Cegah Kram Perut Saat Lari dengan Tips Jitu Berikut

Apakah Anda senang melakukan olahraga lari? Atau justru Anda menghindari jenis olahraga ini karena sering terserang kram perut saat lari? 

Kondisi kram perut saat lari sebenarnya adalah hal yang normal terjadi. Umumnya, kondisi ini juga disertai dengan gejala lain, seperti mual, diare, dan hasrat ingin buang air kecil. 

Anda tetap dapat menjalani olahraga lari tanpa perlu menghiraukan rasa kram yang menghantui dengan beberapa tips berikut ini.

Tips cegah kram perut saat lari

  • Lakukan pemanasan secara benar sebelum berlari
  • Tidak mengonsumsi porsi makanan terlalu banyak sebelum berlari
  • Jika ingin makan, maka berikan jeda sekitar satu hingga empat jam sebelum berlari, sehingga tubuh dapat mencerna makanan secara sempurna
  • Konsumsi suplemen probiotik jika perlu
  • Atur pola napas agar lebih dalam dan berusaha untuk mengoptimalkan penggunaan napas
  • Hindari mengonsumsi makanan, seperti gandum, madu, produk susu, buah dan sayuran yang tinggi serat
  • Penuhi kebutuhan air putih, namun tidak berlebihan
  • Hindari mengonsumsi obat anti-inflamasi nonsteroid (NSAID), seperti aspirin
  • Kurangi asupan kafein jika Anda termasuk salah seorang yang gemar mengonsumsi minuman dengan kandungan kafein
  • Kurangi konsumsi lemak karena dapat berdampak pada sensasi penuh pada perut ketika berlari
  • Hindari konsumsi makanan dan minuman dengan kandungan gula alkohol, seperti maltitol, eritritol, xylitol, manitol, dan sorbitol

Apa penyebab kram perut saat lari?

Mungkin Anda bertanya-tanya, apa yang menyebabkan kram perut saat lari? Menurut Runners World, penyebab kram perut saat lari berasal dari berbagai faktor dan kondisi kesehatan tertentu. Selengkapnya dapat Anda simak di bawah ini:

  1. Faktor hormonal

Ketika Anda melakukan olahraga lari, tubuh akan secara alami memproduksi hormon kortisol. Hormon ini berpengaruh dalam memberikan sensasi bahagia atau euforia yang dikenal dengan runners high. Di samping itu, hormon kortisol juga berdampak terhadap saluran pencernaan yang dapat memicu risiko kram.

  1. Makan berlebih sebelum lari

Tanpa Anda sadari, perilaku mengonsumsi makanan dalam jumlah yang berlebihan, ternyata dapat memicu kram perut saat lari. Anda mungkin berpikir bahwa dengan mengonsumsi makanan yang banyak, Anda dapat memiliki tenaga berlebih ketika berlari nanti. Terlalu banyak makan justru dapat menghambat pernapasan menjadi tidak optimal, lalu memicu risiko kram perut saat lari. 

Jika Anda membutuhkan dorongan energi tambahan sebelum lari, cobalah untuk mengonsumsi makanan yang tidak mengandung kalori yang begitu tinggi, seperti snack energy bar. Selain itu, hindari juga makan dan minum sesaat sebelum berlari. Luangkan waktu beberapa jam agar tubuh dapat mencerna makanan yang Anda konsumsi secara sempurna. 

  1. Cara bernapas yang salah

Kram perut saat lari juga dapat disebabkan oleh cara bernapas Anda yang keliru. Jika Anda tidak melakukan pernapasan yang dalam dan terlalu cepat mengembuskan napas, maka kram perut saat lari tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk mempelajari mengelola pernapasan ketika berolahraga, terutama berlari.

  1. Faktor alami tubuh

Faktor penyebab kram perut saat lari yang satu ini sulit untuk diatasi. Pasalnya, kondisi ini disebabkan oleh fungsi kerja tubuh secara alamiah saat berlari. 

Ketika Anda berlari dalam waktu yang cukup lama, darah yang seharusnya dialirkan ke sistem pencernaan, akan dialihkan menuju jantung. Kondisi ini nantinya akan menghambat proses pencernaan, sehingga Anda mungkin akan mengalami keinginan untuk buang air besar.

  1. Kurang maupun berlebihan cairan

Kekurangan cairan memang dapat memicu risiko kram perut saat lari. Namun, jika Anda juga mengonsumsi terlalu banyak cairan, hal ini juga dapat meningkatkan risiko kram perut saat lari. Oleh karena itu, perhatikan kadar cairan yang Anda konsumsi agar tidak memperburuk kondisi.