Seberapa Besar Pengaruh Genetik Sebabkan Hipertensi pada Anak?

Hipertensi pada anak dapat dipicu oleh berbagai faktor

Banyak sekali kondisi medis berbahaya bermula atau dipicu oleh hipertensi atau tekanan darah tinggi. Biasanya, penderitanya adalah orang dewasa atau tua yang telah memiliki faktor risiko semenjak muda. Namun, tahukah Anda jika kasus hipertensi pada anak sering juga terjadi?

Anak-anak yang menderita hipertensi disebut-sebut sudah dapat menunjukkan kondisinya sejak mereka masih balita. Anak bayi pun memiliki potensi menderita hipertensi, meski kemungkinannya hanya 1 sampai 2 persen saja. Oleh karenanya, dalam kasus ini, orang tua dituntut lebih peka dan memahami betul kondisi anaknya agar dapat dilakukan upaya pencegahan sedini mungkin.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi adalah suatu kondisi di mana tekanan darah seseorang berada di atas ambang normal. Jika biasanya berada di angka 90/60 mmHg hingga 120/80 mmHg, pengidap hipertensi memiliki tekanan darah hingga bahkan melebihi 140/90 mmHg sampai dengan 180/120 mmHg.

Secara garis besar, hipertensi dibagi ke dalam dua kelompok, pertama hipertensi primer yang disebabkan oleh penyakit tertentu. Kelompok kedua adalah hipertensi sekunder yang disebabkan karena faktor kelainan ginjal atau obesitas. Adapun 60-70 persen kasus hipertensi yang dialami anak adalah hipertensi sekunder.

Sedangkan faktor genetik atau faktor keturunan di balik hipertensi pada anak ini memiliki persentase yang tak bisa diabaikan. Kemungkinannya menyentuh angka 20 hingga 30 persen kasus.

Faktor genetik atau keturunan dari orang tua terhadap hipertensi pada anak ini dikelompokkan ke dalam kelompok hipertensi primer. Faktor keturunan inilah yang biasanya ditanyai paling awal oleh dokter ketika ada orang tua yang memeriksakan anaknya terkait kemungkinan tekanan darah tinggi. Riwayat penyakit orang tua, seperti memiliki penyakit ginjal atau tidak amat penting untuk diagnosis awal.

  • Hati-Hati Faktor Penyebab Lain

Hipertensi pada anak yang paling sering terjadi karena faktor kelainan pada ginjal, penyempitan pembuluh darah di ginjal, penyempitan aorta jantung, dan juga bisa disebabkan oleh kelainan bawaan ginjal dan saluran kemih. 

Ini biasanya yang sering dialami oleh bayi. Semua kelainan bawaan pada bayi, jadi bisa disebabkan oleh kelainan endokrin misalnya, hipertiroid itu bisa menyebabkan hipertensi

Kendati demikian, orang tua tidak seharusnya panik berlebihan karena hipertensi pada anak bisa diatasi dengan baik. Yang perlu dilakukan orang tua adalah sesegera mungkin memeriksakan anak ke dokter, terutama bila Anda dan/atau pasangan memang memiliki penyakit hipertensi. Bila anak dinyatakan mengalaminya, dokter kemungkinan akan menyarankan anak untuk menjalani dua pengobatan sekaligus yakni non-farmakologi dan farmakologi.

Non-farmakologi berkaitan dengan gaya hidup anak. Dokter akan mewanti-wanti orang tua untuk menjaga betul gaya hidup anak mereka. Sebagai contoh, semisal anak mengalami obesitas, orang tua diminta untuk mengupayakan penurunan berat badan dengan melakukan beragam olahraga secara teratur hingga menjaga pola makan. Bila masih belum ada perubahan yang signifikan atau tensi darahnya masih tinggi, barulah diberikan obat-obatan anti-hipertensi.

Bila sudah melakukan beberapa upaya di atas, biasanya dokter akan meminta orang tua dan anak untuk melakukan kontrol secara rutin. Dokter mungkin akan melakukan upaya-upaya medis lain agar hipertensi pada anak dapat diatasi dengan maksimal.

Namun, yang paling penting dalam kasus hipertensi pada anak ini bahwa upaya tidak difokuskan pada penurunan tekanan darahnya saja, lebih jauh dari itu adalah perubahan gaya hidup agar ke depannya, masalah ini tak lagi muncul dan membahayakan kondisinya.