Rokok Elektrik Vape Ternyata Berbahaya Bagi Remaja

Rokok elektrik vape sering dianggap sebagai pengganti yang lebih aman untuk para perokok konvensional. Pada tahun 2017, tercatat 3% anak usia SMP dan 12% anak usia SMA sudah mencoba rokok elektrik vape ini. Meski jumlah ini terdengar sedikit namun ternyata naik pesat sebanyak 500% di kalangan SMP dan 800% untuk usia SMA. Sama seperti rokok biasa, sebenarnya ada bahaya rokok elektrik yang mungkin tidak disadari.

Bagaimana Cara Kerja Rokok Elektrik Vape?

Rokok elektrik ini pada dasarnya merupakan alat untuk mengkonsumsi nikotin, zat kimia adiktif yang terdapat dalam tembakau. Lembaga Makanan dan Obat-obatan Amerika Serikat (FDA)  berharap penggunaan vape bisa mengurangi jumlah perokok yang selama ini menyebabkan kematian paling besar di negara tersebut.

Asap yang dihasilkan rokok konvensional selama ini dianggap sebagai penyebab masalah kesehatan. Rokok elektrik yang tidak melibatkan pembakaran tembakau dianggap sebagai solusi pengganti mengisap nikotin. Cara ini juga dianggap bisa mengurangi asupan nikotin yang dihirup dibandingkan dengan merokok tembakau secara langsung.

Namun masalah terbesarnya bukanlah itu. Alih-alih membantu orang berhenti merokok, rokok elektrik dipasarkan dengan target para remaja yang sayangnya mereka adalah orang-orang yang paling mudah terpengaruh bahaya rokok elektrik.

Apa Bahaya Rokok Elektrik Bagi Remaja?

Ada 3 hal yang menjadi alasan mengapa vape sangat berbahaya untuk anak-anak usia muda:

  • Nikotin bisa mengganggu perkembangan otak. Anak muda yang mengonsumsi nikotin berisiko lebih tinggi mengalami kecanduan dan berbagai masalah kesehatan lainnya.
  • Mengisap rokok elektronik sendiri bisa mengakibatkan gangguan pernapasan.
  • Meski pada orang dewasa dianggap bisa mengurangi kebiasaan merokok, penggunaan rokok elektrik vape pada anak muda malah akan membuat mereka mulai merokok tembakau.

Kekhawatiran inilah yang akhirnya membuat FDA meluncurkan aturan untuk membatasi penggunaan vape untuk anak muda.  FDA bahkan sudah menargetkan beberapa produsen rokok elektrik besar untuk mengatur ulang strategi pemasaran mereka dengan menentang penggunaan e-cigarette untuk anak muda. Cara lain seperti pendidikan dan regulasi juga terus dilakukan untuk membatasi penggunaan.

Apa yang Harus Orang Tua Lakukan?

  • Cari informasi sebanyak-banyaknya mengenai rokok elektrik dan bagaimana dampaknya bagi kesehatan remaja.
  • Bicaralah dengan anak Anda mengenai rokok elektrik vape. Tanyakan apa mereka pernah mencobanya. Kalau perlu tanyakan kepada teman-temannya. Pastikan anak-anak paham tentang bahayanya.

Membicarakan masalah penggunaan rokok elektrik dengan pihak berwenang seperti guru dan komunitas sekolah juga bisa membantu Anda mencegah anak-anak mencoba menghisap vape. Yang perlu kita lakukan adalah bertindak sebelum efeknya semakin parah.