Atasi Lemak Dagu Berlebih dengan Injeksi Kybella

Bagi sebagian orang, lemak di bagian dagu mungkin terasa mengganggu dan tidak menyenangkan. Lemak di area tersebut menjadi lemak yang cukup sulit untuk dihilangkan, bahkan setelah melalui diet dan olahraga yang ketat sekalipun.

Sebenarnya, selain dengan berolahraga, tahukah Anda mau ada tindakan medis khusus yang bisa dilakukan untuk mengatasi lemak dagu berlebih?

Apa itu injeksi Kybella?

Injeksi Kybella merupakan teknik injeksi atau penyuntikan nonbedah yang dilakukan untuk mengatasi lemak berlebih di bagian bawah dagu. Proses ini ditargetkan pada sel-sel lemak di area bawah dagu dengan menggunakan serangkaian suntikan dengan bahan asam deoksikolat.

Asam deoksikolat pada injeksi ini akan menyerap dan menghancurkan sel-sel lemak yang ada. Bila tidak digunakan dengan tepat, kandungan ini juga bisa menyerang sel lainnya selain sel lemak, seperti sel kulit.

Seringkali, injeksi Kybella dijadikan alternatif bagi orang-orang yang tidak ingin menjalani operasi sedot lemak. Injeksi ini sebaiknya hanya dilakukan bagi orang dewasa di atas usia 18 tahun yang memiliki lemak berlebih di area bawah dagu.

Sebaliknya, injeksi ini sebaiknya tidak dilakukan bagi Anda yang mengalami infeksi, sulit menelan, akan menjalani operasi wajah, sedang hamil dan menyusui, atau memiliki kondisi medis tertentu di area yang dekat dengan lemak di bawah dagu. Penting bagi Anda untuk melakukan konsultasi terlebih dahulu mengenai riwayat medis sebelum memulai injeksi.

Injeksi Kybella menjadi solusi bagi orang-orang yang merasa terganggu dengan adanya lemak berlebih di bagian bawah dagu mereka. Tindakan ini merupakan satu-satunya suntikan yang disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat untuk mengatasi masalah lemak dagu berlebih.

Bagaimana injeksi Kybella bekerja?

Proses pengurangan lemak dengan injeksi Kybella sepenuhnya bergantung pada asam deoksikolat yang akan menghancurkan sel-sel lemak. Setiap proses penyuntikan umumnya memakan waktu kurang lebih 15-20 menit.

Pada dasarnya, setiap memiliki asam deoksikolat atau asam empedu di dalam tubuhnya. Asam ini memiliki peran sebagai pembakar lemak. Injeksi Kybella mengolah asam tersebut dan menggunakan asam deoksikolat sintetis untuk menghancurkan lemak di bawah dagu supaya tak ada lagi lemak yang tersimpan.

Sebelum penyuntikan dimulai, Anda akan terlebih dahulu diberikan obat khusus yang membuat Anda tidak bisa merasakan area bawah dagu selama beberapa waktu. Setelah itu, area di bawah dagu Anda juga akan diberi tanda atau simbol khusus menggunakan spidol sebagai penanda area yang akan disuntik.

Jumlah suntikan pada setiap pasien berbeda-beda, tergantung kondisi lemak dan dagu pasien. Terkadang, sebanyak 20 sampai 50 injeksi disuntikkan ke bawah dagu. Setelah itu, asam yang sudah disuntikkan akan bekerja secara bertahap untuk membakar lemak. Periode pembakaran lemak bisa memakan waktu sampai berminggu-minggu.

Selain jumlah suntikan, jumlah sesi perawatan bagi setiap pasien juga berbeda-beda. Ada yang melakukan perawatan sampai enam sesi, ada juga yang terus melakukan perawatan sampai berbulan-bulan secara rutin.

Apabila digunakan secara tidak tepat, kadar asam deoksikolat pada injeksi bisa membawa efek samping yang berbahaya, yaitu membakar sel-sel lain di luar sel lemak. Akibatnya, Anda beresiko untuk terkena penyakit tertentu.

Oleh sebab itu, pastikan untuk melakukan injeksi Kybella di pusat layanan yang terpercaya dan berlisensi. Selain itu, konsultasikan juga terlebih dahulu pada dokter atau ahli kesehatan lainnya sebelum memulai sesi penyuntikan.

Pencegahan dan Penanganan Hellp Syndrome

Hellp Syndrome merupakan gangguan pada organ hati dan darah yang terjadi pada perempuan hamil dan sering dikaitkan dengan preeklampsia. Kondisi ini akan muncul dan biasa terjadi setelah usia kehamilan memasuki 20 minggu, jika tidak diatasi dengan segera sindrom ini bisa mengancam nyawa perempuan yang hamil tersebut.

Hellp merupakan singkatan dari Hemolisis (H) adalah kerusakan sel darah merah, Elevated liver enzyms (EL) merupakan peningkatan produksi enzim hati yang diakibatkan pada ganguan sel hati, sementara Low Platelet (LP) merupakan jumlah platelet atau juga dikenal dengan nama trombosit yang terlalu rendah sehingga menyebabkan gangguan pada proses pembekuan darah.

Pencegahan Hellp Syndrome

Usia menjadi faktor utama munculnya sindrom ini, biasanya oleh perempuan yang sudah berusia 34 tahun ke atas. Tak hanya itu, risiko munculnya kondisi ini juga dapat terjadi jika perempuan tengah hamil anak kembar dan riwayat keluarga yang pernah mengalami sindrom ini sebelumnya. Selain itu, beberapa kondisi seperti obesitas, tekanan darah tinggi dan lain sebagainya bisa menjadi penyebab.

Dalam banyak kasus kehamilan, sindrom ini tidak bisa dicegah dikarenakan penyebab yang tidak diketahui. Namun, terdapat beberapa cara yang bisa dipakai untuk mencegah ibu hamil terkena sindrom ini. Cara ini bisa dilakukan ibu hamil untuk menurunkan risiko mengalami kondisi ini, berikut beberapa di antaranya.

  • Menerapkan gaya hidup sehat, mengonsumsi berbagai jenis makanan sehat seperti sayuran, buah, protein dan gandum utuh.
  • Selain mengonsumsi makanan bergizi, gaya hidup sehat juga perlu diimbangi dengan berolahraga secara teratur dan rutin, olahraga bisa menghindarkan dari diabetes dan hipertensi.
  • Melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, tentunya sesuai denga jadwal yang sudah ditentukan oleh dokter atau bidan.
  • Konsultasikan ke dokter atau bidan jika mengalami beberapa gejala sindrom hellp ini, atau mengalami preeklamsia, eklamsia agar bisa segera ditangani.

Penanganan Sindrom Hellp

Pemeriksaan fisik umumnya akan dilakukan oleh para dokter pada saat pasien melakukan konsultasi, selain itu dilanjutkan dengan pemeriksaan lain seperti tes urine guna melihat kebocoran protein dan tes darah untuk mengevaluasi fungsi hati serta jumlah trombosit. Kemungkinan dilakukan tes MRI juga diperlukan, tujuannya untuk melihat kondisi kesehatan secara menyeluruh.

Jika hasil pemeriksaan menunjukkan ibu hamil ternyata mengalami kondisi sindrom tersebut, dampak dan konsekuensi dari ibu hamil yang berada dalam kondisi ini adalah melahirkan bayi secara prematur. Cara ini dipilih untuk mencegah terjadinya komplikasi serius yang bisa membahayakan kondisi ibu dan bayi.

Meski demikian, langkah medis lain bisa diambil oleh dokter apabila usia kehamilan masih kurang dari 34 minggu. Dokter kemungkinan akan menyarankan ibu hamil melakukan terminasi kehamilan yang meliputi beberapa cara berikut ini, metode yang ada bisa dilakukan di rumah sakit agar kondisi ibu terpantau oleh dokter.

  • Bed rest atau tirah baring dengan perawatan di rumah sakit, tujuannya agar kesehatan ibu dan janin terjaga dengan baik.
  • Transfusi darah dilakukan jika jumlah trombosit terlalu rendah dan menimbulkan risiko perdarahan pada ibu hamil.
  • Pemberian kortikosteroid yang berfungsi mempercepat pematangan paru-paru bayi sebelum lahir dan bisa berfungsi baik setelah lahir.
  • Pemberian magnesium sulfat, tujuannya adalah untuk emncegah terjadinya eklamsia disertai dengan pemberian obat penurun tekanan darah.
  • Langkah yang terakhir adalah pemantauan dan juga evaluasi yang memungkinkan ibu hamil mengalami kondisi gawat janin.

Perempuan yang sebelumnya pernah mengalami Hellp Syndrome kemungkinan besar berisiko tinggi mengalami komplikasi selama kehamilan. Pastikan dokter yang menangani kondisi ini mengetahui seluruh riwayat kesehatan dan kehamilan pasien sebelum mengambil keputusan lebih lanjut.

Saat Darurat, Inilah Cara Melakukan Heimlich Maneuver

Tidak sedikit orang yang harus mengalami kondisi darurat, bahkan kematian, akibat tersedak. Pasalnya, kebanyakan orang tidak memahami cara melakukan heimlich maneuver. Padahal, pengetahuan ini penting sekali.

Tersedak menjadi berbahaya sebab membuat tertutupnya jalan napas. Dengan menerapkan heimlich maneuver, objek tersebut dapat dikeluarkan. Sebab saat melakukan teknik ini, diafragma diangkat dan ada udara keluar dari paru-paru, mendorong objek tersebut.

Karena tergolong teknik sederhana, heimlich maneuver bahkan dapat dilakukan kepada diri sendiri. Namun, cara melakukan heimlich maneuver berbeda antara satu orang dengan orang lainnya, tergantung pada kondisi masing-masing.

Cara melakukan heimlich maneuver

Saat orang tersedak, tidak dapat berbicara, tidak bisa batuk, sulit bernapas, dan memberikan isyarat sedang tersedang, inilah saat heimlich maneuver perlu dilakukan. Di bawah ini, cara melakukan heimlich maneuver.

1. Pada orang dewasa dan tidak mengandung

Berdirilah di belakang orang yang tersedak, satu kaki Anda sebaiknya lebih maju agar lebih seimbang. Kemudian, bungkukan tubuh orang yang tersedak ke depan. Dengan punggung tangan, berikan lima pukulan di bagian belakang tubuhnya.

Setelah itu, lingkarkan tangan Anda di dada orang tersebut. Kepalkan tangan Anda dan letakkan di atas pusarnya, dengan posisi jempol masuk. Dengan tangan yang bebas, peganglah tangan yang mengepal tersebut. Lalu, tekan ke arah dalam dan atas.

Ulangi terus sampai objek keluar atau orang yang tersedak dapat kembali bernapas.

2. Pada ibu hamil

Saat ibu hamil tersedak, tentu heimlich maneuver yang dilakukan tidak bisa disamakan dengan orang dewasa lain, yang tidak sedang mengandung. Pada ibu hamil, heimlich maneuver dilakukan dengan melingkarkan tangan sedikit lebih tinggi dari torsonya, sekitar area tulang payudara.

Apabila ibu hamil yang tersedak tidak sadarkan diri, posisikan badannya dalam kondisi telentang. Lalu, keluarkan objek dengan menggunakan jari dalam gerakan melingkar.

3. Pada anak di bawah 1 tahun

Penerapan heimlich maneuver pada anak di bawah 1 tahun sedikit berbeda. Anda harus melakukan heimlich maneuver dalam posisi duduk dan pangku anak di paha Anda, dengan posisi kepala anak lebih rendah dari punggung.

Berikan empat pukulan atau back blow perlahan di punggungnya. Jika cara ini tidak berhasil, maka ubah posisi anak menjadi telentang, dengan bagian kepala lebih rendah dari punggung. Tempatkan dua jari pada bagian tengah tulang dada, lalu lakukan kompresi cepat sebanyak lima kali. Lakukan cara ini sampai objek tersebut keluar dan anak dapat bernapas kembali atau terbatuk.

Perlu diingat, heimlich maneuver pada anak di bawah satu tahun tidak boleh terlalu bertenaga. Sebab berisiko merusak tulang rusuk anak.

4. Pada diri sendiri

Selain kepada orang lain, heimlich maneuver juga dapat dilakukan kepada diri sendiri. Caranya, kepalkan tangan Anda dengan jempol masuk ke dalam dan letakkan di atas pusar. Lalu, pegang tangan yang sudah mengepal dengan tangan yang bebas. Beri tekanan ke arah dalam dan atas, secara bersamaan. Cara ini diulangi sampai objek berhasil dikeluarkan.

Bila cara tersebut tidak berhasil, tekan perut bagian atas pada bidang datar dan keras, seperti sisi meja atau kursi. Kemudian, tekan dengan keras dan cepat, sampai objek tersebut keluar.

Meskipun cukup sederhana, dalam keadaan darurat, banyak orang lupa cara melakukan heimlich maneuver. Maka, penting melatih skill tersebut dengan mengikuti pelatihan pertolongan pertama.

Rekomendasi Deker Lutut Terbaik

Deker lutut juga berfungsi untuk meminimalisir gesekan pada lutut

Disebut juga dengan nama kneepad, deker lutut mempunyai fungsi sebagai alat untuk memperkencang otot yang terdapat di sekitar lutut. Beberapa aktivitas yang berhubungan dengan fisik, biasanya seseorang menggunakan deker ini. Seperti misalnya naik gunung, bermain tenis, voli dan lain sebagainya, deker bisa memberikan perlindungan dengan menurunkan beban ke lutut.

Memilih deker disesuaikan dengan kenyamanan dan kebutuhan, hal ini dikarenakan penggunaan deker untuk menyelesaikan permasalahan yang dialami seseorang ketika melakukan aktivitas cukup berat. Seperti mengurangi risiko cedera hingga menjadi pereda nyeri yang menyerang otot dan juga sendi di kaki.

Deker Lutut Terbaik

  • Waldos Protector

Deker Waldos Protector merupakan deker dengan strap untuk mengatur ukuran agar pas ketika dipakai di lutut. Produk yang satu ini dapat difungsikan untuk melindungi lutut dari cedera ketika digunakan untuk berolahraga. Bahan yang digunakan pada deker ini sangat stretchy sehingga aman sekaligus nyaman digunakan.

  • Kneepad Ninja

Bagi seseorang yang memiliki hobi futsal dan voli, deker jenis ini sangat cocok untuk digunakan. Deker Knee Pad dijual sepasang, memiliki bantalan empuk yang berfungsi untuk mencegah seseorang terkena cedera di area dengkul dan lutut.

  • Pavis 041 Patella

Satu hal yang menarik dari deker ini adalah dilengkapi dengan alat yang fungsinya digunakan untuk menstabilkan dan menyeimbangkan pergerakan sendi. Tujuannya adalah agar lutut nyaman ketika diajak untuk berolahraga. Pavis 04 Patella memiliki banyak pilihan ukuran, semua ukuran bisa disesuaikan dengan kebutuhan, bisa ketat dan longgar.

  • Zamst Knee Brace Support

Merupakan deker untuk lutut yang dibuat dengan bahan nylon, ringan dan tipis serta terasa seperti kulit kuda. Zams Knee Brace Support mempunyai dukungan ligamen tiga arah dengan resin tetap, fungsinya mendukung stabilitas medial dan juga lateral, serta tali x dan tali paralel sebagai penyeimbang anterior dan posterior yang tetap efektif terhadap ACL / PCL.

  • Wolfbike Extreme Sports Protective Knee Pads

Deker untuk lutut jenis ini sudah dilengkapi dengan EVA foam padding yang berfungsi sebagai pemberi perlindungan maksimal pada lutut. EVA foam padding mampu meredam benturan sehingga risiko seseorang terkena cedera lutut sangat minim ketika berolahraga. 

Bahan yang dipakai untuk membuat deker ini mampu menyimpan panas, sehingga dapat dipakai pada suhu yang rendah. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor mengapa deker jenis ini sangat cocok digunakan.

  • Mueller Jumpers Knee Straps

Deker ini sangat cocok digunakan bagi seseorang yang memiliki hobi berlari atau melakukan gerakan melompat. Mueller Jumpers Knee Straps dirancang agar dapat melindungi lutut ketika berlari dan juga melompat, deker ini mampu memberi tekanan yang tepat pada otot tempurung lutut pada saat melakukan dua aktivitas tersebut kapan saja dan di mana saja.

  • Mueller Sports Medicine Adjust-to-Fit Knee

Deker jenis ini diperuntukkan bagi seseorang yang ingin berolahraga dalam jangka waktu cukup lama, tak perlu khawatir akan cedera karena bahan yang digunakan adalah breathable, bebas neoprene, halus dan memiliki bahan antimikroba sehingga tidak memunculkan bau. Deker ini sudah dilengkapi dengan empat tali pengencang internal sehingga mudah diatur kekencangannya.

Deker lutut atau kneepad pada umumnya berfungsi untuk memperkencang sendi dan otot yang terdapat di sekitar lutut. Munculnya rasa sakit pada sendi lutut dikarenakan otot sekitar sendi tidak terikat pada tulang dan mengenai saraf. Sehingga perlu untuk mengencangkan otot agar tulang melekat dengan baik dan tidak mengenai saraf sehingga rasa nyeri dapat diredakan.

Skrining TBC, Apa dan Kapan Anda Membutuhkannya?

Tahun 2019 lalu, Kementerian Kesehatan RI melaksanakan skrining TBC di berbagai tempat yang dianggap berpotensi sebagai area penularan TBC. Beberapa lokasi yang dipilih adalah pondok pesantren, asrama TNI dan POLRI, serta lembaga pemasyarakatan. Lebih dari 400 ribu orang menjalani pemeriksaan dan 35 ribu di antaranya diduga menderita TBC.

Beberapa ahli bahkan mengklaim, di negara dengan kualitas sanitasi seperti Indonesia, sebagian besar masyarakat diduga memiliki bakteri TB di dalam tubuhnya. Jika tidak ada gejala yang muncul, kemungkinan karena bakteri tersebut dalam posisi tidur atau dormant. Ketika daya tahan tubuh menurun, bakteri dapat aktif dengan segera.

Maka, penting sekali untuk dilakukan skrining TBC, agar upaya-upaya penanganan yang tepat dapat dilakukan.

Skrining TBC, apakah itu?

Dengan skrining TBC dapat diketahui apakah seseorang terinfeksi bakteri tuberkulosis (TBC) atau tidak. Infeksi ini sering kali menyerang paru-paru, namun tidak terbatas pada organ tersebut. Ginjal, tulang belakang, dan otak dapat diserang oleh bakteri TBC. Itu sebabnya, infeksi ini dikategorikan sebagai infeksi yang sangat serius.

Pada beberapa orang, infeksi ini tidak menimbulkan gejala atau disebut dengan TBC laten. Seperti disebutkan sebelumnya, TBC laten dapat menjadi TBC aktif saat daya tahan tubuh menurun. Dan pada periode ini, pasien dapat menularkannya kepada orang lain.

Pemeriksaan yang sangat seksama pun dibutuhkan. Skrining TBC pada anak-anak, biasanya dilakukan dengan tes Mantoux, sedang pada orang dewasa dilakukan dengan tes dahak dan rontgen dada.

Tes Mantoux

Tes mantoux merupakan skrining TBC yang umum dilakukan pada anak-anak. Dalam prosesnya, pemeriksaan ini dilakukan dalam dua tahap.

Pada tahap pertama, dokter akan menyuntikkan purified protein derivative (PPD)ke bawah kulit pasien. Umumnya, PPD atau yang lebih dikenal dengan istilah tuberkulin ini disuntikkan di bagian lengan.

Setelah proses penyuntikkan tuberkulin, muncul benjolan kecil berwarna pucat pada area bekas suntikan.

Tahap berikutnya, dalam 24-72 jam, dokter akan melihat reaksi yang muncul terhadap tuberkulin. Adanya reaksi kulit yang timbul menandakan bahwa pasien telah terinfeksi bakteri TBC. Rentang waktu tersebut, harus presisi. Jika pasien baru datang kembali setelah 72 jam, maka tes mantoux perlu diulangi.

Sementara, bila tidak ditemukan reaksi pada kulit dan tes ini merupakan tes pertama pasien, maka pemeriksaan perlu diulangi dalam 1-3 minggu berikutnya. Tujuannya, untuk memastikan bahwa hasil skrining TBC tersebut benar-benar negatif.

Rontgen dada

Pada prinsipnya, prosedur ini menyerupai prosedur rontgen secara umum. Dada pasien akan diperiksa di bawah sinar X dan hasilnya akan diinterpretasi oleh dokter ahli radiologi. Dalam hal ini, dokter ahli radiologi akan mencari ada atau tidaknya tanda-tanda infeksi TBC.

Pemeriksaan dahak

Pasien yang menjalani skrining TBC dengan pemeriksaan dahak, akan diminta batuk hingga mengeluarkan dahak. Pengambilan sampel dahak ini dilakukan pada pagi hari.  Ke dalam wadah yang sebelumnya telah diberikan kepada pasien, dahak tersebut ditampung. Nantinya, dahak tersebut akan diperiksa di laboratorium.

Dahak akan disimpan di dalam wadah khusus yang berisi nutrisi bagi bakteri. Selanjutnya, bakteri yang tumbuh akan dianalisis agar diketahui apakah di antaranya terdapat bakteri TBC atau tidak.

Kondisi yang memerlukan skrining TBC

Tidak ada orang yang ingin terinfeksi bakteri TBC. Dan sebagian besar orang mungkin bersedia menjalani skrining TBC, demi memperoleh perawatan yang tepat. Namun, pertanyaannya, kapan kita perlu menimbang untuk melakukan pemeriksaan TBC?

Anda sebaiknya berkunjung ke dokter dan menjalani skrining TBC jika mengalami batuk terus-menerus selama 2 minggu, mengalami batuk berdarah, nyeri dada, demam, berkeringat di malam hari, sering merasa kelelahan, dan berat badan Anda menurun tanpa ada penyebab yang jelas.

Tusuk Gigi: Lebih Banyak Manfaat atau Risikonya?

Penggunaan tusuk gigi dapat mengganggu kesehatan mulut

Makan adalah salah satu kebutuhan dasar dan utama bagi makhluk hidup, utamanya manusia. Namun, banyak pula masalah yang terdapat pada proses itu. Tak jarang masalah-masalah yang ada menyebabkan gangguan pada kesehatan manusia, contohnya keracunan, tersedak, hingga tersangkutnya makanan di sela gigi. Untuk yang terakhir mungkin terdengar sepele, tetapi hampir sebagian masalah pada kesehatan gigi bermula dari hal itu. Atas dasar itu, muncullah tusuk gigi.

Tusuk gigi diciptakan untuk mengatasi masalah yang timbul setelah makan. Kondisi gigi seseorang yang berbeda-beda, serta tekstur makanan yang berbeda pula memungkinkan tersangkutnya sesuatu di sela gigi manusia. Kondisi itu membuat tidak nyaman. Bahkan, bila kita abai kondisi itu bisa menyebabkan masalah kesehatan gigi yang serius.

Akan tetapi, banyak kalangan medis, utamanya dokter gigi yang tidak menyarankan penggunaan tusuk gigi. Alasannya sederhana, sebab alat itu menyisakan banyak cela lantaran memiliki berbagai risiko jika digunakan. Apa saja bahaya dari penggunaan tusuk gigi? Berikut di antaranya: 

  • Pengikisan

Ketika seseorang terus menyogok sela-sela gigi dengan tusuk gigi untuk menghilangkan sisa makanan yang tertinggal, hal itu akan menyebabkan pengikisan dan juga menyebabkan pendarahan. Jika ini terus dilakukan dapat menyebabkan kerusakan pada seluruh gigi.

  • Penyakit gusi

Terlalu sering memakai tusuk gigi dapat meningkatkan risiko kerusakan gusi. Tusuk gigi harus digunakan dengan sangat hati-hati dan dengan gerakan lembut. Hal ini untuk mencegah gusi terkoyak karena gerakan yang kasar.

Sesekali menggunakan tusuk gigi mungkin sah-sah saja, tetapi ketika penggunaannya terlampau sering, hal itu dapat mempengaruhi kondisi gusi. Andai masalah gusi tersebut tidak diobati hal ini dapat menyebabkan penyakit gusi parah.

  • Membuat jarak antar gigi

Ketika tusuk gigi sering digunakan di tempat yang sama, lama kelamaan hal itu akan menciptakan ruang di antara dua gigi dan akan semakin memperburuk kondisi rongga mulut Anda. 

Gunakan tusuk gigi dengan cara yang benar, yakni dengan sudut yang tepat sesuai dengan kontur yang normal. Tusuk gigi harus digerakkan dari dalam ke luar secara perlahan dengan sudut kemiringan 45 derajat. Seringkali tusuk gigi digunakan secara horizontal, sehingga dapat merenggangkan ruang di sela-sela gigi, dan makanan akan semakin mudah terselip di daerah tersebut.

  • Merusak enamel gigi

Ketika seseorang menggunakan tusuk gigi, dalam proses itu mereka juga cenderung mengunyah dari tusuk gigi yang terbuat dari plastik atau kayu dan menyebabkan kerusakan pada enamel gigi.

Enamel atau email adalah lapisan luar gigi yang bisa dilihat. Lapisan ini mengandung 5% air dan 95% zat inorganik hidroksi apalit (senyawa kalsium fospat) dan zat organik (protein dan mukopolisakarida). Zat-zat tertentu atau kebiasaan-kebiasaan buruk yang dilakukan secara terus menerus memungkinkan untuk merusak enamel atau emailk gigi ini.

  • Merusak akar gigi

Sering menggunakan tusuk gigi terlalu sering dan dengan cara yang salah memungkinkan gusi bergerak turun dari posisi sebenarnya, hal itu bisa menyebabkan kerusakan pada akar gigi. Kondisi ini akan menyebabkan rasa sakit dalam beberapa kasus.

  • Pergeseran letak gigi

Kebiasaan menggunakan tusuk gigi atau kebiasaan menggigit pulpen, pensil dan kacamata berisiko memberi banyak tekanan pada gigi. Hal ini dapat menyebabkan gigi bergeser, bahkan bisa menyebabkan gigi.

Itulah beberapa kemungkinan buruk yang bisa saja didapat jika terlalu sering atau menggunakan tusuk gigi dengan cara yang salah. Sebenarnya, tusuk gigi bermanfaat jika kita tahu cara menggunakannya secara baik dan benar. Kendati demikian, jangan terlalu sering juga, ya, menggunakan tusuk gigi meskipun alat itu cukup simpel, mudah, dan efektif.

Hal-Hal yang Perlu Diketahui Mengenai Endoskopi THT Anak

Berdasarkan definisinya, endoskopi adalah suatu prosedur medis untuk mengamati bagian dalam tubuh tanpa operasi. Endoskopi bisa dilakukan di beberapa organ tubuh, termasuk endoskopi THT.

Prosedur medisi ini mengandalkan alat penunjang canggih untuk melihat, memeriksa, sekaligus mendiagnosis masalah yang terjadi di dalam tubuh sesorang. Serangkaian alat itu terdiri dari semacam tabung kecil berserat optik, kamera, dan lampu.

Semua orang bisa mendapatkan prosedur medis ini, termasuk juga anak-anak. Di bawah ini akan tersedia informasi mengenai apa-apa saja yang dapat diketahui mengenai endoskopi THT pada anak.

Apa Kegunaan Pemeriksaan Endoskopi THT?

Endoskopi THT sangat bermanfaat untuk mengetahui keadaan bagian THT (telinga, hidung, dan tenggorok). Selain itu, endoskopi THT ini juga bisa digunakan untuk mendiagnosis masalah-masalah yang timbul di telinga, hidung, dan tenggorok, termasuk laring, esofagus dan bronkus.

Kondisi-kondisi seperti mimisan berulang, telinga berdenging, nyeri tenggorok, dan berbagai masalah lain menyangkut THT, bisa diatasi dengan prosedur ini. Adapun bagi anak-anak, endoskopi THT bisa pula digunakan untuk mengambil barang atau sesuatu yang tidak sengaja masuk ke telinga, hidung, atau tenggorok mereka.

Apakah Anak akan Merasakan Sakit ketika Diendoskopi?

Secara umum, tidak. Pasalnya, sebelum proses endoskopi THT dilangsungkan, dokter akan memberikan bius pada anak. Prosedur pembiusannya beragam, tetapi yang paling sering adalah dengan menyemprotkan pada bagian yang akan diendoskop.

Kapan Endoskopi THT bagi Anak Perlu Dilakukan?

Waktu terbaik bagi anak mendapat perawata endoskopi THT adalah saat Anda sebagai orang tua, atau si anak itu sendiri merasakan ada masalah di organ THT. Misalnya:

  • Kemasukan benda asing;
  • Tinnitus atau telinga berdenging;
  • Kehilangan pendengaran;
  • Polip;
  • Sinus;
  • Mimisan dengan intensitas yang sering;
  • Papiloma laring;
  • Abses tenggorok;
  • Difteri;
  • Dan berbagai masalah THT lainnya.

Perhatikan Hal Ini Sebelum Endoskopi THT

Pada prosedur endoskopi THT, anak atau pasien tak perlu menjalani puasa beberapa jam sebelum pelaksanaan. Hal ini tidak seperti prosedur endoskopi saluran cerna. Hal yang harus diperhatikan sebelum memulai endoskopi THT adalah menginformasikan apabila baru atau rutin mengonsumsi obat pengencer darah dan memakai gigi palsu.

Bagaimana Prosedur Endoskopi THT Anak Dilangsungkan?

Seperti yang sudah dapat diperkirakan, prosedur endoskopi THT berlangsung dengan memasukkan endoskop ke dalam organ yang bermasalah. Penting kiranya bagi anak atau Anda yang mendampingi untuk menyampaikan apa yang dirasa kepada dokter untuk kelancaran pemeriksaan.

Dari proses itu, gambaran organ anak yang diendoskop akan terlihat lewat monitor di samping dokter. Dokter mungkin akan mengambil sedikit jaringan pada saluran cerna jika diperlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Setelah Endoskopi THT, Apakah Anak Dipersilakan Pulang atau Perlu Dirawat?

Setelah prosedur pemeriksaan dilangsungkan, biasanya bila tidak ada masalah berarti, anak bisa langsung pulang. Namun, untuk kondisi-kondisi tertentu, mungkin dokter akan membuat kebijakan lain.

Umumnya, hasil endoskopi THT tersebut akan didiskusikan oleh dokter untuk menentukan langkah selanjutnya. Mengenai hasil pemeriksaan jaringan memerlukan waktu beberapa hari jika dokter mengambil sampel biopsi.

Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan Setelah Prosedur Endoskopi THT

Umumnya jarang terjadi masalah setelah tindakan endoskopi, pasalnya prosedur edoskopi THT ini terbilang aman dan minim risiko atau efek samping. Akan tetapi segera hubungi dokter apabila terdapat keluhan pada bagian yang diendoskopi atau perasaan yang diyakini terjadi akibat prosedur itu.

Label BPA Free Tidak Menjamin Botolmu Bebas Penyakit

Hampir sebagian perangkat kita sehari-hari dibuat dari berbagai bahan kimia. Beberapa di antaranya ada yang tidak baik untuk kesehatan. Salah satu bahan kimia tersebut adalah bisphenol-A (BPA). Salah satu hal penting yang harus diperhatikan terkait BPA ini adalah penggunaannya di perangkat makan kita, sebab kontaminasi zat itu bisa menyebabkan penyakit. Oleh karenanya, pastikan semua perangkat makan kita memiliki label BPA free.

Bisphenol-A digunakan untuk membuat wadah atau perangkat makan kita kuat dan tidak mudah bocor. Namun, BPA bisa mengkontaminasi makanan atau minuman yang disimpan di dalam wadah tersebut. Ketika BPA masuk ke tubuh manusia, maka berbagai masalah kesehatan jangka pendek maupun jangka panjang dapat terjadi, baik pada orang dewasa, anak-anak, bahkan janin.

Akan tetapi bahaya tidak berhenti sampai di situ saja. Meski wadah atau perangkat makan dan minum kita memiliki label BPA free, kemungkinan makanan atau minuman terkontaminasi zat berbahaya masih tetap ada. Beberapa kebiasaan di bawah inilah penyebab-penyebabnya:

  1. Tidak Rajin Mencuci Botol

Walaupun hanya diisi air putih, biasakan untuk mencuci botol minum Anda setidaknya sehari sekali. Sama seperti gelas yang kita pakai untuk minum, pinggiran botol minum yang tidak dibersihkan bisa menjadi ladang bakteri. Bagian dalam botol yang jarang dibersihkan juga akan ditumbuhi jamur, sehingga akan berdampak pada kehigienisan bahkan rasa dari minuman Anda. Anda bisa saja terkena diare karena kebiasaan buruk yang satu ini.

  • Mengisi Air Minum dalam Keadaan Basah

Ketika kita telah rajin mencuci wadah makanan dan minuman sebaiknya pastikan mereka telah kering secara sempurna sebelum menggunakannya lagi. Sebab botol minum atau tempat makan yang masih basah bisa membuat bakteri dan jamur tumbuh. Hal ini berkaitan dengan sifat bakteri dan jamur yang mudah tumbuh dalam keadaan lembap. Bagian penutup botol merupakan tempat paling favorit untuk bakteri berkembang biak, saat botol minum dipakai dalam keadaan lembap atau basah.

  • Tidak Mencuci Botol dengan Benar

Selain memiliki label BPA free, perawatan wadah itu sendiri memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan Anda. Mencuci wadah makan atau minuman hanya dengan air tak menjamin bakteri atau jamur mati seketika. Menurut para ahli, cara terbaik untuk membersihkan botol minum, terutama bagian dalamnya adalah dengan menggunakan campuran air panas dengan baking soda atau cuka. Hal ini akan mengangkat jamur, serta menghilangkan bau dari botol minum. Setelahnya, barulah bersihkan kembali dengan sabun dan bilas hingga bersih. Jangan lupa gunakan sikat pembersih, untuk menjangkau bagian yang susah dibersihkan dengan tanganmu.

  • Tidak Teliti Sewaktu Mengeringkan

Botol minum biasanya terdiri dari beberapa bagian, yang paling umum tentu saja bagian badan dan penutup botolnya. Setelah kamu mencuci bersih tiap bagiannya, botol minum jangan lansung dipasang, kemudian dikeringkan. Bukannya kering, sisa air pembersih pada bagian botol minum malah akan menumpuk. Biarkan masing-masing bagian botol kering terlebih dahulu, sebelum kamu memasangkannya kembali.

  • Bau dan Perubahan Warna Tanda untuk Segera Cari Pengganti

Seorang ahli kesehatan menyebutkan bahwa perubahan warna, rasa, hingga bentuk seperti retakan pada botol minum, hanya akan membuat meningkatnya jumlah bakteri di area tersebut.

Artinya, jika wadah makanan atau minuman Anda telah berbau dan melihatkan perubahan warna atau bentuk, segeralah beralih dan cari pengganti. Jangan gunakan wadah yang telah usang. Sebab, selain akan “merusak” rasa dari makanan atau minuman Anda, tidak ada jaminan pula isi di dalamnya akan bebas dari zat-zat berbahaya.

***

Itulah beberapa kebiasaan buruk yang bisa juga membuat wadah tempat makan atau minuman Anda menjadi sebab dari memburuknya kondisi kesehatan. Jadi, jangan hanya terpaku dengan label BPA free, perawatan yang baik dan benar juga bisa menjadi upaya Anda terhindar dari berbagai penyakit.

Hal Penting bagi Ibu Menyusui di Tengah Pandemi Corona

Pandemi Covid-19 yang disebabkan oleh virus corona jenis baru (SARS-CoV-2) masih terus berlangsung hingga saat ini. Tragedi itu melumpuhkan beberapa sendi kehidupan sekaligus mengubah banyak tatanan yang sudah mapan. Banyak kelompok orang berada di dalam situasi dilematis, salah satunya ibu menyusui.

Virus corona menyebar dan dapat menginfeksi seseorang melalui droplet atau percikan cairan dari mulut maupun hidung. Oleh karenanya, phsycal distancing atau pembatasan fisik (menjaga jarak) menjadi prosedur yang ditetapkan untuk memutus rantai persebaran virus tersebut. Masalahnya, bagaimana ibu bisa menyusui bayinya jika harus menjaga jarak. Kondisi itu bertambah rumit ketika sang ibu, yang tengah menyusui itu, masuk ke dalam daftar pasien covid-19.

Untuk mengatasi itu, banyak organisasi kesehatan masyarakat merekomendasikan ibu dan bayi tetap bersama, kendati si ibu positif corona. Pasalnya, biar bagaimanapun si bayi harus tetap mendapatkan asupan ASI dalam masa-masa menyusui tersebut untuk menunjang kehidupannya.

Situasi ini berhasil memaksa organisasi kesehatan untuk membuat prosedur untuk mengatasi dilema ini. Ada yang menyarankan pasien covid-19 yang berstatus sebagai ibu menyusui dipisahkan dengan pasien lainnya. Hal ini diungkapkan oleh Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat. Tujuannya agar ibu masih dapat menyusui bayinya tanpa mengorbankan kesehatan si bayi dari orang-orang selain ibunya.

Lain lagi pandangan dari Academy of Breastfeeding Medicine. Alison Stuebe, MD, sang presiden memengungkapkan bahwa ada banyak risiko yang bakal diterima bayi jika ia harus dipisahkan dari ibunya.

Dalam komentarnya, Dr. Stuebe, mencatat bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemisahan antara bayi dan ibu dengan dugaan atau konfirmasi Covid-19 bisa “menyelamatkan” si bayi.

Memang pemisahan ini bisa meminimalisir risiko penularan virus dari ibu ke bayi selama tinggal di rumah sakit. Namun itu memiliki potensi konsekuensi negatif bagi ibu dan bayi, demikian komentar yang diterbitkan dalam Breastfeeding Medicine, jurnal resmi dari Academy of Breastfeeding Medicine.

Dr. Stuebe menguraikan beberapa risiko memisahkan ibu dan bayi di rumah sakit, yang mengganggu pemberian ASI dan kontak kulit ke kulit selama jam dan hari-hari kritis setelah kelahiran. Sebagai contoh, bayi yang kekurangan kontak kulit dengan ibu mereka cenderung memiliki detak jantung dan pernapasan yang lebih tinggi dan kadar glukosa yang lebih rendah.

Perpisahan itu juga bisa membuat mental dan kondisi psikologis ibu tertekan, yang mana bisa membuatnya lebih sulit untuk melawan infeksi virus corona. Selain itu, pemisahan mengganggu pemberian ASI kepada bayi, yang penting untuk perkembangan sistem kekebalan bayi. Pemisahan juga mengganggu pemberian ASI, yang menempatkan bayi pada peningkatan risiko infeksi pernapasan berat, termasuk pneumonia dan Covid-19.

  • Prosedur Pemberian ASI oleh Ibu Menyusui Terduga atau Positif Corona

Oleh karena pentingnya aktivitas menyusui bagi bayi maupun si ibu sendiri, kendati tengah dalam bayang-bayang virus corona, berikut beberapa prosedur yang disarankan untuk meminimalisir terjadinya penularan:

  • Untuk ibu yang memiliki gejala tapi masih bisa menyusui, tindakan pencegahan yang dimaksud adalah memakai masker ketika berada di sekitar anak (termasuk ketika sedang menyusui);
  • Mencuci tangan sebelum dan sesudah melakukan kontak dengan anak (termasuk menyusui);
  • Membersihkan/memberi desinfektan pada permukaan yang terkontaminasi – sebagaimana seharusnya dilakukan untuk tiap kali seseorang yang telah dikonfirmasi atau dicurigai terkena covid-19;
  • Jika kondisi ibu terlalu payah, maka disarankan untuk memerah ASI dan memberikannya ke anak melalui cangkir dan/atau sendok bersih – dan terus melakukan metode pencegahan penularan seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

***

Itulah kiranya beberapa hal penting yang dapat diketahui menganai aktivitas ibu menyusui di tengah pandemic virus corona. Situasi ini memang berat dan amat dilematis, tetapi dengan prosedur yang benar dan aman, kemungkinan terjadinya penularan pada bayi pun bisa diminimalisir sehingga bayi tetap mendapatkan nutrisi dari sang ibu, dan sebaliknya, ibu tetap dapat melaksanakan tugasnya dengan baik,

Langkah Benar Merias Alis dengan Tint Eyebrow

Penggunaan tint eyebrow bisa menjadi jawaban bagi Anda yang ingin selalu tampil dengan riasan sempurna setiap waktu, namun tidak memiliki banyak waktu untuk make up. Dalam make up sendiri, pelukisan alis menjadi bagian yang memakan waktu dan membutuhkan konsentrasi tinggi.  Tint eyebrow bisa menjadi solusi karena riasan ini bisa bertahan di wajah Anda hingga berhari-hari. Anda pun bisa menghemat waktu berias karena tidak perlu lagi banyak menghabiskan waktu untuk melukis alis yang sesuai harapan.

Namun tetap harus diingat, untuk mendapatkan hasil maksimal dari penggunaan tint eyebrow, baik dari kualitas gambar sampai ketahanannya, Anda harus menggunakannya secara tepat. Langkah yang salah dalam memakai tint eyebrow hanya akan membuat Anda kecewa dan terpaksa mengulang pelukisan alis dari waktu ke waktu, yang tentunya memakan waktu Anda.

Supaya tidak demikian, ikuti langkah-langkah yang benar dalam merias alis dengan tint eyebrow seperti di bawah ini ya. Langkah yang benar bisa menghasilkan gambar alis mata yang meningkatkan kepercayaan diri Anda.

Persiapkan peralatan yang dibutuhakn

Anda tidak bisa melukis alis jika tidak memiliki alat yang dibutuhkan. Mula-mula peralatan untuk melakukan penatoan pada alis biasanya berupa paket pewarnaan alis, mulai dari pensil untuk menggambar sampai tinta untuk melukis serta tidak ketinggalan wadahnya. Tinta yang ada pada paket tersebut juga mesti Anda encerkan terlebih dahulu guna bisa membuat gambaran alis yang terlihat natural.

Namun saat ini, sudah banyak peralatan tint eyebrow yang simpel dari berbagai merek kecantikan dunia. Anda tidak perlu lagi menyiapkan pensil alis tersendiri ataupun mencampurkan tinta untuk mendapatkan warna yang diinginkan. Anda hanya perlu membeli tint eyebrow dengan tekstur, model, dan warna sesuai keinginan.

Pastikan wajah dalam keadaan bersih

Sebelum mulai menggambar tato sementara untuk alis mata Anda, pastikan terlebih dahulu wajah Anda sudah dalam keadaan bersih. Jangan sampai masih ada bekas-bekas make up di wajah, apalagi di area mata.

Kulit wajah yang sudah bersih akan mempermudah pelukisan alis dengan tint eyebrow. Hasilnya juga akna lebih baik. Sebaliknya ketika melukis alis dengan wajah yang masih kotor karena riasan atau debu, risiko iritasi sampai masalah kulit lainnya siap mengancam.

Tambahkan pelembap di area mata

Tint eyebrow cenderung membuat area kulit menjadi kulit. Guna hal tersebut terjadi pada area mata Anda, baiknya diantisipasi terlebih dahulu dengan menambahkan pelembap pada sekitar alis Anda.

Untuk melembapkan area mata, Anda bisa menggunakan petroleum jelly atau lipbalm sebagai jalan pintas. Pastikan area lengkungan alis terlembapi dengan sempurna untuk menjaga kesehatan kulit Anda.

Lukis dari dalam ke luar

Kini Anda bisa memulai untuk melukis alis Anda sesuai harapan. Namun, untuk menggambar alis secara sempurna, Anda juga perlu trik. Trik tersebut guna membuat lukisan alis terlihat rapi dan natural.

Baiknya Anda menerapkan prinsip melukis alis dari bagian dalam ke luar, jangan sebaliknya. Pelukisan dari alis bagian dalam ke alis bagian luar akan membuat gambar alis tebal di bagian tengah dan mulai memudar di sudut alis. Ini membuat lukisan alis terlihat natural, layaknya alis pada umumnya.

Beri waktu tunggu dan bersihkan

Setelah alis terambar dengan baik, Anda mesti menunggu sekitar 15 menit untuk bisa melihat hasil akhirnya. Selamat 15 menit tersebut tinta akan menyerap dan bisa saja membuat tampilan gambar sedikit berubah dibandingkan saat Anda baru menyelesaikan proses rias.

Jika sudah puas dengan hasil akhirnya, langkah terakhir yang perlu Anda lakukan adalah membersihkan bagian-bagian sisi alis. Soalnya ketika menggambar tadi, sangat mungkin ada coretan kecil yang tidak sesuai dengan jalur alis Anda.

***

Tidak sulit bukan melukis alis dengan tint eyebrow? Langkah melukis alis dengan tint eyebrow sebenarnya tidak berbeda jauh dengan penggambaran alis pada make up sehari-hari. Namun, dampak ke depannya sungguh berbeda karena Anda tidak perlu capek-capek melakukan touch up atau pelukisan ulang setiap hari.