengakibatkan cedera pada otot bahu.
  • Blocking, setting dan digging adalah semua aktivitas yang diketahui dapat meningkatkan risiko cedera pada jari.
  • Sebagian besar cedera terjadi saat bola mengenai ujung jari.
  • Lompatan yang berulang dengan kekuatan penuh yang terlibat dalam spiking dan blocking dapat menyebabkan tendinitis patella, yang merupakan peradangan tendon yang menghubungkan tempurung lutut (patella) ke kaki (tibia).
  • Melengkungkan punggung yang berulang selama penyajian dapat menyebabkan nyeri punggung bawah. Jika nyeri punggung bawah semakin nyeri, disarankan untuk mengunjungi dokter untuk konsultasi lebih lanjut mengenai masalah cedera yang Anda alami. 

Kemungkinan cedera saat melakukan olahraga bola volley tentu ada meskipun risikonya kecil. Namun, Anda dapat memperkecil kemungkinan cedera jika Anda menggunakan teknik yang benar, menjaga kebugaran tubuh, dan melakukan beberapa tindakan pencegahan sederhana lainnya. Jadi, kapan mulai bermain voli lagi?