Tusuk Gigi: Lebih Banyak Manfaat atau Risikonya?

Penggunaan tusuk gigi dapat mengganggu kesehatan mulut

Makan adalah salah satu kebutuhan dasar dan utama bagi makhluk hidup, utamanya manusia. Namun, banyak pula masalah yang terdapat pada proses itu. Tak jarang masalah-masalah yang ada menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia, contohnya keracunan, tersedak, hingga tersangkutnya makanan di sela gigi. Untuk yang terakhir mungkin terdengar sepele, tetapi hampir sebagian masalah pada kesehatan gigi bermula dari hal itu. Atas dasar itu, muncullah tusuk gigi.

Tusuk gigi diciptakan untuk mengatasi masalah yang timbul setelah makan. Kondisi gigi seseorang yang berbeda-beda, serta tekstur makanan yang berbeda pula memungkinkan tersangkutnya sesuatu di sela gigi manusia. Kondisi itu membuat tidak nyaman. Bahkan, bila kita abai kondisi itu bisa menyebabkan masalah kesehatan gigi yang serius.

Akan tetapi, banyak kalangan medis, utamanya dokter gigi yang tidak menyarankan penggunaan tusuk gigi. Alasannya sederhana, sebab alat itu menyisakan banyak cela lantaran memiliki berbagai risiko jika digunakan. Apa saja bahaya dari penggunaan tusuk gigi? Berikut di antaranya: 

  • Pengikisan

Ketika seseorang terus menyogok sela-sela gigi dengan tusuk gigi untuk menghilangkan sisa makanan yang tertinggal, hal itu akan menyebabkan pengikisan dan juga menyebabkan pendarahan. Jika ini terus dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada seluruh gigi.

  • Penyakit gusi

Terlalu sering memakai tusuk gigi dapat meningkatkan risiko kerusakan gusi. Tusuk gigi harus digunakan dengan sangat hati-hati dan dengan gerakan lembut. Hal ini untuk mencegah gusi terkoyak karena gerakan yang kasar.

Sesekali menggunakan tusuk gigi mungkin sah-sah saja, tetapi ketika penggunaannya terlampau sering, hal itu dapat mempengaruhi kondisi gusi. Andai masalah gusi tersebut tidak diobati hal ini dapat menyebabkan penyakit gusi parah.

  • Membuat jarak antar gigi

Ketika tusuk gigi sering digunakan di tempat yang sama, lama kelamaan hal itu akan menciptakan ruang di antara dua gigi dan akan semakin memperburuk kondisi rongga mulut Anda. 

Gunakan tusuk gigi dengan cara yang benar, yakni dengan sudut yang tepat sesuai dengan kontur yang normal. Tusuk gigi harus digerakkan dari dalam ke luar secara perlahan dengan sudut kemiringan 45 derajat. Seringkali tusuk gigi digunakan secara horizontal, sehingga dapat merenggangkan ruang di sela-sela gigi, dan makanan akan semakin mudah terselip di daerah tersebut.

  • Merusak enamel gigi

Ketika seseorang menggunakan tusuk gigi, dalam proses itu mereka juga cenderung mengunyah dari tusuk gigi yang terbuat dari plastik atau kayu dan menyebabkan kerusakan pada enamel gigi.

Enamel atau email adalah lapisan luar gigi yang bisa dilihat. Lapisan ini mengandung 5% air dan 95% zat inorganik hidroksi apalit (senyawa kalsium fospat) dan zat organik (protein dan mukopolisakarida). Zat-zat tertentu atau kebiasaan-kebiasaan buruk yang dilakukan secara terus menerus memungkinkan untuk merusak enamel atau emailk gigi ini.

  • Merusak akar gigi

Sering menggunakan tusuk gigi terlalu sering dan dengan cara yang salah memungkinkan gusi bergerak turun dari posisi sebenarnya, hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada akar gigi. Kondisi ini akan menyebabkan rasa sakit dalam beberapa kasus.

  • Pergeseran letak gigi

Kebiasaan menggunakan tusuk gigi atau kebiasaan menggigit pulpen, pensil dan kacamata berisiko memberi banyak tekanan pada gigi. Hal ini dapat menyebabkan gigi bergeser, bahkan bisa menyebabkan gigi.

Itulah beberapa kemungkinan buruk yang bisa saja didapat jika terlalu sering atau menggunakan tusuk gigi dengan cara yang salah. Sebenarnya, tusuk gigi bermanfaat jika kita tahu cara menggunakannya secara baik dan benar. Kendati demikian, jangan terlalu sering juga, ya, menggunakan tusuk gigi meskipun alat itu cukup simpel, mudah, dan efektif.